Kamis, 05 Februari 2026

Kinerja Positif Industri Baja RI dengan Ekspor Melonjak dan Impor Turun

Kinerja Positif Industri Baja RI dengan Ekspor Melonjak dan Impor Turun
Kinerja Positif Industri Baja RI dengan Ekspor Melonjak dan Impor Turun

JAKARTA - Industri baja Indonesia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. 

Volume ekspor baja melonjak dari 9,3 juta ton pada 2020 menjadi 23,97 juta ton pada 2025.

Kenaikan ekspor ini mencerminkan peningkatan kapasitas produksi serta daya saing industri baja dalam negeri di pasar global. Sebaliknya, impor baja yang sempat mencapai 17,9 juta ton pada 2022 berangsur turun menjadi 14,8 juta ton pada 2025.

Baca Juga

Indonesia Raih Surplus Besar Perdagangan Besi dan Baja pada Tahun 2025

Penurunan impor ini membantu memperbaiki neraca perdagangan baja Indonesia dari defisit menjadi surplus sebesar 18,09 juta ton. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta.

Faktor Pendorong Surplus Neraca Perdagangan Baja

Surplus neraca perdagangan baja tidak lepas dari kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Peningkatan produksi dalam negeri juga didukung oleh faktor harga global dan perubahan rantai pasok akibat tekanan geopolitik.

Nilai ekspor baja Indonesia juga menunjukkan performa kuat, dengan total nilai ekspor mencapai 29,23 miliar dolar AS pada 2024. Mayoritas ekspor baja diarahkan ke kawasan Asia Pasifik.

Lima negara tujuan utama ekspor baja Indonesia adalah China, Taiwan, India, Australia, dan Vietnam. China menempati posisi sebagai pasar terbesar dengan nilai ekspor mencapai 16,11 miliar dolar AS.

Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu eksportir baja terbesar di Asia Tenggara. Hanya Malaysia dan Vietnam yang berada di posisi selevel atau sedikit di atas Indonesia dalam wilayah tersebut.

Pemerintah melihat pencapaian ini sebagai modal strategis untuk memperluas pangsa pasar ekspor baja Indonesia. Penguatan kapasitas produksi dan peningkatan utilisasi industri baja nasional menjadi fokus utama.

Konsumsi Baja Domestik dan Potensi Ekspansi

Permintaan domestik baja masih didominasi oleh sektor konstruksi, yang menyerap 77,1 persen dari total konsumsi nasional. Hal ini menunjukkan pentingnya pembangunan infrastruktur dan properti sebagai motor utama permintaan baja.

Sektor otomotif menyumbang 11,6 persen dari konsumsi baja nasional, sedangkan peralatan rumah tangga menyumbang 3,3 persen. Secara agregat, konsumsi baja tercatat tumbuh positif sebesar 5,2 persen pada 2024.

Pertumbuhan ini merupakan tanda pemulihan setelah kontraksi pada 2020 akibat perlambatan ekonomi global. Meski demikian, konsumsi baja per kapita Indonesia pada 2025 masih tergolong rendah, yakni sekitar 60 kilogram per kapita.

Angka ini jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 217 kilogram per kapita. Kondisi tersebut membuka peluang besar untuk ekspansi dan peningkatan konsumsi baja di dalam negeri.

Menurut data World Steel Association, produksi baja kasar dunia pada 2025 mencapai 1.849 juta ton. China memimpin produksi global dengan 960,8 juta ton atau 51,9 persen dari total produksi dunia.

India menempati posisi kedua dengan produksi sebesar 164,9 juta ton atau sekitar 8,9 persen dari produksi global. Posisi Indonesia semakin diperkuat di tengah persaingan industri baja dunia.

Peluang pertumbuhan dan pengembangan sektor baja nasional masih sangat terbuka luas. Pemerintah terus mendorong industri baja untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.

Surplus perdagangan dan tren positif ekspor serta penurunan impor baja menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi dan penguatan daya saing industri dalam negeri.

Permintaan domestik yang masih rendah menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pertumbuhan sektor baja. Dengan strategi tepat, industri baja Indonesia dapat memperbesar pangsa pasar dan meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi MedcoEnergi Kurangi Emisi Metana Melalui Teknologi Nitrogen Gas Blanketing

Strategi MedcoEnergi Kurangi Emisi Metana Melalui Teknologi Nitrogen Gas Blanketing

PGN Area Medan Sosialisasi Keselamatan Gas Bumi ke Pelanggan Jargas

PGN Area Medan Sosialisasi Keselamatan Gas Bumi ke Pelanggan Jargas

Celios: Pemerintah Harus Tambah Insentif Listrik Guna Jaga Daya Beli

Celios: Pemerintah Harus Tambah Insentif Listrik Guna Jaga Daya Beli

Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis Demi Target Elektrifikasi 100 Persen

Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis Demi Target Elektrifikasi 100 Persen

Kereta Api Indonesia Angkut 4,03 Juta Ton Batu Bara Januari 2026

Kereta Api Indonesia Angkut 4,03 Juta Ton Batu Bara Januari 2026