Moeldoko: Limbah Baterai EV Jadi Peluang Bisnis dan Lapangan Kerja
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia tidak hanya berhenti pada penjualan unit kendaraan, namun juga membuka dimensi baru dalam industri hilirisasi dan pengelolaan limbah. Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menilai limbah baterai kendaraan listrik (EV) dapat membuka peluang bisnis yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif di Indonesia. Narasi ini memberikan harapan baru bahwa isu lingkungan yang sering dianggap sebagai beban, justru bisa dikonversi menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Baterai yang sering dianggap sebagai akhir dari rantai konsumsi EV, menurut Moeldoko, sebenarnya adalah awal dari siklus ekonomi sirkular yang bernilai tinggi. Baterai EV umumnya memiliki masa pakai hingga delapan tahun dan setelah itu masih menyisakan peluang untuk dijadikan sumber ekonomi baru. Peluang tersebut terbagi menjadi dua skema besar yang dapat dikembangkan oleh para pelaku industri di Tanah Air.
Konsep Daur Ulang dan Alih Fungsi Baterai Bekas
Baca JugaIndonesia Raih Surplus Besar Perdagangan Besi dan Baja pada Tahun 2025
Dalam diskusinya, Moeldoko menjabarkan bahwa strategi pengelolaan baterai purnapakai harus dilakukan secara sistematis. "Ada dua hal pertama yaitu recycle dan repurpose," kata Moeldoko dalam acara EVolution Indonesia Forum CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (3/2). Skema pertama, repurpose, bertujuan untuk memperpanjang nilai guna komponen, sedangkan recycle fokus pada pengambilan kembali material berharga.
Ia menjelaskan baterai yang telah habis masa pakainya akan melalui proses pengecekan. Jika masih layak, sel-sel tertentu dapat dimanfaatkan kembali melalui proses repurpose. Langkah ini sangat efisien karena tidak semua bagian dari baterai rusak secara bersamaan. Sementara itu, untuk baterai yang secara teknis sudah tidak bisa digunakan lagi dalam modul daya, akan langsung masuk ke proses daur ulang (recycle) untuk mengekstraksi mineral mentahnya.
Riset Mendalam dan Kolaborasi Strategis dengan Perguruan Tinggi
Persiapan untuk membangun industri pengolahan limbah ini ternyata bukan rencana instan. Moeldoko bilang persiapan pengelolaan limbah baterai ini sebenarnya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu olehnya melalui sebuah perusahaan. Keseriusan ini ditandai dengan pelibatan akademisi untuk memastikan teknologi yang digunakan tepat guna dan efisien.
Pihaknya menggandeng perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS), untuk melakukan riset mendalam. Tak hanya mengandalkan riset lokal, ia juga melakukan benchmarking ke China yang dinilai lebih maju dalam teknologi pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk menemukan metode terbaik yang sesuai dengan kondisi di Indonesia. "Akhirnya menemukan formula yang saat ini sudah baik," ujarnya.
Potensi Penyerapan 40 Ribu Tenaga Kerja Baru
Skala ekonomi dari bisnis pengelolaan limbah baterai ini diprediksi akan sangat besar dan mampu menjadi solusi bagi ketersediaan lapangan kerja di sektor hijau. Moeldoko memperkirakan jika pengelolaan baterai EV Tanah Air dari periode 2020 hingga 2025 dapat dijalankan secara optimal, sektor ini berpotensi menyerap 40 ribu tenaga kerja. Angka ini mencerminkan betapa masifnya mata rantai industri pendukung EV di masa depan.
Baginya, skala bisnis tersebut akan sangat masif ke depan seiring dengan bertambahnya populasi kendaraan listrik di jalanan Indonesia. Dengan menyerap puluhan ribu pekerja, industri ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) serta penguatan skill tenaga kerja di bidang teknologi baterai.
Penerapan Ekonomi Sirkular pada Sistem Penyimpanan Energi
Moeldoko memberikan gambaran konkret bagaimana sebuah baterai bekas kendaraan tetap bisa menghasilkan uang dan manfaat melalui skema ekonomi sirkular. Dalam skema ini, baterai EV yang repurpose dapat diturunkan fungsinya, dari semula untuk kendaraan listrik menjadi sistem penyimpanan energi (battery storage system) buat panel surya.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Strategi MedcoEnergi Kurangi Emisi Metana Melalui Teknologi Nitrogen Gas Blanketing
- Rabu, 04 Februari 2026
Pemprov Jatim Pasang Listrik Gratis Demi Target Elektrifikasi 100 Persen
- Rabu, 04 Februari 2026












