CDS Nvidia Tembus Puncak Baru Saat SoftBank Terbitkan Obligasi Rekor

Ilustrasi Spread CDS Nvidia mencapai rekor tertinggi baru, menandai peningkatan risiko kredit di sektor AI. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:21:26 WIB

JAKARTA – SoftBank Group tengah mempersiapkan penerbitan obligasi korporasi bertenor tujuh tahun senilai sekitar 1 triliun yen atau US$6,26 miliar. Obligasi tersebut ditujukan bagi investor ritel Jepang dan akan menjadi penerbitan terbesar dari jenisnya yang pernah dilakukan perusahaan Jepang.

Penawaran ini berlangsung ketika risiko kredit terkait kecerdasan buatan (AI) meningkat secara global. Spread credit default swap (CDS) lima tahun Nvidia telah melampaui puncak pada akhir Juli, sementara imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.

SoftBank menjadi salah satu proksi Asia paling menonjol dalam gelombang pembiayaan AI. Perseroan sebelumnya menerbitkan obligasi hibrida senilai 1,6 miliar yen pada Mei 2026.

Skala rencana penawaran ritel tersebut menjadi ujian bagi kemampuan permintaan ritel Jepang dalam menyerap utang infrastruktur AI. Kondisi ini terjadi ketika pasar kredit institusional semakin selektif dan imbal hasil obligasi pemerintah berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

Biaya pinjaman jangka panjang dari Amerika Serikat hingga Jerman dan Jepang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Investor menunjuk pasokan obligasi dari perusahaan hyperscaler sebagai salah satu faktor pendorong.

Utang infrastruktur AI kini menyumbang hingga 30% dari penerbitan bersih baru dalam sejumlah indeks investment-grade pada tahun ini. Imbal hasil obligasi korporasi bertenor panjang juga bergerak di atas 6% pada Juli.

Kenaikan imbal hasil tersebut meningkatkan pendapatan keseluruhan dari kredit korporasi berkualitas tinggi. Namun, kondisi itu juga mendorong investor menjadi lebih selektif akibat tingginya volume penerbitan dan valuasi awal yang ketat.

Pasar obligasi korporasi yang ditujukan bagi investor ritel di Jepang diperkirakan mencapai rekor 2,8 triliun yen pada tahun ini. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan belum surut, tetapi penawaran SoftBank akan jauh melampaui penerbitan sejenis sebelumnya.

Spread bid CDS lima tahun Nvidia naik menjadi 80,77 basis poin per 19 Agustus. Angka tersebut melampaui puncak pada akhir Juli, meningkat sekitar 90% sejak awal tahun, dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir Mei.

Sebagian pelebaran spread tersebut mencerminkan meningkatnya jumlah utang yang perlu dilindungi melalui instrumen CDS. Kondisi ini tidak serta-merta menunjukkan adanya risiko gagal bayar dalam waktu dekat, sementara penerbitan obligasi terbaru Alphabet di Australia masih menarik permintaan investor yang kuat.

Namun, sinyal tersebut tetap menjadi perhatian menjelang laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pada Rabu pekan depan. Laporan tersebut akan menjadi ujian besar bagi narasi pembiayaan AI senilai US$500 miliar di pasar modal.

Nvidia menyatakan kemungkinan hanya mendanai maksimal 25% dari total kebutuhan tersebut secara mandiri. Artinya, sebagian besar modal harus dihimpun dari eksternal di tengah persaingan imbal hasil dengan obligasi pemerintah yang semakin ketat.

Oracle memberikan peringatan kredit paling tajam di sektor ini. Spread CDS lima tahunnya melampaui 200 basis poin pada Juli 2026, sekitar empat kali lipat dibandingkan indeks korporasi investment-grade dan menjadi level yang belum terlihat sejak krisis keuangan 2008.

S&P menurunkan peringkat utang senior tanpa jaminan Oracle satu tingkat di atas kategori non-investment grade. Penurunan tersebut dilakukan karena adanya salah perhitungan terhadap kebutuhan belanja modal untuk pengembangan bisnis cloud.

Penurunan peringkat tersebut mengingatkan pasar pada kejutan laporan keuangan November 2025. Saat itu, Oracle mengungkapkan besarnya komitmen belanja modal untuk cloud dan porsi OpenAI yang signifikan dalam backlog perusahaan.

Pengungkapan tersebut turut memicu gelombang pertama volatilitas pada kredit dan saham sektor AI. Siklus berulang ketika pelebaran spread CDS memperkuat tekanan jual saham perusahaan AI kini menjadi perhatian para analis.

Reporter: Ibtihal