Strategi Danantara Perkuat R&D: Investasi Riset Kecil, Dampak Ekonomi Triliunan Rupiah
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyusun langkah besar untuk mentransformasi wajah industri nasional.
Fokus utamanya adalah melakukan pemetaan komprehensif terhadap industri yang berpotensi terlibat dalam Research and Development (R&D) berbasis pengembangan produk.
Langkah ini dirancang untuk menciptakan ekosistem inovasi yang menghubungkan sektor industri dengan kekuatan akademis dari universitas serta lembaga penelitian milik negara.
Baca JugaRakernas PNM 2026 Tak Sekadar Konsolidasi, Hadirkan Ruang Berbagi untuk Masyarakat Aceh
Efek Pengganda: Dari Rp17 Miliar Menjadi Rp3,9 Triliun
Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, mengungkapkan bahwa pendekatan riset yang tepat sasaran terbukti mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang luar biasa. Ia mencontohkan sebuah proyek riset yang dimulai pada 2022 dengan pendanaan minimal, namun kini telah berskala masif.
“Kami hanya mendanai riset itu tidak lebih dari USD 1 juta (sekitar Rp17 miliar) untuk pengembangan produk dan R&D industri. Tapi hasilnya luar biasa, karena tidak hanya menggantikan input impor, tapi juga memperkuat ketahanan keamanan nasional dari sisi produk,”.
Saat ini, hasil riset tersebut telah memasuki tahap pembangunan pabrik dan peningkatan skala produksi massal dengan nilai ekonomi mencapai Rp3,9 triliun. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa investasi kecil pada sektor R&D dapat menghasilkan dampak ekonomi ribuan kali lipat jika diarahkan langsung pada pengembangan produk yang dibutuhkan pasar.
Menantang Angka Dana Riset Nasional yang Minim
Sigit turut menyoroti porsi dana riset nasional yang saat ini masih sangat kecil, yakni hanya 0,34% dari total belanja negara. Angka tersebut dinilai belum mencerminkan kontribusi industri secara menyeluruh dan masih jauh di bawah standar global untuk negara yang ingin maju secara teknologi.
Meski demikian, Sigit optimistis angka ini akan meningkat signifikan jika model pengembangan produk berbasis riset ini diperluas. Kuncinya terletak pada keaktifan industri dalam meluncurkan produk-produk baru.
Empat Pilar Pertumbuhan dan Kemandirian Nasional
Pemetaan yang dilakukan Danantara tidak hanya soal inovasi, tetapi juga mengenai kemandirian bangsa. Melalui R&D berbasis pengembangan produk, Indonesia diharapkan dapat:
Mengurangi Ketergantungan Impor: Memproduksi sendiri bahan baku atau komponen industri di dalam negeri.
Memperkuat Ketahanan Nasional: Terutama untuk produk-produk strategis dan keamanan.
Meningkatkan Daya Saing Global: Produk hasil riset dalam negeri memiliki potensi ekspor yang lebih tinggi.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan: Menciptakan nilai tambah tinggi yang tidak hanya bergantung pada komoditas mentah.
Dengan model ini, Danantara ingin memastikan bahwa setiap riset yang didukung memiliki tujuan akhir yang jelas: menjadi produk yang bisa diproduksi secara massal dan memberikan keuntungan finansial bagi negara.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat
- Kamis, 05 Februari 2026
Real Madrid Selalu Aman Saat Penalti, Catatan Impresif Sepanjang Musim 2025 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 7 Es Teler Favorit Wisatawan Saat Berkunjung ke Yogyakarta 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 9 Kuliner Sarapan Pagi di Bawen Semarang Lengkap dan Terjangkau 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Tiba-tiba Nonaktif 2026? Jangan Panik, Begini Solusi Mengaktifkannya Kembali
- Kamis, 05 Februari 2026
Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Kapal Ferry Singkil–Pulau Banyak Kamis 5 Februari 2026, Cek Harga Tiket Terbarunya
- Kamis, 05 Februari 2026
Kepesertaan PBI JK Mendadak Nonaktif? Simak Regulasi Terbaru dan Solusinya
- Kamis, 05 Februari 2026
Visi Inklusi Kesehatan: Kabupaten TTU Perkokoh Status UHC Prioritas 2026
- Kamis, 05 Februari 2026












