Kementerian PU Targetkan Selesai 1.200 Huntara Sumatera Sebelum Ramadhan
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan target pembangunan 1.200 hunian sementara (huntara) untuk penyintas bencana di Sumatera harus selesai sebelum Ramadhan 1447 H.
Pada Rabu, 4 Februari 2026, Dody menyampaikan bahwa pembangunan huntara ini menjadi prioritas dalam upaya pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa semua unit huntara yang dibangun oleh Kementerian PU akan rampung tepat waktu sesuai target.
Kementerian PU mendapat mandat untuk membangun 1.200 unit huntara sebagai solusi hunian layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Pembangunan ini dilakukan dengan metode modular agar pengerjaan lebih cepat dan efisien.
Baca JugaMenteri LH dan Pemkot Tangsel Bersinergi Tangani Sampah Secara Maksimal
Dody menambahkan bahwa meskipun cepat, aspek kenyamanan, sanitasi, dan fasilitas dasar pendukung tetap menjadi perhatian utama.
Proyek pembangunan huntara ini merupakan bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan secara terencana dan bertahap.
Fokus utama adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Dody yakin dengan koordinasi yang baik, target penyelesaian sebelum Ramadhan dapat tercapai.
Pembangunan Modular dan Fasilitas Pendukung Huntara
Pendekatan modular yang digunakan dalam pembangunan huntara memungkinkan hunian dapat segera dihuni oleh para penyintas bencana.
Sistem modular ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan tetapi juga memastikan kualitas hunian yang layak. Menteri PU menegaskan bahwa pembangunan juga meliputi penyediaan fasilitas sanitasi dan akses air bersih yang memadai.
Setiap unit huntara dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan bagi penghuni yang akan tinggal selama masa rehabilitasi.
Sanitasi yang baik dan penyediaan sarana air bersih menjadi prioritas untuk menjaga kesehatan masyarakat. Dody menekankan bahwa hunian ini tidak hanya sekadar tempat berteduh, tapi juga harus memenuhi standar kehidupan yang layak.
Pekerjaan pembangunan huntara dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan hingga penyelesaian unit dan fasilitas pendukung.
Proses ini terus diawasi agar kualitas dan waktu penyelesaian dapat dipertahankan. Menteri PU yakin bahwa kolaborasi antar tim di lapangan berjalan dengan baik untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
Peran Kementerian PU dalam Pemulihan Pascabencana Sumatera
Kementerian PU memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pemulihan pascabencana Sumatera berjalan efektif dan cepat.
Huntara yang dibangun menjadi solusi nyata untuk membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas harian dengan aman dan nyaman. Dody menyampaikan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi hingga tuntas.
Selain pembangunan hunian, Kementerian PU juga fokus pada pemulihan infrastruktur dasar lain yang vital bagi masyarakat. Ini termasuk penyediaan akses air bersih, sanitasi, jalan, dan fasilitas pendukung lainnya. Dody menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah.
Peran aktif pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar semua program pemulihan berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.
Menteri PU berharap dukungan dari berbagai pihak terus meningkat sehingga proses rehabilitasi dapat berjalan sesuai jadwal. Dengan upaya terukur dan sinergi yang baik, pemulihan di Sumatera akan semakin cepat dan efektif.
Apresiasi Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono kepada Kementerian PU
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian PU atas kerja cepat dan terukur dalam membangun huntara bagi warga terdampak.
Pada kesempatan yang sama, AHY menyatakan bahwa keberadaan huntara bukan hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tapi juga menjadi pendorong semangat masyarakat.
Menurut AHY, huntara menjadi simbol harapan dan motivasi untuk mempercepat pemulihan wilayah dan kehidupan sosial masyarakat pascabencana.
Ia menilai pembangunan huntara oleh Kementerian PU adalah contoh konkret respons cepat pemerintah terhadap situasi darurat. Hal ini penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus berjalan lancar dan berkelanjutan.
AHY menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian PU dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur sangat diperlukan untuk mengawal proses pemulihan.
Sinergi ini menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur dasar dan huntara dapat selesai tepat waktu. Apresiasi AHY ini memberikan dorongan moral bagi seluruh pihak yang terlibat.
Koordinasi Lintas Kementerian dan Pemerintah Daerah dalam Pemulihan
Kementerian PU dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berkomitmen mengawal penanganan pascabencana hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Mereka juga memastikan pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan, sanitasi, dan fasilitas publik lain berjalan sesuai rencana. Koordinasi lintas kementerian dan dengan pemerintah daerah menjadi pilar utama dalam kesuksesan program ini.
Pentingnya sinergi lintas sektor ini juga diperkuat dengan adanya monitoring berkala terhadap progres pembangunan huntara.
Semua instansi terkait diharapkan dapat berkomunikasi efektif agar kendala di lapangan segera teratasi. Dengan demikian, target penyelesaian huntara sebelum Ramadhan dapat terealisasi tanpa mengurangi kualitas.
Menteri PU dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur terus melakukan evaluasi untuk memastikan seluruh proses pemulihan berjalan optimal.
Mereka mengajak semua pemangku kepentingan untuk tetap berkomitmen dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial ekonomi dan kehidupan masyarakat di Sumatera.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Askrindo Tingkatkan Manajemen Risiko Demi Layanan Asuransi Lebih Stabil
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Penguatan Infrastruktur Kreatif Dan Hilirisasi UMKM Indonesia Menuju Pasar Global
- Rabu, 04 Februari 2026













