JAKARTA - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memandang tahun 2026 sebagai momentum untuk mendorong pertumbuhan produksi emas.
Perusahaan menargetkan peningkatan produksi emas hingga 80.000 ons sepanjang tahun ini. Angka tersebut setara dengan kenaikan sekitar 15% dibandingkan proyeksi produksi tahun sebelumnya.
Capaian produksi tahun 2024 tercatat 64.000 ons, menjadi dasar optimisme BRMS. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan performa tambang. Dengan strategi tepat, target 2026 diperkirakan akan tercapai.
Baca JugaLayanan DAMRI Bandara YIA Mempermudah Perjalanan Wisatawan dan Warga Lokal
Proyeksi produksi 2025 masih dalam proses konsolidasi. Namun, manajemen menilai ada potensi kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini diperkuat oleh langkah strategis perusahaan dalam pengembangan tambang.
Proyek Utama Dorong Peningkatan Produksi
BRMS fokus pada tiga proyek utama untuk meningkatkan produksi emas. Proyek pertama adalah konstruksi tambang bawah tanah di Blok 1 Poboya, Palu. Tambang ini diperkirakan mulai beroperasi pada paruh kedua 2027, dengan kadar emas tinggi mencapai 4,9 gram per ton.
Proyek kedua adalah peningkatan kapasitas pemrosesan pabrik emas CIL pertama di Poboya. Kapasitas pabrik yang awalnya 500 ton per hari akan ditingkatkan menjadi 2.000 ton per hari. Langkah ini diharapkan menambah volume produksi emas secara signifikan sepanjang 2026.
Proyek ketiga adalah pemboran eksplorasi skala besar di tiga lokasi di Gorontalo. Lokasi tersebut meliputi Cabang Kiri East, Cabang Kiri North, dan Cabang Kiri South. Hasil pemboran diharapkan menghasilkan cadangan dan sumber daya mineral tembaga yang akan diumumkan pada semester pertama 2027.
Target Produksi 2026 Lebih Tinggi dari 2025
Target produksi BRMS tahun 2026 meningkat sekitar 15% dari proyeksi produksi 2025. Proyeksi produksi 2025 berkisar antara 69.000–71.000 ons emas. Peningkatan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan potensi tambang yang ada.
Manajemen optimistis langkah ini akan memperkuat posisi BRMS di sektor pertambangan emas nasional. Kenaikan produksi juga diharapkan meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian lokal. Strategi ini sejalan dengan rencana ekspansi dan modernisasi fasilitas produksi.
Selain itu, target produksi tinggi mendorong efisiensi operasional. Perusahaan terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya tambang. Hal ini juga memastikan stabilitas produksi hingga akhir tahun 2026.
Pengembangan Tambang Poboya Jadi Fokus Utama
Tambang bawah tanah Blok 1 Poboya menjadi proyek utama BRMS. Kadar emas yang tinggi membuat tambang ini strategis untuk peningkatan produksi. Operasional tambang diperkirakan mulai pada semester kedua 2027, setelah konstruksi rampung.
Selain itu, pabrik emas CIL pertama di Poboya akan ditingkatkan kapasitasnya. Dari semula 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari. Peningkatan kapasitas pabrik memungkinkan perusahaan memenuhi target produksi tahunan.
Langkah ini menunjukkan keseriusan BRMS dalam mengembangkan tambang emas. Peningkatan kapasitas pabrik dan konstruksi tambang akan berdampak positif pada kinerja jangka panjang. Investasi strategis ini diharapkan mendukung pertumbuhan produksi secara berkelanjutan.
Eksplorasi Gorontalo Tingkatkan Cadangan Mineral
Selain tambang Poboya, BRMS melakukan eksplorasi di Gorontalo. Lokasi pemboran mencakup Cabang Kiri East, North, dan South. Hasilnya akan diumumkan pada semester pertama 2027.
Eksplorasi bertujuan menemukan cadangan emas dan sumber daya mineral tembaga. Penemuan cadangan baru dapat memperkuat portofolio produksi BRMS. Hal ini juga memberi peluang pengembangan tambang jangka panjang di Gorontalo.
Manajemen optimistis eksplorasi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap target produksi. Data cadangan baru akan mendukung perencanaan produksi dan strategi investasi. Dengan demikian, BRMS siap menghadapi tantangan produksi di tahun-tahun berikutnya.
Strategi BRMS Capai Produksi Maksimal
Untuk mencapai target, BRMS menerapkan strategi terukur dan efisien. Perusahaan fokus pada pengembangan fasilitas, peningkatan kapasitas pabrik, dan eksplorasi cadangan baru. Langkah-langkah ini diharapkan mendongkrak produksi emas hingga mencapai target 80.000 ons.
Peningkatan produksi juga didukung oleh manajemen sumber daya manusia yang terlatih. Tim operasional memiliki kompetensi untuk menjalankan tambang dan pabrik secara optimal. Kinerja tim menjadi kunci keberhasilan pencapaian target produksi 2026.
BRMS optimistis, dengan strategi ini, target produksi emas 2026 akan tercapai. Investasi pada tambang, pabrik, dan eksplorasi menjadi fondasi pertumbuhan perusahaan. Perusahaan terus memantau kinerja operasional agar semua proyek berjalan sesuai rencana.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan 13 Januari 2026
- Selasa, 13 Januari 2026
Berita Lainnya
Kia Siapkan Strategi Baru Untuk Perkuat Posisi Bisnis Otomotif Indonesia
- Selasa, 13 Januari 2026
Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Raya Januari 2026 Rute Lengkap Voyage 02.2026
- Selasa, 13 Januari 2026
KA Bandara YIA Layani Penumpang Selasa 13 Januari 2026 Jadwal Lengkap
- Selasa, 13 Januari 2026
Jadwal Kapal Ferry Singkil Gunung Sitoli Selasa 13 Januari 2026 Terbaru
- Selasa, 13 Januari 2026












