Selasa, 13 Januari 2026

Kemenkop Targetkan 26.000 Gerai Kopdes Merah Putih Tahun 2026

Kemenkop Targetkan 26.000 Gerai Kopdes Merah Putih Tahun 2026
Kemenkop Targetkan 26.000 Gerai Kopdes Merah Putih Tahun 2026

JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah fokus mempercepat pembangunan gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. 

Target yang dibidik adalah sebanyak 26.000 gerai fisik harus sudah berdiri pada April 2026. Program ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun lebih dari 80.000 gerai fisik di seluruh pelosok Indonesia.

Hingga kini, tercatat sudah ada 13.000 gerai fisik yang berhasil dibangun dan mulai beroperasi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono optimistis target 26.000 gerai tersebut bisa dicapai tepat waktu. Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan gerai memerlukan sinergi dan kolaborasi antar berbagai kementerian dan lembaga negara.

Baca Juga

RDMP Pertamina Balikpapan Hasilkan BBM Bersih Standar Euro 5 Terbaru

Untuk itu, Kemenkop segera melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pengelola BUMN, dan Kementerian Dalam Negeri. Koordinasi ini menjadi penting mengingat tantangan penyediaan lahan yang selama ini menjadi kendala utama pembangunan gerai fisik.

Sinergi Lintas Kementerian dan Penyediaan Lahan

Kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam akselerasi pembangunan gerai Kopdes Merah Putih. Lebih dari 44.000 titik lahan telah berhasil dipetakan sebagai lokasi potensial untuk pembangunan gerai. 

Pemetaan ini menunjukkan kesiapan yang cukup besar untuk mendukung target pemerintah dalam membangun gerai secara masif.

Namun, proses penyediaan lahan masih menghadapi sejumlah tantangan administratif dan teknis yang perlu diselesaikan. 

Untuk itu, Kemenkop menjalin koordinasi dengan Kementerian Agraria dan BPN untuk mempercepat proses sertifikasi dan pengurusan dokumen lahan. Pendekatan lintas sektor juga diharapkan dapat meminimalkan hambatan birokrasi.

Selain itu, keterlibatan Badan Pengelola BUMN dan Kementerian Dalam Negeri menjadi sangat penting untuk memperkuat dukungan teknis dan pengawasan pembangunan gerai. Dengan kolaborasi yang solid, pemerintah optimistis dapat mempercepat realisasi gerai hingga target yang ditentukan.

Penguatan Kapasitas dan Digitalisasi Koperasi Desa

Pembangunan gerai fisik tidak hanya soal bangunan semata, tapi juga penguatan kapasitas internal koperasi. 

Berdasarkan data sistem informasi command center Kemenkop, sudah ada 83.000 koperasi yang berbadan hukum dengan jumlah anggota mencapai 1,65 juta orang. Jumlah ini menunjukkan potensi besar koperasi di Indonesia yang perlu terus dikembangkan.

Kemenkop aktif melakukan pelatihan sumber daya manusia agar koperasi bisa mengelola gerai dengan lebih profesional dan efisien. Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi. 

Dengan sistem digital, operasional koperasi dapat berjalan lebih transparan dan terukur, sekaligus memudahkan pelaporan serta pengawasan.

Selain itu, koperasi didorong untuk masuk ke sektor pangan strategis, khususnya beras, dengan dukungan teknologi Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pemantauan distribusi dan produksi secara real-time, sehingga pengelolaan pangan bisa dilakukan secara lebih efisien dan akuntabel.

Dukungan Infrastruktur dari Sektor Pertahanan dan Pangan

Selain dukungan dari kementerian terkait, sektor pertahanan dan pangan juga memberikan kontribusi penting dalam pembangunan gerai Kopdes Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pembangunan gerai mendapat sokongan dari PT Agrinas Pangan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sinergi ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan usaha hulu hingga hilir. Kehadiran gerai fisik yang tersebar di desa-desa dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi petani dan masyarakat setempat. 

Dengan jaringan yang kuat, gerai koperasi diharapkan menjadi penghubung langsung antara produsen dan pasar yang lebih luas.

Selain itu, dukungan infrastruktur yang optimal dari sektor pertahanan akan mempercepat proses pembangunan dan pengoperasian gerai. Pemerintah berkomitmen membangun gerai tidak hanya sebagai sarana fisik, tetapi juga sebagai pendorong ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.

Harapan dan Tantangan dalam Mewujudkan Gerai Kopdes Merah Putih

Kemenkop dan seluruh pemangku kepentingan optimistis target pembangunan 26.000 gerai fisik Kopdes Merah Putih dapat tercapai tepat waktu. Program ini menjadi salah satu langkah strategis mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam pemberdayaan koperasi dan penguatan ekonomi desa.

Meski demikian, tantangan besar masih ada, terutama terkait dengan penyediaan lahan dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah terus memantau dan menyesuaikan strategi guna mengatasi hambatan tersebut dengan cepat. 

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penggunaan teknologi juga menjadi faktor penting keberhasilan.

Dengan komitmen bersama, gerai Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian masyarakat desa. Pemerintah berharap gerai-gerai tersebut menjadi fondasi kokoh dalam mendorong ekonomi inklusif dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Enday Prasetyo

Enday Prasetyo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kadin Manfaatkan Momentum ABAC untuk Perluas Pasar Perdagangan Indonesia

Kadin Manfaatkan Momentum ABAC untuk Perluas Pasar Perdagangan Indonesia

Proyek Waste to Energy Dorong Investasi Besar Atasi Sampah Nasional

Proyek Waste to Energy Dorong Investasi Besar Atasi Sampah Nasional

Update Harga Minyak Dunia Naik Signifikan, Peluang Pasar Energi Semakin Menguat

Update Harga Minyak Dunia Naik Signifikan, Peluang Pasar Energi Semakin Menguat

Indonesia Berhasil Raih Swasembada Beras Nasional Hanya Dalam Satu Tahun

Indonesia Berhasil Raih Swasembada Beras Nasional Hanya Dalam Satu Tahun

Bulog Perkuat Layanan Pangan Nasional Melalui Penerapan Sistem Margin Fee

Bulog Perkuat Layanan Pangan Nasional Melalui Penerapan Sistem Margin Fee