Jumat, 06 Februari 2026

Kebiasaan Harian Sederhana Efektif Menjaga Daya Ingat Tetap Tajam Sejak Muda

Kebiasaan Harian Sederhana Efektif Menjaga Daya Ingat Tetap Tajam Sejak Muda
Kebiasaan Harian Sederhana Efektif Menjaga Daya Ingat Tetap Tajam Sejak Muda

JAKARTA - Penurunan daya ingat kerap dianggap sebagai masalah yang hanya muncul ketika seseorang memasuki usia lanjut. 

Padahal, sifat pelupa juga dapat dialami oleh mereka yang masih berusia muda. Dalam banyak kasus, keluhan lupa ini muncul akibat gaya hidup yang kurang sehat, tekanan mental, hingga kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari berdampak pada fungsi otak. Jika terjadi berulang, kondisi ini tentu dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.

Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan menurunnya daya ingat antara lain kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, stres berkepanjangan, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga penyakit yang berhubungan dengan kesehatan otak. Oleh karena itu, menjaga fungsi kognitif sejak dini menjadi langkah penting agar risiko pikun dapat ditekan sedini mungkin.

Baca Juga

Prediksi UFC Fight Night: Mario Bautista vs Vinicius Oliveira di Kelas Bantam

Melansir Mayo Clinic, hingga saat ini memang belum ada jaminan mutlak untuk mencegah kehilangan ingatan atau demensia. Namun demikian, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang terbukti membantu meningkatkan dan mempertahankan daya ingat. Kebiasaan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa memerlukan upaya yang rumit.

Aktivitas Fisik Rutin Menjaga Aliran Darah Otak

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk otak. Saat tubuh aktif bergerak, aliran darah ke seluruh organ meningkat, termasuk ke otak. Aliran darah yang lancar membantu suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan otak untuk bekerja secara optimal.

Department of Health and Human Services Amerika Serikat merekomendasikan orang dewasa sehat untuk melakukan aktivitas aerobik sedang, seperti berjalan cepat, setidaknya 150 menit dalam seminggu. Alternatif lainnya adalah aktivitas aerobik berat, seperti joging, selama 75 menit per minggu. Aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan secara konsisten sepanjang minggu.

“Jika Anda tidak memiliki waktu untuk berolahraga dalam durasi panjang, cobalah berjalan kaki selama 10 menit beberapa kali dalam sehari,” tulis Mayo Clinic. Kebiasaan sederhana ini dinilai cukup efektif untuk menjaga ketajaman ingatan.

Stimulasi Mental Bantu Otak Tetap Aktif

Seperti halnya otot yang perlu dilatih, otak juga membutuhkan stimulasi agar tetap bugar. Aktivitas yang melibatkan fungsi berpikir dapat membantu menjaga kesehatan otak dan memperlambat penurunan daya ingat.

Beragam kegiatan yang melibatkan otak antara lain mengerjakan teka-teki silang, membaca buku, bermain alat musik, atau mempelajari keterampilan baru. Bahkan, aktivitas sosial seperti menjadi sukarelawan juga disebut mampu menjaga fungsi kognitif karena melibatkan interaksi dan pemecahan masalah.

Dengan melibatkan otak secara aktif, koneksi antarsel saraf dapat terus terjaga sehingga kemampuan mengingat pun tetap optimal.

Interaksi Sosial Kurangi Risiko Stres Dan Depresi

Meski terkadang terasa melelahkan, menjalin hubungan sosial ternyata berdampak positif bagi kesehatan otak. Interaksi dengan orang lain dapat mengurangi risiko stres dan depresi, dua kondisi yang sering dikaitkan dengan penurunan daya ingat.

Menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, pasangan, atau sahabat dapat membantu menjaga kesehatan mental. Hal ini menjadi semakin penting bagi mereka yang tinggal sendiri, karena isolasi sosial dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.

Dengan tetap terhubung secara sosial, seseorang tidak hanya merasa lebih bahagia, tetapi juga membantu menjaga daya ingat tetap stabil.

Hidup Teratur Bantu Kurangi Kebiasaan Lupa

Kehidupan yang tidak terorganisir sering kali membuat seseorang mudah lupa. Oleh karena itu, menerapkan pola hidup teratur menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga daya ingat.

Mencatat agenda harian di buku catatan atau kalender dapat membantu mengingat aktivitas penting. Mengatur pengingat atau alarm juga disarankan agar tidak melewatkan jadwal tertentu. Selain itu, fokus mengerjakan satu tugas sebelum beralih ke tugas lain dapat membantu otak bekerja lebih efektif.

Lingkungan yang rapi juga berpengaruh. Rumah dan barang-barang yang tertata dengan baik memudahkan pencarian benda penting seperti kunci, dompet, atau kacamata, sehingga mengurangi stres dan kebingungan.

Tidur Cukup Dukung Proses Penyimpanan Memori

Tidur memiliki peran penting dalam proses penyimpanan memori. Kurang tidur, tidur gelisah, atau tidur yang sering terganggu kerap dikaitkan dengan menurunnya kemampuan mengingat.

Bagi orang dewasa, durasi tidur yang dianjurkan adalah tujuh hingga sembilan jam per malam. Tidur yang cukup tidak hanya membantu mencegah penurunan daya ingat, tetapi juga membuat tubuh lebih segar dan fokus saat menjalani aktivitas harian.

Dengan kualitas tidur yang baik, otak memiliki waktu yang cukup untuk memproses dan menyimpan informasi yang diterima sepanjang hari.

Asupan Sehat Dan Kendali Penyakit Kronis

Pola makan seimbang berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. Konsumsi protein rendah lemak, buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian utuh secara rutin diklaim mampu mendukung fungsi kognitif. Sebaliknya, konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu kebingungan dan kehilangan ingatan.

Selain itu, pengelolaan penyakit kronis juga penting. Tekanan darah tinggi, diabetes, depresi, gangguan pendengaran, dan obesitas dapat memengaruhi daya ingat jika tidak ditangani dengan baik. Mematuhi saran dokter dan rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Memahami efek samping obat yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan, karena beberapa jenis obat dapat memengaruhi fungsi ingatan. Dengan menjaga gaya hidup sehat secara menyeluruh, risiko pikun di usia muda pun dapat ditekan secara signifikan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Real Madrid Cari Pengganti Modric-Kroos, Mac Allister Jadi Target Utama

Real Madrid Cari Pengganti Modric-Kroos, Mac Allister Jadi Target Utama

Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain

Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain

Pemerintah Siapkan Dana Enam Miliar Dolar Demi Kebangkitan Industri Tekstil Nasional

Pemerintah Siapkan Dana Enam Miliar Dolar Demi Kebangkitan Industri Tekstil Nasional

Jamu Indonesia Kuat dalam Budaya dan Berpeluang Besar Menggerakkan Ekonomi Nasional

Jamu Indonesia Kuat dalam Budaya dan Berpeluang Besar Menggerakkan Ekonomi Nasional

Timnas Futsal Indonesia Tekuk Jepang 2-1 di Piala Asia 2026

Timnas Futsal Indonesia Tekuk Jepang 2-1 di Piala Asia 2026