Dorong Pembiayaan Berkelanjutan, Kredit Hijau BNI Naik 6,26 Persen Jadi Rp78 Triliun Pada 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA — Komitmen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dalam memperkuat pembiayaan berkelanjutan terus menunjukkan hasil nyata.
Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, BNI mencatatkan penyaluran kredit hijau dengan nilai signifikan, mencerminkan peran aktif perseroan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan dan perubahan iklim, pembiayaan hijau menjadi salah satu instrumen penting bagi perbankan untuk mendorong praktik usaha yang bertanggung jawab. BNI pun menempatkan agenda ini sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang, tidak sekadar sebagai pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan sebagai fondasi penciptaan nilai berkelanjutan.
Baca JugaStrategi OJK Perkuat BPD Melalui KUB untuk Tingkatkan Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah
Penyaluran Kredit Hijau BNI Terus Meningkat
BNI membukukan penyaluran pembiayaan hijau sebesar Rp78 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh 6,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp73,4 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi BNI dalam memperluas portofolio pembiayaan yang mendukung pelestarian lingkungan serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Secara rinci, pembiayaan untuk kategori pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan menjadi kontributor terbesar, dengan nilai mencapai Rp41,4 triliun. Sektor ini mencakup berbagai aktivitas yang bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendorong produktivitas ekonomi jangka panjang.
Selain itu, BNI juga menyalurkan pembiayaan hijau untuk sektor energi terbarukan sebesar Rp11,7 triliun. Penyaluran ini sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan bauran energi bersih serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Fokus pada Energi Terbarukan dan Pengelolaan Lingkungan
Tidak hanya energi terbarukan, pembiayaan hijau BNI juga dialokasikan untuk kategori lain yang berkaitan langsung dengan perlindungan lingkungan. Pembiayaan untuk pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan tercatat sebesar Rp23,9 triliun, sementara pembiayaan untuk pencegahan polusi mencapai Rp1,0 triliun.
Portofolio ini menunjukkan pendekatan menyeluruh BNI dalam mendukung berbagai aspek keberlanjutan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pengendalian dampak lingkungan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi BNI sebagai salah satu bank nasional yang aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Portofolio Keberlanjutan Tembus Rp197 Triliun
Selain pembiayaan hijau, BNI juga menyalurkan pembiayaan untuk penguatan dan pemberdayaan sosial ekonomi dengan nilai mencapai Rp118,8 triliun hingga akhir 2025. Dengan demikian, total portofolio keberlanjutan BNI menembus Rp197 triliun atau setara dengan sekitar 22% dari total penyaluran kredit perseroan sepanjang tahun lalu.
Direktur Risk Management BNI David Pirzada menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi keberlanjutan yang konsisten di seluruh aspek operasional dan pembiayaan.
“BNI secara konsisten mengimplementasikan langkah-langkah strategis di seluruh aspek operasional dan pembiayaan guna memperkuat praktik keberlanjutan,” kata David dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Menurut David, BNI akan terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor hijau prioritas, termasuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Keberlanjutan Jadi Strategi Bisnis Jangka Panjang
David menegaskan bahwa keberlanjutan bagi BNI tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi. Lebih dari itu, prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, investor, hingga masyarakat luas.
Komitmen tersebut juga tercermin dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan. Salah satu langkah konkret adalah penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 yang memperoleh peringkat idAAA.
Framework Sustainability Bond BNI juga telah mendapatkan Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan hasil credible and impactful, menandakan bahwa instrumen tersebut dinilai memiliki dampak positif serta kredibilitas tinggi dalam mendukung agenda keberlanjutan.
Inisiatif ESG dan Dukungan Transisi Debitur
Selain Sustainability Bond, BNI juga telah menerbitkan Green Bond senilai Rp5 triliun yang dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial. Perseroan turut menyalurkan Sustainability Linked Loan (SLL) kepada perusahaan yang menunjukkan peningkatan kinerja keberlanjutan.
Tidak berhenti pada pembiayaan, bank berlogo angka 46 tersebut juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit. ESG Advisory Playbook ini berfungsi sebagai panduan transisi bagi debitur agar dapat meningkatkan praktik keberlanjutan sejalan dengan standar ESG.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, BNI menegaskan perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan sosial. Ke depan, perseroan optimistis pembiayaan hijau dan portofolio keberlanjutan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan pembiayaan yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat
- Kamis, 05 Februari 2026
Real Madrid Selalu Aman Saat Penalti, Catatan Impresif Sepanjang Musim 2025 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 7 Es Teler Favorit Wisatawan Saat Berkunjung ke Yogyakarta 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 9 Kuliner Sarapan Pagi di Bawen Semarang Lengkap dan Terjangkau 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Dukungan Indodana Finance terhadap POJK 32/2025 dan Dampaknya pada Paylater
- Kamis, 05 Februari 2026
Saldo Minimal Nasabah BCA Prioritas Februari 2026 Syarat Manfaat Lengkap Terbaru Resmi
- Kamis, 05 Februari 2026
Pergerakan Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Dipengaruhi Sentimen Global Terkini
- Kamis, 05 Februari 2026













