IHSG Awal Pekan Diprediksi Konsolidasi, Rekomendasi Saham Muncul
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.196,43 pada Jumat (24/7/2026). Meski demikian, sepanjang sepekan IHSG masih mencatat kenaikan tipis 0,34 persen.
Analis menilai pergerakan IHSG masih mendapat dukungan dari ekspektasi kinerja emiten kuartal II dan semester I-2026 yang relatif solid. Sektor perbankan dan konsumsi menjadi penopang utama, sementara tekanan datang dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta aksi profit taking.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan memiliki level support di 6.137 dan 6.012, serta resistance di 6.261 dan 6.416. Analis lain memperkirakan support di 5.987 dan resistance di 6.268, dengan peluang penguatan terbatas.
Sentimen utama pekan depan mencakup hasil FOMC Meeting yang diperkirakan menahan suku bunga di level 3,75 persen, rilis data ekonomi AS seperti PDB dan PCE kuartal II-2026, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung volatil. Perkembangan geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian utama investor.
Untuk strategi, sejumlah saham direkomendasikan:
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) di kisaran Rp175–Rp200
- PT Sentul City Tbk (BKSL) pada level Rp75–Rp82
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di rentang Rp980–Rp1.090
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai proyeksi IHSG dan rekomendasi saham dari analis, bukan ajakan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.