Diplomasi Strategis Prabowo Subianto Targetkan Pertemuan Bilateral Infrastruktur Dengan Donald Trump
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah mengupayakan langkah diplomasi tingkat tinggi untuk merealisasikan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, di Istana Negara pada Selasa (3 Februari 2026).
Meskipun kedua pemimpin negara tersebut kerap terlihat berinteraksi di berbagai forum multilateral, sebuah pertemuan resmi dalam format bilateral yang lebih eksklusif masih menjadi agenda prioritas yang terus diupayakan oleh pihak Jakarta.
Pertemuan bilateral ini dinilai sangat krusial sebagai wadah dialog resmi untuk membahas kepentingan strategis kedua negara, mulai dari penguatan infrastruktur ekonomi hingga stabilitas keamanan global di tengah dinamika kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang terus berkembang.
Baca JugaMenteri LH dan Pemkot Tangsel Bersinergi Tangani Sampah Secara Maksimal
Upaya Diplomasi Berkelanjutan Sejak Awal Masa Jabatan Trump
Langkah Indonesia untuk mengajak Amerika Serikat duduk bersama dalam meja perundingan bilateral sebenarnya sudah dimulai sejak jauh hari. Upaya ini telah dilakukan secara konsisten sejak April 2025. Pemerintah RI bahkan tercatat telah melayangkan surat permintaan pertemuan resmi sejak awal masa jabatan Trump, jauh sebelum kebijakan tarif impor terbaru AS diumumkan secara global.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa komunikasi antarperwakilan negara terus berjalan intensif di balik layar. ”Sudah ada perbincangan (perwakilan negara), beberapa kali bertemu nanti akan diputuskan,” ujar Teddy. Walau waktu pastinya belum dapat dipastikan, ia menegaskan bahwa komitmen untuk mewujudkan pertemuan ini terus diupayakan oleh kedua belah pihak guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi kedua bangsa.
Riwayat Interaksi Prabowo Subianto dan Trump di Forum Internasional
Meski pertemuan bilateral resmi dalam ruang tertutup belum kunjung terwujud, Presiden Prabowo Subianto tercatat sudah beberapa kali melakukan dialog dengan Donald Trump dalam berbagai kesempatan internasional selama satu tahun terakhir. Beberapa momen penting tersebut antara lain:
Januari 2026: Keduanya bertemu dalam agenda bersejarah penandatanganan kesepakatan bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
World Economic Forum (WEF) 2026: Pertemuan singkat terjadi saat agenda ekonomi dunia berlangsung di Swiss, hanya beberapa hari sebelum pengumuman BoP.
Sharm El-Sheikh, Mesir (Oktober 2025): Diskusi serius di sela-sela International Congress Centre yang sempat terekam kamera memperlihatkan kedekatan personal antara kedua pemimpin tersebut.
Interaksi di sela-sela forum multilateral ini menjadi modal diplomasi yang kuat untuk membangun kedekatan politik sebelum akhirnya melangkah ke pembicaraan bilateral yang lebih formal dan mendalam.
Urgensi dan Tujuan Pertemuan Bilateral Bagi Kepentingan Indonesia
Secara diplomatik, pertemuan bilateral memiliki bobot yang berbeda dibandingkan pertemuan singkat di forum internasional. Forum ini merupakan perundingan resmi antara dua negara berdaulat yang bertujuan untuk membahas agenda spesifik yang bersifat eksklusif. Bagi Indonesia, pertemuan ini sangat penting untuk mendiskusikan sektor-sektor kunci yang mendesak, seperti:
Ekonomi dan Perdagangan: Terutama terkait negosiasi kebijakan tarif impor dan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Indonesia ke Amerika Serikat.
Kerja Sama Infrastruktur: Pengembangan investasi teknologi canggih dan pembangunan fisik strategis yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar asal Amerika Serikat.
Pertahanan dan Keamanan: Mempererat hubungan militer serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik agar tetap kondusif bagi pembangunan.
Menanti Titik Terang Kerja Sama Dua Pemimpin Besar Dunia
Hingga saat ini, pihak Sekretariat Kabinet belum mengungkapkan rincian materi spesifik yang akan dibawa dalam tas diplomatik Presiden RI nanti. Namun, melihat intensitas upaya yang dilakukan, Indonesia tampak sangat serius ingin menyeimbangkan posisi sebagai mitra strategis Amerika Serikat di Asia Tenggara.
Realisasi pertemuan bilateral antara Prabowo Subianto dan Donald Trump diharapkan menjadi titik balik bagi hubungan diplomatik Indonesia-AS di tahun 2026. Dengan duduk bersama secara resmi, kedua negara memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai konsensus yang dapat memitigasi risiko ekonomi global sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional Indonesia menuju masa depan.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sinergi OJK dan Asosiasi Emiten Perkuat Investasi Pasar Modal Lewat Free Float 15 Persen
- Kamis, 05 Februari 2026
OJK Berkomitmen Pasok Data Vital untuk Penegakan Hukum Investasi Pasar Modal Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026
Analisis IHSG dan Strategi Investasi Saham Pilihan Menjelang Rilis Data PDB 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Analisis Investasi Saham Teknikal ASII, KLBF, dan INCO untuk Perdagangan Kamis 5 Februari
- Kamis, 05 Februari 2026
Investasi Strategis Gas Natuna: PLN EPI Siap Mulai Konstruksi Pipa WNTS–Pemping
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Kementerian PU Targetkan Selesai 1.200 Huntara Sumatera Sebelum Ramadhan
- Rabu, 04 Februari 2026
Penguatan Infrastruktur Kreatif Dan Hilirisasi UMKM Indonesia Menuju Pasar Global
- Rabu, 04 Februari 2026





.jpg)






