IHSG Merosot 3,56 Persen, Simak Analisis Saham dan Rekomendasinya
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren tekanan koreksinya dengan mencatatkan penurunan sebesar 3,56 persen ke level 5.883. Pergerakan indeks ini juga diiringi dengan peningkatan tekanan jual di pasar.
Secara teknikal, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG telah bergerak di bawah MA20 dan dianggap telah mencapai target koreksi yang sebelumnya diproyeksikan. Herditya memperkirakan IHSG saat ini masih berada dalam struktur wave (b) dari wave [iv], yang menunjukkan bahwa fase koreksi belum sepenuhnya berakhir.
Dalam skenario ini, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan guna menguji area support di kisaran 5.723–5.847 sebelum memiliki peluang untuk kembali menguat. Jika skenario pemulihan terjadi, penguatan indeks diperkirakan dapat membawa IHSG kembali menuju area 6.548–6.782.
Adapun level support berada di 5.784 dan 5.594, sementara resistance terdekat berada di 6.286 dan 6.459. Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham menunjukkan tekanan teknikal dengan pendekatan wave analysis yang bervariasi.
Saham Barito Renewables Energy (BREN) terkoreksi 1,08% ke Rp 3.650 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Herditya memperkirakan posisi BREN saat ini sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [A], dengan rekomendasi buy on weakness di Rp 2.760–Rp 3.380, target harga Rp 4.100–Rp 4.920, dan stop loss di bawah Rp 2.640.
Saham Vale Indonesia (INCO) turun lebih dalam sebesar 7,46% ke Rp 4.590 dan juga berada di bawah MA20. Rekomendasi untuk INCO adalah buy on weakness dengan area beli di Rp 4.300–Rp 4.540, target harga Rp 5.500–Rp 5.925, dan stop loss di bawah Rp 4.240.
Saham Merdeka Battery Materials (MBMA) melemah 8,04% ke Rp 492 dan menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan. Rekomendasi adalah buy on weakness di Rp 462–Rp 482, target harga Rp 565–Rp 605, serta stop loss di bawah Rp 440.
Saham Bakrie & Brothers (BNBR) menjadi satu-satunya yang direkomendasikan sell on strength setelah turun 8,26% ke 100 dan menembus MA20 serta MA200. Saham ini diperkirakan berada pada awal wave 5 dari wave (C), dengan rekomendasi sell on strength di Rp 103–Rp 108.