GOOG Melemah Jelang Laporan Keuangan, Market Cap 4,31 Triliun Dolar AS
JAKARTA - Harga saham Alphabet/Google (GOOG) pada Selasa (21/7/2026) ditutup melemah 2,17 persen ke level 346,12 dolar AS per lembar. Kapitalisasi pasar Alphabet tercatat 4,31 triliun dolar AS, menempatkannya sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.
GOOG melanjutkan tren pelemahan jangka pendek, turun 2,49 persen dalam sepekan terakhir. Namun secara tahunan, saham ini masih mencatat kenaikan signifikan 89,02 persen berkat ekspansi bisnis cloud dan kecerdasan buatan.
Analisis Morgan Stanley, Brian Nowak, menaikkan target harga GOOG dari 375 menjadi 415 dolar AS dengan rating Overweight. Sementara analis TD Cowen, John Blackledge, lebih optimistis dengan target 475 dolar AS, mempertahankan rating Buy. Kenaikan target harga didorong proyeksi lonjakan kapasitas pusat data Alphabet hingga 2031 untuk mendukung permintaan AI.
Pelemahan harga saham juga dipengaruhi oleh sentimen menjelang laporan keuangan kuartal II 2026 yang akan dirilis Rabu (22/7/2026). Estimasi pendapatan sekitar 116,9 miliar dolar AS dengan laba per saham 2,90 dolar AS. Investor akan mencermati pertumbuhan Google Cloud, ketahanan bisnis iklan pencarian, arah belanja modal, serta peluncuran model Gemini 3.5 Pro.
Di sisi regulasi, Alphabet menghadapi denda antitrust Uni Eropa sebesar 4,1 miliar euro terkait praktik Android, serta kewajiban berbagi data pencarian teranonimisasi sesuai Digital Markets Act. Tekanan regulasi ini membuat pasar menunggu laporan keuangan sebagai penentu arah harga GOOG dalam jangka pendek.