6 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Membuat Hidup Menjadi Toxic Perlahan
- Jumat, 02 Januari 2026
JAKARTA - Tidak semua hal yang merusak kesehatan mental datang dalam bentuk konflik besar atau peristiwa traumatis. Justru, banyak gangguan psikologis berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.
Kebiasaan-kebiasaan ini awalnya terlihat sepele, bahkan sering dianggap wajar, tetapi jika terus dibiarkan, perlahan dapat berubah menjadi pola hidup yang toxic.
Tanpa disadari, kebiasaan toxic bisa memengaruhi cara berpikir, mengambil keputusan, hingga memandang diri sendiri dan lingkungan sekitar. Jika berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya tidak hanya mengganggu hubungan sosial, tetapi juga memicu stres, kecemasan, hingga menurunnya kualitas hidup secara keseluruhan.
Baca JugaBMKG Prediksi Cuaca Jakarta Jumat Ini 2 Januari 2026 Didominasi Hujan Ringan hingga Sedang
Karena itulah, penting untuk mengenali kebiasaan buruk sejak dini sebelum berubah menjadi sesuatu yang sulit dihentikan. Beberapa kebiasaan berikut sering dilakukan tanpa sadar, padahal jika terus dipelihara dapat membawa pengaruh negatif bagi kesehatan mental. Berikut enam kebiasaan buruk yang sebaiknya mulai ditinggalkan agar tidak berkembang menjadi toxic.
1. Terjebak dalam kebiasaan overthinking
Overthinking menjadi salah satu kebiasaan paling umum yang sering dianggap sebagai tanda kehati-hatian. Padahal, kebiasaan ini justru dapat menguras energi mental secara berlebihan. Terlalu sering memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi membuat seseorang sulit fokus pada hal yang bisa dikendalikan.
Psikiater Mimi Winsberg, M.D. menjelaskan bahwa mengurangi overthinking dapat membantu menonaktifkan pikiran yang bekerja secara berlebihan. Kebiasaan ini kerap membuat seseorang kehilangan kendali atas keputusan yang sebenarnya masih bisa diatur. Alih-alih menemukan solusi, overthinking justru membuat pikiran berputar di tempat yang sama dan memicu kecemasan.
Mengalihkan fokus pada tindakan nyata dan membatasi waktu untuk berpikir berlebihan dapat menjadi langkah awal untuk menghentikan kebiasaan ini.
2. Berbelanja impulsif atas nama self reward
Memberikan hadiah pada diri sendiri memang penting, tetapi jika dilakukan dalam bentuk belanja impulsif, kebiasaan ini bisa berubah menjadi masalah. Banyak orang menjadikan istilah healing atau self reward sebagai pembenaran untuk membeli sesuatu tanpa pertimbangan matang.
Jika terus dilakukan, kebiasaan ini dapat menimbulkan masalah finansial dan perasaan bersalah di kemudian hari. Alih-alih menenangkan diri, belanja impulsif justru bisa menambah stres baru.
Sebagai alternatif, self reward tidak selalu harus berbentuk materi. Istirahat sejenak, melakukan hobi, atau menikmati waktu berkualitas dengan diri sendiri juga bisa menjadi bentuk penghargaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
3. Bertahan di lingkungan yang bersifat toxic
Lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan dan pola pikir seseorang. Berada di lingkungan toxic, baik itu pertemanan, tempat kerja, maupun hubungan pribadi, dapat membawa dampak negatif jika terus dibiarkan.
Lingkungan yang penuh tekanan, kritik berlebihan, atau energi negatif dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri. Tanpa disadari, kebiasaan buruk dari lingkungan tersebut bisa ikut terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penting untuk mulai memilah lingkungan sosial dan berani menjaga jarak dari situasi yang tidak sehat. Menyaring pengaruh luar menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.
4. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain
Membandingkan diri dengan orang lain merupakan kebiasaan toxic yang kerap muncul, terutama di era media sosial. Melihat pencapaian orang lain sering kali memicu rasa tidak cukup, iri, dan tekanan batin.
