Enam Emiten Memasuki Masa Cum Dividen, GLVA Catat Yield Tertinggi

Ilustrasi: Enam emiten memasuki masa cum dividen pada 23 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:47:30 WIB

JAKARTA – Sejumlah emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki masa cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada Selasa, 23 Juni 2026. Investor yang melakukan pembelian saham hingga penutupan perdagangan hari tersebut masih berhak mendapatkan dividen tunai sesuai jadwal masing-masing emiten.

Cum dividen merupakan batas akhir bagi investor untuk membeli saham agar namanya tercatat sebagai penerima dividen. Setelah tanggal ex dividen berlangsung, pembeli saham tidak lagi memiliki hak atas pembagian dividen untuk periode tersebut.

Terdapat enam saham yang memasuki masa cum dividen, yaitu BDKR, GLVA, MTMH, NSSS, TBMS, dan TINS. Berikut adalah rincian daftar saham cum dividen pada 23 Juni 2026:

  1. TINS: Dividen Rp 88,189 per saham, harga penutupan Rp 3.750, dividend yield 2,35 persen.
  2. GLVA: Dividen Rp 10,00 per saham, harga penutupan Rp 322, dividend yield 3,11 persen.
  3. NSSS: Dividen Rp 5,00 per saham, harga penutupan Rp 585, dividend yield 0,85 persen.
  4. BDKR: Dividen Rp 2,65 per saham, harga penutupan Rp 136, dividend yield 1,95 persen.
  5. MTMH: Dividen Rp 2,42 per saham, harga penutupan Rp 950, dividend yield 0,25 persen.
  6. TBMS: Dividen US$ 0,0016 (setara Rp 28,52) per saham, harga penutupan Rp 1.270, dividend yield 2,25 persen.

Berdasarkan harga penutupan perdagangan Senin (22/6), GLVA mencatatkan dividend yield tertinggi di antara kelompok saham cum dividen hari tersebut dengan angka sekitar 3,11 persen. Posisi selanjutnya diikuti oleh TINS sebesar 2,35 persen, TBMS sebesar 2,25 persen, BDKR sebesar 1,95 persen, NSSS sebesar 0,85 persen, serta MTMH sebesar 0,25 persen.

Perhitungan dividend yield dilakukan dengan rumus: Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100 persen. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan harga penutupan pada 22 Juni 2026 dan dapat berubah seiring pergerakan harga saham.

Meskipun dividen menjadi daya tarik, investor tetap perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan serta valuasi sahamnya. Setelah masa ex dividen, harga saham sering kali mengalami penyesuaian karena berkurangnya nilai dividen yang dibagikan.

Oleh karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya bertumpu pada besaran yield dividen. Investor disarankan untuk turut mempertimbangkan prospek bisnis, kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhan emiten dalam jangka panjang.

Reporter: Akbar