Lonjakan Infrastruktur Kendaraan Listrik Kaltimra Capai Kenaikan Transaksi Hingga Dua Ratus Persen
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Era mobilitas ramah lingkungan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) menunjukkan grafik pertumbuhan yang luar biasa sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan terbaru dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimra, tercatat sebanyak 18.932 transaksi pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 200 persen dibandingkan tahun 2024 yang saat itu hanya membukukan 5.489 transaksi.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih kendaraan listrik sebagai moda transportasi utama yang efisien dan rendah emisi. Transisi energi ini menjadi sinyal positif bagi percepatan target net zero emission di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.
Baca JugaMenteri LH dan Pemkot Tangsel Bersinergi Tangani Sampah Secara Maksimal
Perluasan Jaringan Infrastruktur Pengisian Daya di Titik Strategis
Menanggapi tingginya minat masyarakat, PLN terus memperkuat infrastruktur pendukung guna memastikan ketersediaan energi bagi para pengguna kendaraan listrik. Jumlah unit SPKLU di wilayah Kaltimra kini telah bertambah dari 71 menjadi 77 unit. Penambahan enam unit baru ini difokuskan pada lokasi-lokasi strategis di kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan Tarakan.
Langkah ekspansi ini tidak hanya sekadar menambah jumlah, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan melalui teknologi fast charging. Dengan penempatan unit di jalur-jalur utama perkotaan, PLN berupaya memberikan kemudahan akses (infrastruktur fisik) sehingga para pemilik kendaraan listrik tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan daya saat melakukan aktivitas harian maupun perjalanan antar kota.
Analisis Efisiensi Biaya Operasional Kendaraan Listrik Versus BBM
Selain faktor lingkungan, efisiensi ekonomi menjadi alasan utama konsumen beralih ke mesin elektrik. Salah satu pengguna mobil listrik di Balikpapan, M. Samsi, membagikan pengalamannya mengenai penghematan signifikan yang ia rasakan sejak Agustus 2025. Menurutnya, biaya operasional kendaraan listrik mampu memangkas pengeluaran antara 60 hingga 70 persen dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional.
Berikut adalah perbandingan estimasi biaya perjalanan untuk jarak 100 kilometer di awal tahun 2026:
Kendaraan Listrik: Membutuhkan sekitar 15–20 kWh dengan biaya pengisian sekitar Rp 25.000 hingga Rp 34.000.
Kendaraan BBM (Pertalite): Membutuhkan sekitar 8–9 liter dengan biaya sekitar Rp 90.000 (asumsi harga Rp 10.000/liter).
Kendaraan BBM (Pertamax): Dengan harga Rp 12.650/liter, biaya perjalanan dipastikan menembus angka Rp 100.000.
Perbandingan ini membuktikan bahwa energi listrik menawarkan solusi transportasi yang tiga hingga empat kali lebih ekonomis bagi kantong masyarakat.
Inovasi Layanan Digital dan Solusi Pengisian Daya Mobile
Untuk mendukung kenyamanan pengguna, PLN mengintegrasikan layanan infrastruktur mereka ke dalam ekosistem digital melalui aplikasi PLN Mobile. Berbagai fitur mutakhir disediakan untuk mempermudah manajemen perjalanan para pemilik mobil listrik, di antaranya:
Trip Planner: Membantu merencanakan perjalanan dengan memberikan rekomendasi lokasi SPKLU di sepanjang rute yang dilalui.
Real-Time Monitoring: Menampilkan ketersediaan unit pengisian daya dan kapasitas mesin secara instan.
Antreev: Fitur terbaru yang dirilis Desember 2025 untuk memantau antrean di lokasi SPKLU secara langsung agar pengguna dapat mengatur waktu pengisian dengan lebih efisien.
Selain itu, PLN juga menghadirkan inovasi berupa SPKLU Mobile. Sebanyak 15 unit pengisian daya portabel telah disiagakan di jalur-jalur mudik krusial guna memberikan respons cepat dan intensif bagi pengguna yang membutuhkan pengisian daya di lokasi non-permanen.
Optimisme Pertumbuhan Ekosistem Kendaraan Listrik Tahun 2026
Melihat tren positif ini, PLN UID Kaltimra berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur digital dan fisik secara beriringan. Pertumbuhan jumlah mobil listrik secara nasional yang telah menembus angka 30.000 unit per Maret 2025 menjadi katalisator bagi daerah untuk mempercepat kesiapan fasilitas publik.
Ke depannya, penguatan jaringan pengisian daya tidak hanya akan berhenti di pusat kota, tetapi juga mulai menyasar wilayah pendukung lainnya. Sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi dari PLN, dan kesadaran masyarakat akan efisiensi energi diharapkan dapat menjadikan Kalimantan Timur dan Utara sebagai pelopor wilayah dengan ekosistem transportasi berkelanjutan terbaik di Indonesia pada tahun 2026.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sinergi OJK dan Asosiasi Emiten Perkuat Investasi Pasar Modal Lewat Free Float 15 Persen
- Kamis, 05 Februari 2026
OJK Berkomitmen Pasok Data Vital untuk Penegakan Hukum Investasi Pasar Modal Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026
Analisis IHSG dan Strategi Investasi Saham Pilihan Menjelang Rilis Data PDB 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Analisis Investasi Saham Teknikal ASII, KLBF, dan INCO untuk Perdagangan Kamis 5 Februari
- Kamis, 05 Februari 2026
Investasi Strategis Gas Natuna: PLN EPI Siap Mulai Konstruksi Pipa WNTS–Pemping
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Kementerian PU Targetkan Selesai 1.200 Huntara Sumatera Sebelum Ramadhan
- Rabu, 04 Februari 2026
Penguatan Infrastruktur Kreatif Dan Hilirisasi UMKM Indonesia Menuju Pasar Global
- Rabu, 04 Februari 2026





.jpg)