Mengutip laman Prevention, psikolog Renee Elxebert, Ph.D. menyebutkan bahwa kebiasaan membandingkan diri dapat meningkatkan kecemasan, stres, dan rasa iri yang berlebihan. Fokus pada kehidupan orang lain membuat seseorang lupa menghargai proses dan pencapaian diri sendiri.
Mengalihkan perhatian pada perkembangan pribadi dan menetapkan standar berdasarkan kemampuan diri dapat membantu mengurangi tekanan mental serta meningkatkan rasa percaya diri.
5. Terjebak dalam perasaan gagal
Kegagalan memang bagian dari proses hidup, tetapi terlalu fokus pada kegagalan justru dapat menghambat perkembangan diri. Kebiasaan ini membuat seseorang terus melihat sisi negatif tanpa mencoba belajar dari pengalaman yang telah terjadi.
Perasaan gagal yang dibiarkan berlarut-larut dapat menurunkan motivasi dan membuat seseorang enggan mencoba hal baru. Padahal, setiap kegagalan menyimpan pelajaran berharga jika disikapi dengan cara yang tepat.
Mengganti kebiasaan ini dengan rasa syukur, berpikir lebih positif, serta mengevaluasi kesalahan secara objektif dapat membantu membangun kembali semangat dan kepercayaan diri.
6. Multitasking di waktu yang tidak tepat
Multitasking sering dianggap sebagai tanda produktivitas tinggi. Namun, melakukan terlalu banyak hal sekaligus justru bisa menurunkan kualitas hasil pekerjaan dan meningkatkan kelelahan mental.
Mengutip laman Life Hack, mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu tidak selalu membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Sebaliknya, fokus yang terpecah dapat menyebabkan stres dan kesalahan yang tidak perlu.
Sebagai solusi, menyusun to do list dan menyelesaikan pekerjaan satu per satu dapat membantu meningkatkan efektivitas serta menjaga keseimbangan mental.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut sering kali dilakukan tanpa disadari dan dianggap normal. Padahal, jika terus dipelihara, dampaknya dapat mengganggu kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan. Mengenali dan menghentikannya sejak dini adalah langkah penting untuk membangun kehidupan yang lebih sehat, seimbang, dan bebas dari pola toxic.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Waskita Karya Tancap Gas Bangun 80 Huntara untuk Pemulihan Aceh Tamiang Pascabencana
- Jumat, 02 Januari 2026
Adhi Karya Genjot Pembangunan Huntara Cepat untuk Pemulihan Aceh Tamiang Pascabencana
- Jumat, 02 Januari 2026
Saham BUMN Pertambangan Tembus Kinerja Impresif Menutup Tahun 2025 Secara Positif
- Jumat, 02 Januari 2026
BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Jumat Ini 2 Januari 2026 Didominasi Hujan Ringan hingga Sedang
- Jumat, 02 Januari 2026
Berita Lainnya
5 Kesalahan Umum Menggunakan Cleansing Balm yang Dapat Picu Komedo Membandel
- Jumat, 02 Januari 2026
4 Rekomendasi Cushion Wardah Terbaik dengan Efek Blur Pori dan Tutupi Flek
- Jumat, 02 Januari 2026
Rekomendasi 5 Tempat Wisata Bandung Paling Seru untuk Liburan Keluarga Bersama Anak
- Jumat, 02 Januari 2026
Simak Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Depok Jumat 2 Januari 2026 Lengkap
- Jumat, 02 Januari 2026
Cara Membisukan Panggilan WhatsApp Asing agar Tidak Mengganggu Aktivitas
- Jumat, 02 Januari 2026
Terpopuler
1.
14 Cara Menerapkan Self Love untuk Kesehatan Mental
- 02 Januari 2026
2.
3.
Intip 10 Minuman Sehari-hari yang Baik untuk Kesehatan Jantung
- 02 Januari 2026
4.
Makan Terlalu Cepat? Ini 7 Dampaknya bagi Kesehatan
- 02 Januari 2026












