Teknologi Modern, Kakorlantas Kenalkan ETLE Drone Untuk Lalu Lintas
- Rabu, 14 Januari 2026
JAKARTA - Penegakan hukum lalu lintas di Indonesia memasuki era baru dengan hadirnya teknologi drone.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut bahwa ETLE Drone Patroli Presisi menjadi terobosan strategis yang menaruh fokus pada keamanan dan ketertiban jalan raya.
“Ini menandai perubahan besar dari pengawasan berbasis darat menuju pengawasan udara yang real time dan terintegrasi,” kata Agus di Jakarta, Rabu. Teknologi ini dirancang untuk memantau pelanggaran lalu lintas secara lebih cepat, akurat, dan objektif.
Baca JugaFokus Presiden Prabowo pada Percepatan Pembangunan Kawasan IKN
Selain memudahkan penegakan hukum, ETLE drone diharapkan menaruh efek preventif. Masyarakat diharapkan lebih disiplin berlalu lintas karena pengawasan tidak hanya terbatas pada patroli konvensional, tetapi juga pemantauan udara.
Dengan adanya ETLE drone, proses penindakan pelanggaran lalu lintas tidak hanya cepat, tetapi juga berbasis data dan bukti digital, sehingga transparansi dan akuntabilitas menjadi lebih terjaga.
Pemantauan Lalu Lintas Dari Udara
ETLE drone memiliki kemampuan untuk merekam situasi lalu lintas dari ketinggian, sehingga pelanggaran yang sulit dideteksi kamera statis atau patroli darat bisa terpantau. “Kamera drone mampu memantau pelanggaran seperti menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga pelanggaran di titik rawan kecelakaan,” imbuh Agus.
Teknologi ini memungkinkan pengawasan menyeluruh, termasuk di area padat dan titik rawan kecelakaan. Dengan cakupan luas, drone menjadi alat strategis untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, kemampuan drone untuk menangkap bukti secara real time menaruh nilai tambah bagi efektivitas penegakan hukum. Pelanggaran yang terekam langsung tervalidasi sebagai bukti elektronik dan terhubung dengan sistem ETLE nasional.
Pendekatan ini menjadikan penindakan lebih cepat, tepat sasaran, dan meminimalkan kesalahan atau sengketa antara petugas dan pelanggar.
Transparansi dan Objektivitas Penegakan Hukum
Salah satu keunggulan ETLE drone adalah mengurangi kontak langsung antara petugas dan pelanggar. “Penggunaan ETLE drone meminimalkan kontak langsung antara petugas dan pelanggar,” ucap Agus.
Sistem berbasis data digital memastikan bukti pelanggaran tercatat secara transparan dan tidak memihak. Hal ini sekaligus menaruh pengaruh positif bagi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Teknologi ini juga menurunkan potensi penyimpangan di lapangan, karena proses penindakan lebih objektif. Semua pelanggaran tercatat dalam sistem yang terintegrasi, sehingga transparansi lebih terjaga.
Dengan bukti elektronik yang sah, proses tilang menjadi lebih efisien, meminimalkan konflik, dan mempercepat pengiriman denda atau sanksi administratif.
Efektivitas dan Pencegahan Pelanggaran
Penerapan ETLE drone bukan hanya soal penindakan, tetapi juga menaruh fokus pada pencegahan. Jangkauan luas drone memungkinkan Polri memantau area sulit dijangkau, termasuk titik padat lalu lintas dan wilayah rawan kecelakaan.
Agus menekankan bahwa teknologi ini hadir sebagai bagian dari strategi membangun budaya tertib berlalu lintas. Dengan pemantauan udara, masyarakat akan lebih sadar akan disiplin berlalu lintas.
Selain itu, ETLE drone menaruh peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Pelanggaran bisa dicegah lebih awal karena pengawasan lebih intensif dan menyeluruh, termasuk pada jalur yang sebelumnya sulit diawasi.
Efek jangka panjang diharapkan membentuk perilaku berkendara yang lebih tertib dan aman, mendukung visi Polri untuk mewujudkan lalu lintas yang modern dan humanis.
Budaya Tertib dan Keselamatan Lalu Lintas
Agus menegaskan, tujuan utama penerapan ETLE drone adalah melindungi nyawa pengguna jalan. “Teknologi ini kami hadirkan untuk keselamatan. Tujuan akhirnya adalah melindungi nyawa dan menciptakan lalu lintas yang tertib serta beradab,” ujarnya.
Selain itu, ETLE drone menaruh peran dalam mendukung kebijakan modernisasi penegakan hukum yang mengutamakan keadilan dan kesetaraan. Semua pelanggaran dicatat dengan bukti sah dan proses yang transparan.
Dengan pendekatan ini, Polri berharap bisa membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kepatuhan lalu lintas. Penegakan hukum tidak lagi sekadar menghukum, tetapi juga menaruh efek edukatif dan preventif.
Teknologi ini juga menaruh harapan agar Indonesia memiliki sistem pengawasan lalu lintas berbasis digital yang handal, modern, dan berkelanjutan.
Integrasi Sistem ETLE Nasional
Setiap pelanggaran yang terekam drone langsung terhubung dengan sistem ETLE nasional, sehingga proses penindakan lebih cepat dan akurat. Dengan integrasi ini, data pelanggaran dapat dianalisis untuk perencanaan rekayasa lalu lintas dan mitigasi kecelakaan.
Keunggulan sistem terintegrasi juga menaruh manfaat bagi perencanaan strategi patroli darat dan udara, sehingga pengawasan bisa lebih efisien dan efektif.
Penerapan ETLE drone menunjukkan lompatan besar dalam penegakan hukum lalu lintas, sekaligus menaruh harapan bagi budaya berkendara yang tertib, humanis, dan modern di Indonesia.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Prioritas Pendidikan, Mendikdasmen Resmikan 96 Sekolah Tangerang Raya
- Rabu, 14 Januari 2026
Keselamatan Bayi, BPOM Instruksikan Nestlé Hentikan Distribusi Formula
- Rabu, 14 Januari 2026
Terpopuler
1.
Resep Kue Mangkok Kukus Tetap Mekar Pakai Magic Com Praktis
- 14 Januari 2026
2.
Resep Kue Lumpur Simpel, Mudah Dicoba di Rumah Setiap Saat
- 14 Januari 2026
3.
Waktu Olahraga Tepat untuk Bakar Lemak Perut Tersembunyi
- 14 Januari 2026
4.
Sayuran Terpapar Mikroplastik, Ini Daftar Terbanyak Ditemukan
- 14 Januari 2026
5.
Makanan Kukusan di Meja, Manfaatnya untuk Tubuh Terungkap
- 14 Januari 2026













.jpg)