PT Archi Indonesia Optimalkan Eksplorasi Emas Toka Tindung Perkuat Cadangan
- Selasa, 13 Januari 2026
JAKARTA - PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengalokasikan dana sekitar US$10 juta atau Rp168,53 miliar untuk kegiatan eksplorasi pada 2025.
Investasi ini difokuskan untuk memperkuat cadangan emas di Tambang Toka Tindung, Sulawesi Utara. ARCI melaksanakan eksplorasi melalui entitas anak, PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya.
Sepanjang tahun 2025, ARCI telah menyelesaikan pengeboran di 397 titik dengan total kedalaman mencapai 85.893 meter.
Baca JugaEkspansi Toko Daging Nusantara Targetkan 500 Gerai di Seluruh Indonesia
Pengeboran dilakukan di Koridor Timur dan Koridor Barat guna meningkatkan klasifikasi sumber daya dan cadangan emas. Metode yang digunakan berupa diamond drilling dan reverse circulation agar hasil pengeboran akurat dan efektif.
Distribusi pengeboran merata sepanjang tahun dengan kuartal I mencapai 19.833 meter dan puncak di kuartal IV sebanyak 22.719 meter.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen ARCI dalam menjaga kesinambungan eksplorasi sepanjang tahun. Kadar emas yang ditemukan mencapai 26,57 gram per ton pada beberapa interval pengeboran.
Temuan Kadar Emas dan Potensi Tambang
Hasil eksplorasi menunjukkan kadar emas tinggi yang signifikan pada beberapa titik pengeboran di Tambang Toka Tindung. Temuan terbaik mencatat kadar emas hingga 26,57 gram per ton pada interval 5,40 meter. Selain itu, kadar emas lainnya sebesar 13,66 gram per ton pada interval 11,10 meter memberikan indikasi potensi cadangan yang menjanjikan.
Potensi kadar emas yang tinggi ini menjadi modal penting untuk mendukung target produksi emas ARCI ke depan. Lokasi tambang yang strategis dan luas konsesi mencapai 39.817 hektare menambah daya tarik investasi. Tambang beroperasi di bawah dua Kontrak Karya dengan masa berlaku hingga 2041, memberikan kepastian hukum yang kuat.
Perusahaan juga memperoleh jaminan perpanjangan kontrak melalui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). IUPK ini dapat diperpanjang dua kali dalam jangka waktu 10 tahun, memberikan kestabilan pengelolaan sumber daya. Dengan kepastian regulasi, ARCI dapat melakukan perencanaan jangka panjang dengan lebih efektif.
Strategi Operasional dan Teknologi Eksplorasi
ARCI memanfaatkan teknologi pengeboran modern untuk mengoptimalkan hasil eksplorasi dan meminimalkan dampak lingkungan. Metode diamond drilling memberikan informasi rinci tentang formasi batuan dan kandungan mineral. Sementara reverse circulation memungkinkan pengeboran lebih cepat dengan efisiensi biaya.
Perusahaan juga mengadopsi pendekatan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Kegiatan eksplorasi dirancang untuk meminimalkan gangguan terhadap ekosistem sekitar. Hal ini sejalan dengan standar global industri pertambangan yang semakin menuntut keberlanjutan.
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama ARCI. Perusahaan menginvestasikan pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk mendukung teknologi baru. Tim eksplorasi didukung sistem informasi yang terintegrasi guna mempercepat pengolahan data dan pengambilan keputusan.
Kinerja Saham dan Respon Pasar
Saham ARCI di Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan positif sebesar 10,49 persen sejak awal tahun 2026. Pada perdagangan 12 Januari 2026, harga saham ARCI berada di level Rp1.790 per lembar. Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap rencana penguatan cadangan dan ekspansi tambang.
Peningkatan harga saham juga menunjukkan kepercayaan pasar terhadap manajemen perusahaan dan prospek industri emas nasional. Investor melihat potensi ARCI sebagai pemain utama yang mampu meningkatkan produksi emas.
Strategi eksplorasi agresif dan hasil pengeboran yang menggembirakan menjadi faktor pendukung utama.
Dengan sentimen positif ini, ARCI diharapkan mampu menarik lebih banyak investor domestik maupun asing. Hal ini akan memperkuat posisi perusahaan dalam memperoleh pendanaan untuk pengembangan lebih lanjut. Kinerja pasar yang solid juga membuka peluang untuk ekspansi usaha di masa depan.
Prospek Jangka Panjang dan Tantangan Mendatang
ARCI memiliki prospek cerah untuk terus berkembang berkat basis cadangan emas yang kuat di Tambang Toka Tindung. Dukungan regulasi berupa kontrak karya dan IUPK menjamin kelangsungan operasi hingga 2041 dan kemungkinan perpanjangan.
Pengembangan sumber daya dengan teknologi mutakhir juga menambah daya saing perusahaan.
Namun, tantangan seperti fluktuasi harga emas global dan risiko lingkungan tetap harus diwaspadai. ARCI perlu terus meningkatkan efisiensi operasional agar tetap kompetitif di pasar. Selain itu, perusahaan harus menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan lokal dan pemerintah.
Penguatan manajemen risiko dan penerapan prinsip keberlanjutan menjadi kunci kesuksesan jangka panjang. ARCI berkomitmen untuk tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Dengan strategi matang, ARCI siap menghadapi berbagai dinamika dan mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Enday Prasetyo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gibran Targetkan Kontribusi Pariwisata Nasional Meningkat Signifikan
- Selasa, 13 Januari 2026
Pemerintah Lanjutkan Program Paket Ekonomi Dorong Pertumbuhan dan Lapangan Kerja
- Selasa, 13 Januari 2026
Kadin Manfaatkan Momentum ABAC untuk Perluas Pasar Perdagangan Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
Berita Lainnya
Layanan DAMRI Bandara YIA Mempermudah Perjalanan Wisatawan dan Warga Lokal
- Selasa, 13 Januari 2026
KRL Jabodetabek Catat Rekor Jumlah Penumpang Tertinggi Sepanjang Tahun 2025
- Selasa, 13 Januari 2026
Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
Produksi Emas BRMS Diprediksi Naik Signifikan Sepanjang Tahun 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Terpopuler
2.
3.
Strategi Cerdas Investasi Emas 2026 di Tengah Kenaikan Harga
- 13 Januari 2026
4.
Kenaikan Harga Buyback Emas Antam 13 Januari 2026 di Pegadaian
- 13 Januari 2026
5.
AAUI Ungkap Tantangan dan Peluang Baru Asuransi Kesehatan 2026
- 13 Januari 2026












