Harga Ayam Potong di Bengkulu Melonjak Hingga Rp45.000 per Kilogram
BENGKULU – Lonjakan harga daging ayam terjadi di sejumlah pasar tradisional Bengkulu dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir. Keadaan tersebut memaksa masyarakat merogoh kocek lebih dalam, sedangkan para pedagang menghadapi penurunan penjualan secara signifikan.
Pada Rabu, 5 Agustus 2026, harga ayam di pasaran melonjak mencapai Rp45.000 per kilogram dari yang sebelumnya Rp35.000 sampai Rp40.000. Melonjaknya harga ini disebabkan oleh minimnya pasokan dari tingkat pemasok yang membuat stok pasar menjadi sangat terbatas.
Viki, salah satu pedagang di Jalan Salak Raya, Pasar Panorama, menerangkan bahwa lonjakan harga murni dipicu minimnya pasokan dari distributor. "Kalau saat stok sedikit ya harga di pasaran otomatis naik, sebaliknya harga akan turun jika stok melimpah," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Imbas kenaikan harga ini langsung mempengaruhi transaksi jual beli serta menurunkan omzet para pedagang pasar. Banyak konsumen akhirnya memutuskan untuk membatasi porsi pembelian ayam atau beralih pada bahan makanan lain yang harganya lebih terjangkau.
Seorang pembeli bernama Rani mengungkapkan rasa terbebaninya akibat lonjakan harga ayam yang amat tajam. Dirinya terpaksa menyiasati situasi tersebut dengan memilih komoditas alternatif yang lebih murah, seperti ikan, telur, hingga sayur-sayuran.
Tingginya harga ayam juga memberatkan para pemilik usaha kuliner yang mengandalkan daging ayam sebagai bahan baku utama. Mereka merasa dilema untuk menaikkan tarif porsi makanan karena khawatir ditinggalkan oleh pelanggan setia di tengah situasi ekonomi saat ini.
Masyarakat beserta pedagang sangat berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasar. Penanganan cepat dalam menjaga ketersediaan stok sangat diharapkan agar proses jual beli kembali normal tanpa memberatkan pihak mana pun.