Saham SpaceX Jatuh di Bawah IPO, Short Seller Untung
JAKARTA - Investor yang memasang posisi short terhadap saham SpaceX membukukan keuntungan di atas kertas sekitar 15,5 miliar dolar AS sejak perusahaan dirgantara dan kecerdasan buatan tersebut melantai di bursa pertengahan Juni. Harga saham SpaceX merosot di bawah harga IPO sebesar 135 dolar AS per saham dari posisi tertinggi pasca-IPO di 225,64 dolar AS.
Pada perdagangan Rabu, saham SpaceX sempat menyentuh level terendah baru di 115,26 dolar AS. Data Ortex Technologies menunjukkan sekitar 360 juta saham SpaceX atau 56 persen dari free float sedang dipinjam untuk transaksi short selling.
“Saat ini tidak ada tanda-tanda short seller mengambil untung dari posisi mereka di SpaceX. Mereka justru semakin agresif menambah posisi,” kata salah satu pendiri Ortex, Peter Hillerberg.
SpaceX belum memberikan tanggapan atas kondisi tersebut. CEO Elon Musk menegaskan keyakinannya terhadap prospek perusahaan. Dalam unggahan di platform X, Musk menyatakan peluang bertahan bagi pihak yang mempertahankan posisi short besar dalam jangka panjang sangat kecil.
Valuasi tinggi menjadikan SpaceX sasaran empuk bagi investor yang mempertanyakan harga sahamnya. Namun, tingginya minat investor ritel dan institusi serta rekam jejak Musk yang kerap berkonfrontasi dengan short seller membuat strategi ini tetap berisiko.
Pelemahan saham SpaceX juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja AI yang dibiayai utang. Kekhawatiran itu menguat setelah Tesla melaporkan arus kas bebas negatif pada kuartal II untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun akibat peningkatan investasi pada infrastruktur AI, kapasitas baterai, robotaxi, dan manufaktur generasi berikutnya.