Nikkei Naik 0,69 Persen, Saham Eneos Holdings Melonjak 4,99 Persen
JAKARTA - Indeks saham Nikkei Jepang menguat untuk pertama kalinya dalam empat hari perdagangan pada Rabu (16/9/2026), ditopang oleh kinerja saham perusahaan energi di tengah tingginya harga minyak.
Indeks acuan Nikkei 225 berbalik menguat setelah sempat turun pada awal sesi dan ditutup naik 0,69% ke level 63.923. Sementara itu, indeks Topix yang memiliki cakupan lebih luas naik 0,61% menjadi 4.061,72.
Investor masih berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve pada Rabu ini dan Bank of Japan pada Jumat mendatang. Kedua bank sentral tersebut diperkirakan akan menaikkan suku bunga.
Wall Street juga melanjutkan aksi jual pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan tersebut dipengaruhi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, kekhawatiran terhadap utang, serta lonjakan harga minyak mentah yang menekan sentimen pasar.
Di sisi lain, data perdagangan yang dirilis pada Rabu menunjukkan ekspor Jepang meningkat 19,3% secara tahunan. Namun, impor melonjak 28% sehingga menyebabkan defisit perdagangan sebesar ¥1,106 triliun (US$7,5 miliar). Kondisi tersebut mencerminkan dampak tingginya biaya energi.
"Pasar AS ditutup lebih rendah namun penurunannya terbatas, dan investor kemungkinan akan menahan diri menjelang pertemuan kebijakan The Fed dan Bank of Japan, sehingga pergerakan pasar yang tajam kecil kemungkinannya terjadi," ujar Yoshitaka Araya dari Monex Securities dalam sebuah catatan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saham sektor produk minyak dan batubara menjadi pemimpin kenaikan di antara kelompok industri Topix dengan penguatan sebesar 4,62%. Sementara itu, sub-indeks yang melacak perusahaan farmasi dan saham teknologi informasi termasuk kelompok dengan kinerja terlemah di Topix, masing-masing turun 0,90% dan 0,80%.
Sebanyak 152 saham mencatat kenaikan di indeks Nikkei 225, sedangkan 70 saham mengalami penurunan dan tiga saham tidak berubah.
Saham dengan kenaikan persentase terbesar dalam indeks tersebut adalah Eneos Holdings yang naik 4,99%. Berikutnya, Screen Holdings menguat 4,37%, sedangkan Idemitsu Kosan naik 4,31% hingga mencapai rekor tertinggi.
Sementara itu, saham dengan penurunan terbesar adalah Mercari yang turun 6,36%, diikuti Otsuka Holdings yang melemah 4,55%, dan Sumitomo Pharma yang turun 4,11%.