IHSG Menguat 9 Hari, ANTM Diborong Asing, ASII Terjual
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli hingga sembilan hari berturut-turut pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026). Kenaikan indeks ditopang aksi beli bersih investor asing di seluruh pasar.
Di tengah penguatan, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi buruan utama asing, sedangkan PT Astra International Tbk (ASII) paling banyak dilepas. Berdasarkan data BEI melalui RTI Business, IHSG ditutup naik 1,74 persen ke level 6.340,02 setelah bergerak di kisaran 6.247–6.340 sepanjang perdagangan.
Mayoritas sektor mendukung penguatan, dengan 10 dari 11 sektor berakhir di zona hijau. Sektor energi memimpin dengan kenaikan 3,48 persen, diikuti barang baku 2,76 persen, infrastruktur 2,67 persen, properti dan real estat 2,34 persen, serta teknologi 2,25 persen. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang terkoreksi 1,33 persen.
Aktivitas perdagangan berlangsung ramai dengan volume 50,78 miliar saham dan nilai Rp21,30 triliun. Sebanyak 421 saham menguat, 205 melemah, dan 169 stagnan. Investor asing mencatat net buy Rp31,36 miliar di seluruh pasar, menunjukkan minat beli masih bertahan meski terbatas.
ANTM memimpin daftar saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan net buy Rp92,01 miliar. Disusul PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp80,70 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp66,84 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp49,31 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp41,54 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp32,80 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp32,77 miliar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp21,75 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp18,22 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp17,74 miliar.
Di sisi lain, ASII menjadi saham yang paling banyak dijual asing dengan nilai Rp61,36 miliar. Aksi jual juga terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp48,55 miliar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp46,59 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp34,30 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp29,04 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp27,90 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp25,42 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp23,74 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp18,32 miliar, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp18,13 miliar.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan IHSG dan saham, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.