Pameran MTQ Semarang Raup Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis UMKM Tembus Rp7,54 Miliar

Pameran MTQ Semarang Raup Rp2,4 Miliar, Kontrak Bisnis UMKM Tembus Rp7,54 Miliar
Penulis: Salsabila Ridwan
Sabtu, 19 September 2026 | 19:42:00 WIB

TEROPONGBISNIS.ID — Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang membukukan transaksi langsung Rp2,4 miliar dari 150 tenant UMKM selama 12–19 September 2026. Nilai kesepakatan kontrak bisnis antarpelaku usaha justru jauh lebih besar, mencapai Rp7,54 miliar, dengan salah satu kontrak terbesar senilai Rp5 miliar untuk penyediaan makanan penanggulangan stunting.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, merinci transaksi langsung tersebut terdiri dari penjualan ritel Rp2,38 miliar dan pemesanan Rp23,65 juta. Angka itu dihimpun dari 150 penyewa stan yang mengisi kawasan eks Plaza Semarang, Simpang Lima.

Dari sisi komitmen bisnis, nilai Rp7,54 miliar yang tercatat jauh melampaui belanja pengunjung harian. Sejumlah kontrak jangka panjang dijalin antar-UMKM lintas provinsi, mulai dari fesyen, aksesori, batik, hingga minuman tradisional.

Kontrak Terbesar dari Sektor Pangan dan Stunting

Kerja sama bernilai paling besar datang dari PT Yuasa Food Berkah Makmur dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya. Kontrak penyediaan makanan penanggulangan stunting dan bahan pangan darurat itu mencapai Rp5 miliar dengan durasi dua tahun.

Kemitraan lain menyusul dari pelaku UMKM Jawa Tengah. Abel Etnic Solo menggandeng Friny Collection Riau senilai Rp300 juta untuk kontrak lima tahun, sementara CV Hury Accessories Kebumen bekerja sama dengan CV Naturaline Boyolali sebesar Rp500 juta dalam periode yang sama.

Tifani Batik Pekalongan mengamankan pasokan biji jintri senilai Rp300 juta dan aromaterapi Rp360 juta. Segar Asem Semarang juga mencatat potensi penjualan minuman tradisional dengan Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta Rp30 juta dan Oleh-oleh 52 Grup Semarang Rp1,05 miliar.

Buyer Brasil Jajaki Tikar Pandan Rp4,56 Miliar

Minat pembeli mancanegara turut muncul selama pameran. Buyer asal Brasil menjajaki potensi pembelian 6.460 lembar tikar pandan dengan nilai Rp4,56 miliar, di samping ketertarikan dari Nigeria, India, dan Amerika Serikat.

Selama delapan hari penyelenggaraan, pameran dikunjungi sekitar 80.000 orang. Sebanyak 150 stan terbagi menjadi 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 12 stan kementerian, 10 stan mitra, dan 14 stan mandiri.

"Pameran ini diharapkan menjadi syiar ekonomi umat," ujar Emmy pada penutupan Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi capaian transaksi tersebut. Ia berharap kerja sama bisnis yang terbentuk dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.

Bagi pelaku UMKM, nilai ekonomi pameran ini tidak berhenti di kas harian. Kontrak pasokan lintas daerah membuka akses pasar yang lebih stabil dibanding penjualan ritel selama acara berlangsung.

Reporter: Salsabila Ridwan