Barito Pacific Kejar Kapasitas Geothermal 2 GW, Naik Dua Kali Lipat dalam 10 Tahun

Barito Pacific Kejar Kapasitas Geothermal 2 GW, Naik Dua Kali Lipat dalam 10 Tahun
Penulis: Lukman Amelia
Sabtu, 19 September 2026 | 18:24:00 WIB

TEROPONGBISNIS.ID — PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) mencapai 2 gigawatt (GW) dalam lima hingga 10 tahun ke depan. Target itu dua kali lipat dari pipeline proyek geothermal perseroan yang saat ini sekitar 1 GW. Ekspansi ini menjadi bagian strategi diversifikasi bisnis di tengah volatilitas sektor petrokimia.

Head Investor Relations PT Barito Pacific Tbk, Pandu Anugerah, mengatakan pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu fokus perseroan untuk memperkuat diversifikasi usaha. Langkah itu sekaligus menjaga stabilitas kinerja di tengah gejolak bisnis petrokimia.

"Di segmen energi tentunya kita masih dalam proses transisi energi. Dan kita sendiri memiliki posisi yang cukup prima karena rencana pengembangan renewable energy ke depannya masih cukup besar," ujar Pandu dalam pemaparannya di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Pipeline Geothermal dan Angin yang Sedang Dikembangkan

Selain pipeline geothermal sekitar 1 GW, Barito Pacific juga mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) berkapasitas sekitar 300 megawatt (MW). Kedua lini itu menjadi tulang punggung segmen energi terbarukan perseroan saat ini.

Pandu menyebut kapasitas geothermal masih akan terus digenjot. Dalam lima hingga 10 tahun mendatang, perseroan membidik kapasitas sekitar 2 GW, atau dua kali lipat dari posisi sekarang.

Mengapa Geothermal Jadi Andalan

Ekspansi energi terbarukan merupakan bagian dari strategi Barito Pacific membangun portofolio bisnis dengan pendapatan lebih stabil. Bisnis petrokimia bersifat siklikal dan rentan terhadap perubahan harga komoditas.

"Jadi akan ada serangkaian ekspansi usaha kami ke depannya yang mungkin sifatnya atau profil pertumbuhannya itu memberikan stabilitas atau recurring income yang lebih stabil," kata Pandu.

Menurut Pandu, diversifikasi itu diharapkan menjadi penyangga ketika bisnis petrokimia maupun energi menghadapi volatilitas. Geothermal dinilai punya karakter pendapatan menarik, dengan margin EBITDA sekitar 85%.

Bukan Hanya Organik, Akuisisi Masuk Radar

Barito Pacific menjadikan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, tetapi juga membuka peluang ekspansi lewat akuisisi dan kerja sama dengan mitra strategis.

"Pertumbuhan kami ke depannya ini sifatnya bukan hanya pertumbuhan organik tapi pertumbuhan yang bisa memberikan transformasi," ujar Pandu.

Melalui pengembangan proyek geothermal dan energi terbarukan lainnya, Barito Pacific menargetkan portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi. Portofolio itu diharapkan lebih tahan terhadap perubahan kondisi eksternal.

Bagi investor, segmen energi terbarukan berpotensi menjadi sumber pendapatan berulang yang melengkapi lini petrokimia. Namun, realisasi target 2 GW tetap bergantung pada eksekusi proyek, ketersediaan pendanaan, dan dukungan regulasi di sektor energi baru terbarukan.

Reporter: Lukman Amelia