Harga CPO Bursa Malaysia Melesat Kontrak Februari 2027 Naik Tinggi
JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/8/2026).
Lompatan harga terjadi di tengah penguatan nilai jual minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), dukungan dinamika pasar energi, hingga kekhawatiran terkait potensi pengerusan angka produksi imbas fenomena El Nino.
Apresiasi harga minyak mentah dunia pun ikut menyumbang sentimen positif bagi perdagangan minyak sawit. Kondisi pasar energi terdorong oleh ketegangan yang masih berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga memicu penguatan harga komoditas minyak nabati.
Pada penutupan sesi perdagangan, harga kontrak CPO untuk penyerahan September 2026 melonjak RM38 menjadi RM4.654 per ton. Selanjutnya, kontrak Oktober 2026 terangkat RM40 menuju RM4.794 per ton, sedangkan harga kontrak November 2026 naik RM33 menjadi RM4.893 per ton.
Tren penguatan turut merembet pada transaksi kontrak bulan-bulan berikutnya. Harga kontrak Desember 2026 merangkak RM29 ke angka RM4.972 per ton, kontrak Januari 2027 terangkat RM26 menjadi RM5.033 per ton, dan kontrak Februari 2027 bertambah RM23 hingga menyentuh RM5.071 per ton.
Walaupun seluruh kontrak utama berhasil finis di zona hijau, aktivitas perdagangan justru mencatatkan penurunan. Total volume transaksi susut menuju 142.285 lot, jika dibandingkan dengan 165.588 lot pada sesi perdagangan sebelumnya.
Sebaliknya, angka posisi terbuka atau open interest justru merangkak naik menjadi 336.503 kontrak, dari yang sebelumnya 333.655 kontrak. Kenaikan posisi terbuka di tengah harga yang melambung mengindikasikan para pelaku pasar masih mengamati prospek pergerakan CPO, khususnya terkait dinamika harga minyak nabati, energi global, serta ancaman faktor cuaca pada hasil produksi.
Di sisi lain, dinamika berbeda terjadi pada pasar dalam negeri. Patokan harga CPO yang ditawarkan lewat PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Rabu (19/8/2026).
Banderol penawaran tertinggi untuk CPO tercatat pada angka Rp15.755/kg, atau merosot Rp80/kg sekitas 0,51% jika disandingkan dengan perdagangan sebelumnya pada Selasa (18/8/2026), saat harga CPO berada di posisi Rp15.835/kg.
Timbulnya perbedaan arah antara pasar domestik dan Bursa Malaysia memperlihatkan bahwa dinamika harga CPO masih disetir oleh berbagai variabel, mulai dari tren permintaan dan aktivitas transaksi dalam negeri hingga pergerakan pasar minyak nabati serta energi dunia.