BUMI Terbang ke Rp184, Akuisisi Wolfram Jadi Katalis

Ilustrasi Saham BUMI naik 9,52 persen ke Rp184 pada sesi I perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.(sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:46:44 WIB

JAKARTA - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten Grup Bakrie dan Salim, melonjak pada sesi I perdagangan Kamis (23/7/2026). Sekitar pukul 11.20 WIB, saham BUMI berada di Rp184 atau naik 9,52 persen.

Sebanyak 4,61 miliar saham BUMI diperdagangkan dengan frekuensi 76.316 kali dan nilai transaksi Rp826,67 miliar. Data Stockbit Sekuritas mencatat net buy asing Rp218 miliar, tertinggi di antara saham lain.

Samuel Sekuritas dalam riset 21 Juli 2026 tetap merekomendasikan buy saham BUMI dengan target harga Rp300. Samuel menilai akuisisi tambang emas Wolfram Limited di Australia menjadi katalis positif. Wolfram memiliki dua aset utama: Crush Creek dengan cadangan 191 koz dan sumber daya 470 koz (kadar 2,3 g/t), serta Mount Carlton dengan cadangan 129 koz dan sumber daya 197 koz (kadar 1,4 g/t).

Transaksi akuisisi mencerminkan valuasi EV/cadangan sebesar 133 US dolar per ons, diskon 64 persen dibanding rata-rata global. “Kami memandang akuisisi ini sebagai langkah yang memberikan nilai tambah serta memperkuat stabilitas laba jangka panjang dan diversifikasi portofolio BUMI di luar sektor batu bara,” kata Samuel Sekuritas.

BUMI melaporkan kemajuan proyek Mt. Carlton melalui Wolfram Limited. Menteri Pertambangan Queensland, Dale Last, meresmikan kembali beroperasinya proyek tersebut pada 30 Juni 2026. Proyek ini menciptakan sekitar 300 lapangan kerja dan memberi kontribusi ekonomi bagi Townsville dan Queensland Utara.

Sejak April 2026, kegiatan penambangan terbuka di area V2 sudah menghasilkan ore yang diproses di lokasi, dengan konsentrat dikirim ke Glencore berdasarkan perjanjian offtake tujuh tahun. Kini, BUMI memulai penambangan bawah tanah di area A39 yang berpotensi menghasilkan ore berkadar tinggi.

Manajemen BUMI menjelaskan: “Dengan average head grade sekitar 2 gram per ton dan kapasitas pengolahan stabil 40.000–50.000 ton ore per bulan, V2 memberikan landasan produksi kuat untuk mendukung kinerja operasi jangka pendek hingga menengah.”

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan saham BUMI dan aktivitas tambang wolfram, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Reporter: Ibtihal