Atasi Tekanan Harga Beras Bulog Siapkan 4,5 Juta Ton Beras pada 2026

Ilustrasi Pemerintah mengerahkan Cadangan Beras (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Sabtu, 19 September 2026 | 00:46:45 WIB

JAKARTA – Pemerintah mengerahkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam skala besar pada 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan beras tetap tersedia di tengah potensi tekanan akhir tahun. Perum Bulog mencatat total penugasan pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras diperkirakan mendekati 4,5 juta ton sepanjang tahun ini.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dua instrumen tersebut menjadi andalan pemerintah dalam mengendalikan harga sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat.

"Kami terus mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah dalam pengendalian harga beras, yakni penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan beras untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat," kata Rizal dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, dukungan stok beras yang kuat dan jaringan pergudangan yang tersebar di seluruh Indonesia memungkinkan penyaluran dilakukan secara masif dari Sabang sampai Merauke.

"Beras SPHP dan bantuan pangan bergerak melalui dua jalur yang saling melengkapi. SPHP memperkuat pasokan di tingkat konsumen, sementara bantuan pangan langsung menjangkau keluarga penerima manfaat," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bulog mencatat target awal penyaluran SPHP tahun ini mencapai 828 ribu ton. Pemerintah kemudian menambah alokasi SPHP sebesar 1 juta ton.

Di sisi lain, bantuan pangan beras disalurkan dalam beberapa tahap, yakni Februari-Maret sebesar 664.888 ton, Juli-September sebanyak 997.332 ton, serta Oktober-Desember yang diperkirakan kembali mencapai sekitar 997 ribu ton.

Jika seluruh penugasan tersebut direalisasikan, total penggunaan CBP pada 2026 mendekati 4,5 juta ton. Angka tersebut menjadi salah satu volume intervensi pangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Rizal mengatakan, besarnya volume penugasan menunjukkan peran strategis CBP dalam menjaga keseimbangan pasokan sekaligus menopang kebutuhan pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat.

"Penambahan SPHP 1 juta ton dan bantuan pangan pada Oktober hingga Desember membuat penggunaan CBP lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk mendukung penugasan tersebut, Bulog saat ini memiliki stok beras sekitar 4,6 juta ton yang tersebar di jaringan pergudangan nasional.

"Kami siap mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Dengan stok sekitar 4,6 juta ton, kekuatan stok ini terus kami gerakkan untuk masyarakat," ujar Rizal sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga 16 September 2026, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai 799.593 ton atau 96,57% dari target 828 ribu ton. Sementara itu, bantuan pangan periode Februari-Maret telah terealisasi 662.867 ton dan periode Juli-September mencapai 618.581 ton.

"Secara keseluruhan, sekitar 2,08 juta ton beras telah disalurkan melalui tiga penugasan tersebut," kata Rizal sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bulog juga mulai memperkuat kesiapan menghadapi periode akhir tahun, termasuk momentum Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta potensi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan kering.

"Stok yang kuat dan penyaluran yang terus berjalan, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rizal menambahkan, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan penggunaan CBP sesuai kebutuhan pasar. SPHP akan diperkuat untuk menjaga harga tetap terjangkau, sementara bantuan pangan menjadi instrumen perlindungan langsung bagi keluarga penerima manfaat.

Bulog menegaskan akan terus mempercepat penyaluran dan memperluas distribusi agar cadangan beras pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran di seluruh wilayah Indonesia.

Reporter: Akbar