IBM dan OpenAI Bermitra, Saham Naik 1,1 Persen di Pre-Market
JAKARTA - Saham International Business Machines (IBM) naik 1,1% dalam perdagangan pre-market setelah perusahaan mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI.
Melalui kerja sama tersebut, IBM akan mengintegrasikan model AI terbaru OpenAI, termasuk GPT-5.6, Codex, dan ChatGPT Work, ke dalam IBM Consulting Advantage, platform pengiriman AI enterprise unggulan perusahaan.
Kemitraan yang diumumkan pada 13/08/2026 itu menargetkan penerapan AI enterprise di sektor layanan keuangan, pemerintahan, telekomunikasi, dan ritel.
Ruang lingkup kerja sama tersebut tidak hanya mencakup integrasi teknologi. IBM akan mendirikan OpenAI Practice khusus dengan menempatkan ribuan konsultan dan insinyur yang telah mendapatkan sertifikasi OpenAI Partner Network.
IBM juga akan mengerahkan unit insinyur spesialis untuk bekerja langsung bersama klien dalam menerapkan AI di lingkungan yang teregulasi.
Fokus Kemitraan
Kemitraan IBM dan OpenAI berfokus pada tiga area. Pertama, mengubah alur kerja lama menjadi operasi yang siap menggunakan AI.
Kedua, memodernisasi aplikasi dan mempercepat pengembangan perangkat lunak. Ketiga, memperluas kolaborasi keamanan siber melalui OpenAI Daybreak Cyber Partner Program yang dipadukan dengan IBM Autonomous Security.
Andy Baldwin, Global Senior Vice President di IBM Consulting, menyatakan bahwa "tantangannya bukan pada akses ke teknologi AI — melainkan mengintegrasikan AI secara aman dan dalam skala besar ke dalam lingkungan dan alur kerja enterprise yang kompleks." IBM akan bergabung dalam tingkat mitra Elite OpenAI sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pengumuman ini melanjutkan serangkaian perkembangan AI terbaru IBM. Pada awal pekan ini, IBM juga menandatangani kesepakatan multi-tahun senilai $240 juta dengan Together AI untuk membangun kluster inferensi AI berskala besar di IBM Cloud.
Kinerja Saham
Pasar yang lebih luas turut memberikan sentimen positif meski moderat. S&P 500 naik 0,2%, Dow Jones menguat 0,2%, dan Nasdaq naik 0,1% dalam perdagangan pre-market.
Pergerakan IBM secara signifikan melampaui kenaikan indeks. Hal tersebut menunjukkan bahwa penguatan saham lebih dipengaruhi faktor spesifik perusahaan, bukan pergerakan sektor secara umum.
Saham IBM sebelumnya berada di bawah tekanan pada 2026 setelah gagal memenuhi estimasi pendapatan kuartal kedua dan memangkas panduan.
IBM mencatat EPS yang disesuaikan sebesar $2,93 dibandingkan perkiraan $3,01. Pendapatan perusahaan mencapai $17,16 miliar, lebih rendah dari ekspektasi $17,86 miliar.
Sementara itu, panduan pertumbuhan pendapatan penuh tahun 2026 dipangkas menjadi 4%–5% dari outlook sebelumnya yang berada di atas 5%.
Pengumuman kemitraan dengan OpenAI memberikan sinyal kepada investor bahwa IBM sedang membangun kembali prospek pertumbuhan AI melalui aliansi strategis berskala besar.
Kerja sama tersebut secara langsung menjawab kekhawatiran mengenai prospek bisnis konsultasi dan relevansi AI enterprise IBM.
Kombinasi kemitraan komersial dengan salah satu perusahaan AI terkemuka dunia dan kondisi pasar yang mendukung menjadi faktor yang menjelaskan kenaikan saham IBM di perdagangan pre-market. Perkembangan itu juga menandai perubahan berarti pada sentimen jangka pendek terhadap saham perusahaan.