Kuota ORI030 Ditambah Pemerintah, Intip Cara Beli untuk Kupon 7 Persen

Pemerintah menambah kuota penjualan Obligasi Negara Ritel ORI030 menjadi Rp 25 triliun.
Penulis: Ibtihal
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:24:04 WIB

JAKARTA - Masa penawaran instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel berjenis Obligasi Negara Ritel (ORI) edisi ORI030 memperoleh sambutan yang sangat hangat dari kalangan pemodal. 

Kondisi tersebut mendorong otoritas pemerintah untuk memperbesar pagu kuota penjualan ORI030. Berikut adalah langkah-langkah menanam modal pada ORI030 dengan nilai investasi mulai dari Rp 1 juta saja.

Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Pendalaman Pasar SUN DJPPR Kemenkeu, Chandra A.S. Wibowo, menjabarkan sekiranya pihak pemerintah telah mengerek batas target kuota perdana dari semula Rp 20 triliun naik ke posisi Rp 25 triliun.

"Terkait peluang penambahan kuota lanjutan (upsize), pemerintah masih akan terus mengevaluasi dinamika pergerakan pasar serta strategi pembiayaan negara," terang Chandra, Kamis (16/7/2026).

Proses penawaran produk ORI030 sendiri dilangsungkan mulai tanggal 6 Juli hingga ditutup pada 30 Juli 2026. 

Produk ORI030 ini menyajikan penawaran kupon tetap (fixed rate) yang menyentuh angka 6,90% untuk masa tenor tiga tahun serta imbal hasil sebesar 7,00% untuk masa tenor enam tahun. 

Karakteristik kupon ini bersifat dapat diperdagangkan kembali (tradable) pada pasar sekunder. Berpatokan pada tingkat inflasi nasional yang berada di angka 3,34%, instrumen ORI030 dinilai tetap sanggup menyuguhkan tingkat imbal hasil riil (real yield) yang positif demi memelihara daya beli para pemodal.

Mengacu pada kompilasi data dari agen mitra distribusi Bareksa per Kamis (16/7/2026), serapan penjualan untuk instrumen ORI030 T3 dilaporkan telah terisi sebanyak 97% dari total pagu kuota nasional senilai Rp 12 triliun. 

Sementara itu, untuk instrumen ORI030 T6 tercatat telah terserap pada kisaran 64% dari total kuota yang dialokasikan sebesar Rp 8 triliun.

Ekonom asal Universitas Andalas, Syafruddin Karimi mengemukakan, tingginya animo pasar terhadap penawaran ORI030 ini merefleksikan adanya kecenderungan dari para pelaku pasar untuk mencari rasa aman serta jaminan kepastian arus pendapatan, alih-alih dilatarbelakangi oleh rasa optimisme penuh atas dinamika perekonomian saat ini. 

Faktor fluktuasi nilai tukar rupiah serta ketidakpastian proyeksi suku bunga acuan di kancah makroekonomi domestik maupun global turut menggiring minat pasar ke arah instrumen investasi dengan jangka waktu pendek.

"Investor yang memilih seri enam tahun menanggung risiko durasi lebih tinggi: ketika yield pasar naik, harga obligasi berjangka lebih panjang secara umum turun lebih dalam," kata Syafruddin, Kamis (16/7/2026).

Cara investasi ORI030

Aktivitas penanaman modal pada ORI030 dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau, yakni minimal Rp 1 juta. Berikut adalah panduan tahapan untuk membeli obligasi ritel ORI030:

  • Registrasi 

Proses pendaftaran akun investasi untuk instrumen obligasi ritel ORI030 bisa ditempuh kapan saja bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel resmi dibuka untuk umum. 

Calon pemodal dapat mendaftarkan identitas diri lewat platform elektronik yang telah disediakan oleh pihak Mitra Distribusi (Midis), dengan mengisi sejumlah berkas dokumen seperti biodata diri, nomor identitas SID (Single Investor Identification), informasi Rekening Dana, serta informasi Rekening Surat Berharga. 

Bagi para calon investor yang belum mengantongi nomor SID, Rekening Dana, maupun Rekening Surat Berharga, dapat segera berkoordinasi dengan pihak Midis terkait. 

Definisi dari Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal sendiri merupakan kode unik khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku otoritas penyimpanan serta penyelesaian transaksi.

  • Pemesanan 

Setelah tahapan registrasi dinyatakan berhasil, para calon pemodal dapat melanjutkan ke proses pemesanan unit obligasi ritel ORI030 dengan terlebih dahulu mempelajari seluruh poin aturan yang tertera pada dokumen Memorandum Informasi. 

Perlu diingat bahwa aktivitas pemesanan unit ini hanya dapat dilayani selama masa periode penawaran resmi obligasi ritel ORI030 sedang berlangsung.

  • Pembayaran 

Apabila data pemesanan telah melalui proses verifikasi (verified order), calon pemodal akan menerima kiriman kode pembayaran (billing code) untuk transaksi pembelian obligasi ritel ORI030 lewat pesan elektronik email atau SMS sesuai dengan ketentuan teknis masing-masing Mitra Distribusi. 

Kode unik pembayaran ini nantinya dipergunakan untuk melakukan transfer dana investasi via Bank Persepsi (baik lewat petugas teller, mesin ATM, fasilitas internet banking, maupun mobile banking), kantor Pos, atau institusi penerima pembayaran resmi lainnya sesuai dengan batas tenggat waktu yang telah ditetapkan.

  • Konfirmasi 
    Pasca selesainya proses transfer pembayaran, calon pemodal akan memperoleh lembar bukti NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) serta pesan notifikasi transaksi selesai (completed order), yang mana penjatahan alokasi unit obligasi ritel ORI030 akan diselesaikan pada waktu tanggal setelmen atau penerbitan resmi. 

Setelah proses penyelesaian (setelmen) tersebut tuntas, pemodal dapat mengajukan permohonan penerbitan Bukti Konfirmasi Kepemilikan unit obligasi ritel ORI030 kepada pihak Mitra Distribusi terkait.

Daftar mitra distribusi ORI030

Melansir informasi dari situs resmi milik Kementerian Keuangan, di bawah ini merupakan jajaran perbankan serta platform penyedia jasa investasi yang melayani transaksi pembelian untuk instrumen ORI030:

  • Perbankan: BCA, Mandiri, BNI, BRI, BTN, Permata, HSBC Indonesia, Maybank, OCBC, DBS, Panin, CIMB Niaga, Danamon, UOB, Mega, Standard Chartered, Victoria, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Muamalat, serta SMBC Indonesia.
  • Perusahaan Sekuritas dan Platform Investasi: Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa, Trimegah Sekuritas, Bahana Sekuritas, Bina Artha Sekuritas, Philip Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, Bareksa, Fundtastic, Tanamduit, dan Bibit.

Reporter: Ibtihal