Tembus Level 6.000, IHSG Diprediksi Lanjut Konsolidasi Pekan Ini

Ilustrasi: IHSG menutup perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, dengan penguatan 2,07 persen menembus level 6.000. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Senin, 15 Juni 2026 | 12:29:17 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 121,62 poin atau setara 2,07 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Capaian tersebut berhasil membawa indeks kembali menembus level psikologis 6.000 sebelum memasuki pekan baru pada Senin, 15 Juni 2026.

Keberhasilan menembus level 6.000 menjadi sinyal positif di tengah tekanan yang sempat terjadi di pasar modal domestik. Saat ini, para investor sedang memantau potensi keberlanjutan tren penguatan tersebut untuk menguji area resistance berikutnya.

Riset teknikal dari Phintraco Sekuritas menunjukkan indikator MACD telah membentuk pola Golden Cross dengan histogram positif. Namun, pelaku pasar diimbau tetap waspada karena indikator Stochastic RSI berada di area overbought yang berisiko memicu Death Cross.

Analis pasar modal, William Hartanto, memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, akan bergerak dalam rentang 5.914 hingga 6.100. Rentang ini dinilai akan menentukan arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Valdy Kurniawan memberikan pandangan mengenai kisaran pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan. "Menurutnya, indeks bergerak pada area support 5.900 hingga 6.000 dan area resistance di tingkat 6.150 hingga 6.220, dengan level 6.200 sebagai penentu pembalikan arah atau reversal," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perhatian investor tertuju pada sejumlah saham dengan momentum teknikal menarik, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE). Saham BUMI memiliki target harga di rentang Rp162–Rp166, sedangkan FORE diproyeksikan pada level Rp760–Rp800.

Sentimen utama pekan ini bersumber dari kebijakan moneter, terutama Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Juni 2026. Pasar memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen dan menunggu dampaknya terhadap stabilitas rupiah serta emiten sektor keuangan dan konsumer.

Reporter: Akbar