Kebiasaan Harian Sederhana Efektif Menjaga Daya Ingat Tetap Tajam Sejak Muda
- Senin, 26 Januari 2026
JAKARTA - Penurunan daya ingat kerap dianggap sebagai masalah yang hanya muncul ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Padahal, sifat pelupa juga dapat dialami oleh mereka yang masih berusia muda. Dalam banyak kasus, keluhan lupa ini muncul akibat gaya hidup yang kurang sehat, tekanan mental, hingga kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari berdampak pada fungsi otak. Jika terjadi berulang, kondisi ini tentu dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan menurunnya daya ingat antara lain kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, stres berkepanjangan, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga penyakit yang berhubungan dengan kesehatan otak. Oleh karena itu, menjaga fungsi kognitif sejak dini menjadi langkah penting agar risiko pikun dapat ditekan sedini mungkin.
Baca JugaPrediksi UFC Fight Night: Mario Bautista vs Vinicius Oliveira di Kelas Bantam
Melansir Mayo Clinic, hingga saat ini memang belum ada jaminan mutlak untuk mencegah kehilangan ingatan atau demensia. Namun demikian, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang terbukti membantu meningkatkan dan mempertahankan daya ingat. Kebiasaan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa memerlukan upaya yang rumit.
Aktivitas Fisik Rutin Menjaga Aliran Darah Otak
Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk otak. Saat tubuh aktif bergerak, aliran darah ke seluruh organ meningkat, termasuk ke otak. Aliran darah yang lancar membantu suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan otak untuk bekerja secara optimal.
Department of Health and Human Services Amerika Serikat merekomendasikan orang dewasa sehat untuk melakukan aktivitas aerobik sedang, seperti berjalan cepat, setidaknya 150 menit dalam seminggu. Alternatif lainnya adalah aktivitas aerobik berat, seperti joging, selama 75 menit per minggu. Aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan secara konsisten sepanjang minggu.
“Jika Anda tidak memiliki waktu untuk berolahraga dalam durasi panjang, cobalah berjalan kaki selama 10 menit beberapa kali dalam sehari,” tulis Mayo Clinic. Kebiasaan sederhana ini dinilai cukup efektif untuk menjaga ketajaman ingatan.
Stimulasi Mental Bantu Otak Tetap Aktif
Seperti halnya otot yang perlu dilatih, otak juga membutuhkan stimulasi agar tetap bugar. Aktivitas yang melibatkan fungsi berpikir dapat membantu menjaga kesehatan otak dan memperlambat penurunan daya ingat.
Beragam kegiatan yang melibatkan otak antara lain mengerjakan teka-teki silang, membaca buku, bermain alat musik, atau mempelajari keterampilan baru. Bahkan, aktivitas sosial seperti menjadi sukarelawan juga disebut mampu menjaga fungsi kognitif karena melibatkan interaksi dan pemecahan masalah.
Dengan melibatkan otak secara aktif, koneksi antarsel saraf dapat terus terjaga sehingga kemampuan mengingat pun tetap optimal.
Interaksi Sosial Kurangi Risiko Stres Dan Depresi
Meski terkadang terasa melelahkan, menjalin hubungan sosial ternyata berdampak positif bagi kesehatan otak. Interaksi dengan orang lain dapat mengurangi risiko stres dan depresi, dua kondisi yang sering dikaitkan dengan penurunan daya ingat.
Menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, pasangan, atau sahabat dapat membantu menjaga kesehatan mental. Hal ini menjadi semakin penting bagi mereka yang tinggal sendiri, karena isolasi sosial dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.
Dengan tetap terhubung secara sosial, seseorang tidak hanya merasa lebih bahagia, tetapi juga membantu menjaga daya ingat tetap stabil.
Hidup Teratur Bantu Kurangi Kebiasaan Lupa
Kehidupan yang tidak terorganisir sering kali membuat seseorang mudah lupa. Oleh karena itu, menerapkan pola hidup teratur menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga daya ingat.
Mencatat agenda harian di buku catatan atau kalender dapat membantu mengingat aktivitas penting. Mengatur pengingat atau alarm juga disarankan agar tidak melewatkan jadwal tertentu. Selain itu, fokus mengerjakan satu tugas sebelum beralih ke tugas lain dapat membantu otak bekerja lebih efektif.
Lingkungan yang rapi juga berpengaruh. Rumah dan barang-barang yang tertata dengan baik memudahkan pencarian benda penting seperti kunci, dompet, atau kacamata, sehingga mengurangi stres dan kebingungan.
Tidur Cukup Dukung Proses Penyimpanan Memori
Tidur memiliki peran penting dalam proses penyimpanan memori. Kurang tidur, tidur gelisah, atau tidur yang sering terganggu kerap dikaitkan dengan menurunnya kemampuan mengingat.
Bagi orang dewasa, durasi tidur yang dianjurkan adalah tujuh hingga sembilan jam per malam. Tidur yang cukup tidak hanya membantu mencegah penurunan daya ingat, tetapi juga membuat tubuh lebih segar dan fokus saat menjalani aktivitas harian.
Dengan kualitas tidur yang baik, otak memiliki waktu yang cukup untuk memproses dan menyimpan informasi yang diterima sepanjang hari.
Asupan Sehat Dan Kendali Penyakit Kronis
Pola makan seimbang berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. Konsumsi protein rendah lemak, buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian utuh secara rutin diklaim mampu mendukung fungsi kognitif. Sebaliknya, konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu kebingungan dan kehilangan ingatan.
Selain itu, pengelolaan penyakit kronis juga penting. Tekanan darah tinggi, diabetes, depresi, gangguan pendengaran, dan obesitas dapat memengaruhi daya ingat jika tidak ditangani dengan baik. Mematuhi saran dokter dan rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dapat membantu menjaga kesehatan otak.
Memahami efek samping obat yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan, karena beberapa jenis obat dapat memengaruhi fungsi ingatan. Dengan menjaga gaya hidup sehat secara menyeluruh, risiko pikun di usia muda pun dapat ditekan secara signifikan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Real Madrid Cari Pengganti Modric-Kroos, Mac Allister Jadi Target Utama
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain
- Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Dana Enam Miliar Dolar Demi Kebangkitan Industri Tekstil Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Jamu Indonesia Kuat dalam Budaya dan Berpeluang Besar Menggerakkan Ekonomi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026












