Strategi NAND SanDisk Dorong Saham Naik hingga 14,76 Persen
JAKARTA - Saham SanDisk (Nasdaq: SNDK) naik 12% setelah perusahaan menggelar acara “In Focus” 2026 Investor Day.
Dalam acara tersebut, manajemen memaparkan model keuangan yang dioptimalkan, kemitraan pelanggan, dan peta jalan teknologi NAND untuk mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).
"Kinerja kuat kami hari ini adalah hasil langsung dari eksekusi yang disiplin terhadap strategi yang kami paparkan 18 bulan lalu," kata David Goeckeler, Chairman dan CEO SanDisk, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Goeckeler menyoroti posisi SanDisk yang dibangun melalui puluhan tahun inovasi flash NAND, operasi yang efisien dari sisi modal, dan portofolio yang terdiversifikasi.
Inovasi Era AI
Adopsi AI yang berkembang pesat mempercepat perubahan pada antarmuka penyimpanan. SanDisk menargetkan total pasar yang tersedia untuk flash pusat data enterprise mencapai 1,2 zettabyte pada 2030.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, perusahaan memperkenalkan strategi penskalaan dua dimensi yang memanfaatkan teknologi CMOS yang Terhubung Langsung ke Array (CBA).
- BiCS9 QLC: Menggabungkan array BiCS8 yang telah teruji dengan wafer CMOS berbasis BiCS10. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan performa tinggi bagi beban kerja AI sekaligus mempertahankan efisiensi modal manufaktur.
- BiCS10 QLC: Node yang akan datang ini ditargetkan meningkatkan kepadatan bit sebesar 60% dibandingkan dengan BiCS8. Teknologi tersebut ditujukan untuk memaksimalkan performa dan efisiensi daya.
- HBF (High Bandwidth Flash): Teknologi ini semakin mendapat perhatian sebagai solusi untuk era inferensi AI, didukung oleh ekosistem industri yang terus berkembang.
Saham SanDisk berada di level 1.542,72, naik 198,43 atau 14,76%.
Target Keuangan
SanDisk memperkenalkan kerangka keuangan multiyear yang dioptimalkan untuk pertumbuhan, keberlanjutan, dan imbal hasil pemegang saham.
- Chief Financial Officer SanDisk Luis Visoso merinci target perusahaan untuk tahun fiskal 2028 hingga 2030:
- Pertumbuhan pendapatan: Diperkirakan berada di kisaran pertengahan hingga atas belasan persen, sejalan dengan pertumbuhan bit.
- Margin: Margin kotor non-GAAP diproyeksikan sekitar 80%, sedangkan margin operasi non-GAAP mendekati 75%.
- Arus kas dan imbal hasil: Dengan biaya operasional yang dimodelkan sekitar 5% dari pendapatan, perusahaan memperkirakan margin arus kas bebas yang disesuaikan sekitar 50%.
SanDisk berkomitmen mengembalikan 100 persen kelebihan kas kepada pemegang saham setelah melakukan reinvestasi dalam bisnis.
Stabilitas keuangan tersebut didukung perjanjian Model Bisnis Baru (NBM) yang mencakup volume yang telah dikomitmenkan dan jaminan keuangan minimum.
SanDisk telah menandatangani NBM dengan 8 pelanggan. Para pelanggan tersebut menyumbang sekitar 50% dari bit pada FY2027 dan sekitar dua pertiga dari bit pada FY2028.
Klarifikasi Pertumbuhan
Presentasi tersebut membantu meredakan kekhawatiran investor yang sebelumnya memicu aksi jual setelah panggilan pendapatan pada pekan lalu.
Penurunan sebelumnya sebagian disebabkan oleh prospek FY2027 yang menunjukkan pertumbuhan volume bit output di kisaran pertengahan belasan persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan volume bit input yang berada di kisaran pertengahan hingga atas belasan persen.
Berdasarkan catatan KC Rajkumar di Lynx Equity Strategies, CEO David Goeckeler memberikan klarifikasi mengenai dinamika tersebut dalam komentar pembukanya.
- Pertumbuhan bit yang tersedia untuk dijual: Goeckeler menjelaskan target jangka panjang pertumbuhan volume bit input berada di kisaran pertengahan hingga atas belasan persen. Namun, bit yang tersedia untuk dijual akan disesuaikan guna mengoptimalkan profitabilitas.
Akan ada periode ketika pertumbuhan bit output dapat melampaui kisaran pertengahan hingga atas belasan persen. Rajkumar menilai hal tersebut menjadi poin positif bagi investor.
- Produktivitas di setiap node teknologi: SanDisk mencatat rata-rata pertumbuhan bit sebesar 54% pada setiap perubahan teknologi NAND. Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan memiliki peta teknologi yang efisien.
Untuk mencegah pasar kebanjiran bit, SanDisk akan secara selektif mengurangi output wafer selama transisi node teknologi. Strategi tersebut dinilai penting karena memungkinkan perusahaan mempertahankan profitabilitas sekaligus meningkatkan efisiensi modal.