Kamis, 05 Februari 2026

Real Madrid Masih Goyah, Arbeloa: "Saya Bukan Gandalf"

Real Madrid Masih Goyah, Arbeloa:
Real Madrid Masih Goyah, Arbeloa: "Saya Bukan Gandalf"

JAKARTA - Perjalanan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih utama Real Madrid masih menemui jalan terjal. Meskipun berhasil mengamankan poin penuh dalam laga teranyar melawan Rayo Vallecano pada Minggu (1 Februari 2026), performa Los Blancos dianggap jauh dari kata memuaskan oleh para pendukungnya sendiri.

Kemenangan tipis 2-1 di Santiago Bernabeu tersebut harus diraih dengan susah payah, bahkan membutuhkan gol penalti di menit-menit akhir untuk memastikan keunggulan.

Drama Kemenangan Tipis di Bernabeu

Baca Juga

Investasi Rp25,23 Triliun: Proyek Tol Sicincin–Bukittinggi Ditargetkan Rampung 2031 dengan Teknologi Terowongan

Pertandingan melawan tim papan bawah Rayo Vallecano menjadi gambaran nyata betapa Madrid masih kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka:

Gol Cepat: Vinicius Junior sempat memberi harapan dengan gol pembuka di awal laga.

Kebobolan: Jorge de Frutos menyamakan kedudukan untuk Rayo di awal babak kedua, membuat publik Bernabeu tegang.

Drama Menit Akhir: Meski Rayo bermain dengan 10 orang sejak menit ke-80 (kartu merah Pathe Ciss), Madrid baru bisa mencetak gol kemenangan lewat penalti Kylian Mbappe di masa injury time.

Ketidakpuasan suporter terdengar jelas melalui sorakan bernada ejekan (booing) yang ditujukan kepada Mbappe dkk. meski mereka mengantongi tiga poin.

Statistik Arbeloa: Tajam di Depan, Rapuh di Belakang

Selama enam pertandingan di bawah kendali Arbeloa, Real Madrid mencatatkan statistik yang cukup kontras:

IndikatorCatatan
Rekor Pertandingan4 Menang, 2 Kalah
Produktivitas Gol15 Gol dicetak
Kebobolan8 Gol kemasukan
Posisi LigaMasih bertahan di dua besar
Liga ChampionsHarus melalui babak playoff fase gugur melawan Benfica

Tanggapan Arbeloa: Butuh Waktu, Bukan Sihir

Menanggapi kritik pedas terkait gaya bermain Madrid, Arbeloa menggunakan metafora dari karakter ikonik fiktif untuk menjelaskan bahwa perbaikan tim tidak bisa terjadi dalam sekejap.

Arbeloa menekankan beberapa poin kunci untuk masa depan tim:

Kualitas Tidak Cukup: Memiliki pemain bintang seperti Mbappe dan Vinicius saja tidak menjamin kemenangan di LaLiga.

Faktor Konsistensi: Arbeloa berjanji akan bekerja keras mencapai stabilitas performa.

Standar Real Madrid: Ia menyadari bahwa bermain untuk Madrid berarti harus melakukan usaha ekstra lebih dari tim manapun di Spanyol.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ujian Sesungguhnya Magis Carrick di Liga Inggris: Prediksi Manchester United vs Tottenham Hotspur Pekan ke-25

Ujian Sesungguhnya Magis Carrick di Liga Inggris: Prediksi Manchester United vs Tottenham Hotspur Pekan ke-25

Dominasi Mutlak di Etihad: Manchester City Segel Tiket Final Piala Liga Inggris

Dominasi Mutlak di Etihad: Manchester City Segel Tiket Final Piala Liga Inggris

Persaingan Scudetto Liga Italia Memanas: Rabiot Sebut AC Milan Adalah Penghalang Tunggal Dominasi Inter

Persaingan Scudetto Liga Italia Memanas: Rabiot Sebut AC Milan Adalah Penghalang Tunggal Dominasi Inter

Pilihan 7 Es Teler Favorit Wisatawan Saat Berkunjung ke Yogyakarta 2026

Pilihan 7 Es Teler Favorit Wisatawan Saat Berkunjung ke Yogyakarta 2026

Pilihan 9 Kuliner Sarapan Pagi di Bawen Semarang Lengkap dan Terjangkau 2026

Pilihan 9 Kuliner Sarapan Pagi di Bawen Semarang Lengkap dan Terjangkau 2026