Penjualan SR025 Diperkirakan di Bawah ORI030
JAKARTA – Minat investor ritel terhadap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel seri SR025 diperkirakan tetap positif meski kupon lebih rendah dibandingkan seri sebelumnya ORI030.
Investment Specialist Makmur, Lia Andani, menilai SR025 memiliki daya tarik tersendiri karena menyasar basis investor syariah. “BI Rate yang ditahan di 5,75 persen membuat instrumen kupon tetap seperti SR025 tetap kompetitif dibanding bunga deposito,” jelas Lia, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Detail Kupon SR025:
- Tenor 3 tahun: 6,80 persen per tahun
- Tenor 5 tahun: 6,90 persen per tahun
- Sebagai perbandingan, ORI030 menawarkan kupon 6,90 persen (tenor 3 tahun) dan 7 persen (tenor 6 tahun).
Kuota Nasional SR025:
- Total Rp20 triliun – terdiri dari Rp15 triliun untuk SR025-T3 dan Rp5 triliun untuk SR025-T5.
- Per Senin (31 Agustus 2026), sisa kuota SR025-T3 tercatat 71,33 persen atau Rp10,69 triliun, sedangkan SR025-T5 tersisa 78,06 persen atau Rp3,90 triliun.
Lia menilai lebih rendahnya kupon SR025 tidak mengurangi daya tarik karena investor ritel biasanya membandingkan kupon SBN dengan deposito, bukan semata seri sebelumnya. Pajak final kupon SBN ritel 10 persen juga lebih rendah dibanding bunga deposito 20 persen, sehingga imbal hasil bersih tetap menarik.
Meski demikian, penjualan SR025 diperkirakan di bawah capaian ORI030 yang mencapai Rp40 triliun dengan lebih dari 102.000 investor. Basis investor sukuk ritel dinilai lebih terbatas dibanding ORI.
Faktor Penentu Serapan SR025:
- Arah kebijakan suku bunga – jika ada sinyal pelonggaran, SR025 makin menarik.
- Pertumbuhan literasi dan basis investor syariah – semakin besar pemahaman, semakin luas pasar SR025.
- Kondisi pasar domestik – momentum saat ini cukup kondusif dengan rupiah mulai menguat.
- Dengan kombinasi faktor tersebut, SR025 tetap dipandang sebagai instrumen syariah yang kompetitif dan relevan bagi investor ritel.