BNBR Melonjak 10,59% ke Rp 94, Diborong 2,44 Miliar Saham
JAKARTA — Saham emiten Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mendadak melonjak pada perdagangan Senin (20/7/2026).
Di sekitar pukul 14.22 WIB, saham berkode BNBR ngacir 10,59 persen ke Rp 94. Saham emiten Grup Bakrie ini diborong.
Sebanyak 2,44 miliar saham BNBR sudah ditransaksikan, frekuensi 49.404 kali, dan nilai transaksi Rp 222,5 miliar.
Mengacu pada data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saat berita ini disusun, saham Bakrie & Brothers membukukan net buy sebesar Rp 59,3 miliar.
Saham BNBR mendadak bermanuver. Padahal dalam dua pekan sebelumnya, saham ini mayoritas memerah.
BNBR tengah menggelar rights issue (PMHMETD V). Perseroan menawarkan sebanyak 89.919.839.078 saham biasa seri E dengan nilai nominal Rp 12 setiap saham, yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 53 setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp 4,76 triliun.
Setiap pemegang 27 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB mempunyai 14 HMETD. Setiap 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.
Saham yang diterbitkan untuk PMHMETD V ini mewakili sebanyak 34,15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah PMHMETD V.
Port Fraser International Ltd sebagai pemegang saham utama Perseroan sebanyak 38.857.777.917 saham atau sebesar 22,41 persen yang akan memperoleh sebanyak 20.148.477.438 HMETD, dimana berdasarkan surat No. 004/PORT/VI/26 tertanggal 30 Juni 2026 Port Fraser International Ltd tidak melaksanakan seluruh HMETD dan akan mengalihkan seluruh HMETD kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) yang juga selaku Pembeli Siaga dalam PMHMETD V Perseroan.
Port Fraser International Ltd tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCI.
Fountain City Investment Ltd sebagai pemegang saham utama Perseroan sebanyak 38.445.133.000 saham atau sebesar 22,17 persen yang akan memperoleh sebanyak 19.934.513.407 HMETD, dimana berdasarkan surat No. 005/FCIL/VI/26 tertanggal 30 Juni 2026 Fountain City Investment Ltd tidak melaksanakan seluruh HMETD dan akan mengalihkan seluruh HMETD kepada BCI yang juga selaku Pembeli Siaga dalam PMHMETD V Perseroan.
Fountain City Investment Ltd tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BCI.
BCI, sebagai pihak yang akan menerima sebanyak 40.082.990.845 HMETD dari Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, berencana untuk melaksanakan seluruh HMETD tersebut berdasarkan surat pernyataan tertanggal 26 Juni 2026 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 53 per saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp 2,12 triliun.
BCI memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan HMETD yang diterima, dengan adanya bukti kecukupan dana berdasarkan surat keterangan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk berdasarkan Surat No. 006/830-3/060 tanggal 12 Mei 2026, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berdasarkan Surat No. R04.Br.JMP/199/2026 tanggal 11 Mei 2026, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berdasarkan Surat No. TEB/20.03/091/SKB/2026 tanggal 13 Mei 2026, dan China Citic Bank International Limited berdasarkan surat tanggal 21 Mei 2026.
Periode pelaksanaan HMTED pada 14-27 Juli 2026.
Sebesar Rp 4,36 triliun dana hasil rights issue di antaranya akan digunakan oleh Perseroan untuk memberikan pinjaman kepada BTI, anak perusahaan Perseroan, yang selanjutnya akan menggunakan dana tersebut dengan perincian berikut:
Sebesar Rp 3,66 triliun akan digunakan oleh BTI, anak perusahaan Perseroan, untuk pembayaran seluruh pokok pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd. (Hartman) segera setelah penerimaan dana PMHMETD V
Sebesar Rp 700 miliar akan digunakan oleh BTI, anak perusahaan Perseroan, untuk pembayaran seluruh pokok pinjaman per tanggal 31 Desember 2025 kepada PT Bank Nationalnobu Tbk (Bank Nobu) segera setelah penerimaan dana PMHMETD V
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Investor.id tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.