Transportasi Umum Terintegrasi Jadi Solusi Kurangi Emisi Indonesia
- Sabtu, 17 Januari 2026
JAKARTA - Pengalaman tinggal di luar negeri membuka mata penulis tentang keunggulan transportasi umum terintegrasi.
Sistem seperti Boston dan Melbourne bukan sekadar nyaman, tetapi juga hemat emisi, efisien, dan praktis. Model ini memadukan kereta, bus, sepeda, dan jalur pejalan kaki secara mulus, sehingga warga lebih memilih transportasi umum daripada kendaraan pribadi.
Di Indonesia, situasi berbeda. Transportasi masih terfragmentasi, misalnya MRT Jakarta yang hanya melayani sebagian wilayah. Penumpang harus menyeberang jalan jauh atau menghadapi risiko demi naik TransJakarta. Akibatnya, kendaraan pribadi tetap dominan, memicu kemacetan dan emisi karbon tinggi.
Baca JugaDua Tren Hunian Villa Premium Mengubah Pasar Properti Canggu
Pendekatan sistem transportasi terintegrasi terbukti mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas hidup. Integrasi berarti mempermudah peralihan moda transportasi tanpa hambatan, mulai dari kereta ke sepeda hingga bus. Jika diterapkan di kota besar Indonesia, langkah ini bisa menurunkan ketergantungan kendaraan pribadi secara signifikan.
Selain praktis, transportasi umum terintegrasi menciptakan dampak ekonomi positif. Pengurangan emisi menghemat biaya kesehatan, energi, dan bahan bakar, sekaligus memberi peluang industri otomotif beralih ke kendaraan listrik. Kota-kota yang ramah transportasi menjadi lebih layak huni, menarik investasi dan pariwisata.
Pengalaman Global dan Dampaknya pada Pemilihan Moda Transportasi
Di Boston, warga turun dari MBTA subway dan langsung menemukan sepeda berbagi di pintu keluar. Sistem pembayaran terintegrasi dalam satu aplikasi mempermudah perjalanan, sementara trotoar lebar dan jalur sepeda aman menambah kenyamanan.
Hasilnya, masyarakat memilih transportasi umum bukan karena keterpaksaan, tetapi karena lebih cepat dan nyaman. Data menunjukkan bus dan kereta menghemat empat hingga lima kali emisi per penumpang dibanding mobil pribadi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa integrasi tidak sekadar masalah lingkungan, tetapi juga efisiensi urban.
Di Belanda, integrasi moda transportasi lebih ekstrem. Kota Utrecht hampir seluruh warganya bergerak tanpa mobil pribadi melalui kartu tunggal OV-chipkaart yang menghubungkan kereta, tram, bus, dan sepeda. Contoh ini menjadi blueprint potensial bagi Indonesia untuk mengurangi emisi dan kemacetan.
Kondisi Transportasi Indonesia dan Tantangan Integrasi
Di Jakarta, integrasi masih minim. MRT dan TransJakarta berjalan terpisah, begitu juga dengan KRL dan angkutan lokal. Warga yang turun di stasiun MRT Lebak Bulus harus menempuh jarak jauh ke halte TransJakarta, kadang menyeberang jalan berisiko.
Hasilnya, 85 persen perjalanan masih menggunakan kendaraan pribadi, menyumbang 27 juta ton emisi karbon setiap tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya investasi sistem transportasi terpadu, bukan sekadar menambah jalur baru atau menambah armada.
Langkah integrasi harus mencakup pembayaran terpadu, layanan last mile, trotoar aman, dan penyediaan bike sharing. Kombinasi ini menjadikan transportasi umum lebih menarik bagi semua lapisan masyarakat, termasuk profesional muda yang sebelumnya lebih memilih mobil pribadi.
Langkah Strategis Menuju Transportasi Terintegrasi
Solusi konkret mencakup integrasi pembayaran nasional dalam satu aplikasi untuk MRT, KRL, TransJakarta, GoJek, dan sepeda umum. Bike sharing tersedia di setiap pintu keluar stasiun, sementara trotoar aman menghubungkan jalur pejalan kaki ke moda transportasi lain.
Last mile solution berbasis kendaraan listrik perlu terjangkau dan tersedia dari halte ke rumah. Transformasi persepsi juga penting: transportasi umum harus dilihat sebagai pilihan cerdas dan efisien, bukan sekadar opsi “murah” atau bagi yang tidak punya kendaraan pribadi.
Dampak ekonomi dari integrasi transportasi cukup signifikan. Penghematan emisi diperkirakan mencapai Rp 150 triliun per tahun, serta pengurangan impor BBM sekitar 20 miliar dolar AS. Industri otomotif pun dapat pivot ke manufaktur bus listrik, mendukung keberlanjutan dan investasi hijau.
Dengan transportasi umum terintegrasi, Indonesia memiliki peluang besar mengubah kota-kota besar dari macet dan polusi menjadi lingkungan urban layak huni kelas dunia. Langkah ini bukan sekadar kebijakan transportasi, tetapi revolusi gaya hidup dan urban design yang berdampak panjang bagi ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Integrasi Transportasi Publik Mempermudah Perjalanan Penumpang Whoosh
- Sabtu, 17 Januari 2026
Terpopuler
1.
10 Ide Kreatif Olahan Nasi Sisa Lezat Hemat dan Praktis Keluarga
- 17 Januari 2026
2.
Dua Tren Hunian Villa Premium Mengubah Pasar Properti Canggu
- 17 Januari 2026













