TEROPONGBISNIS.ID — Kebakaran melanda kawasan puncak Gunung Wilis yang berada di perbatasan Nganjuk dan Ponorogo, Jawa Timur, dan terpantau dari Kantor BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk sejak Rabu (16/9/2026) pukul 19.16 WIB. Pergerakan api terlihat mengarah ke timur dan barat, menuju wilayah Kabupaten Nganjuk, dengan posisi masih relatif jauh dari permukiman penduduk.

Prakirawan BMKG Nganjuk, Setiyaris, menyatakan pihaknya terus memantau pergerakan api yang diarahkan angin ke sisi timur dan barat kawasan gunung. Meski jarak api ke permukiman warga masih terbilang aman, ia menegaskan kondisi itu tetap memerlukan kewaspadaan.

Posisi Api dan Kondisi Cuaca di Lokasi

Menurut Setiyaris, vegetasi kering di sekitar lereng menjadi bahan bakar yang mudah tersulut. Perubahan arah dan kecepatan angin sewaktu-waktu dapat memengaruhi arah serta kecepatan penyebaran api.

"Cuaca cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan sekitar 5 km/jam dan suhu udara sekitar 22°C," kata Setiyaris.

Data itu menunjukkan kondisi lapangan yang cukup mendukung pergerakan api, terutama pada area dengan tutupan vegetasi yang mengering.

Peringatan untuk Warga di Lereng Gunung Wilis

Setiyaris meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan lereng Gunung Wilis, tetap waspada terhadap potensi perluasan titik api. Ia mengimbau warga menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Hindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran terbuka di sekitar kawasan yang vegetasinya sedang kering," ujarnya.

Imbauan itu menyasar kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar, yang kerap dilakukan warga di kawasan lereng saat musim kemarau.

Pemantauan Berlanjut dari Stasiun Geofisika Nganjuk

Kebakaran di puncak Gunung Wilis terpantau dari Kantor BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk. Pemantauan dilakukan karena posisi puncak gunung masih terjangkau pengamatan visual dari stasiun tersebut.

Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai luas area yang terbakar maupun penyebab munculnya api. Pihak berwenang juga belum menyampaikan apakah ada upaya pemadaman yang dikerahkan ke lokasi.

Gunung Wilis berada di perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo, dengan kawasan lereng yang sebagian dimanfaatkan untuk pertanian dan permukiman warga. Kondisi vegetasi yang kering pada musim kemarau membuat kawasan ini rentan terhadap kebakaran lahan.

Reporter: Redaksi