IHSG Masih Tertekan, IPOT Sarankan Investor Fokus Lindungi Modal

Ilustrasi IPOT menyarankan investor fokus melindungi modal dengan membatasi eksposur saham kecil dan menengah. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Senin, 08 Juni 2026 | 15:46:37 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berada dalam fase bearish yang cukup signifikan, yang ditunjukkan oleh tren pelemahan yang masih berlanjut tanpa adanya tanda-tanda pembalikan arah (reversal) yang meyakinkan.

Dalam situasi saat ini, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, mengungkapkan bahwa langkah paling bijak bagi investor adalah memprioritaskan perlindungan modal.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan membatasi eksposur pada saham-saham berkapitalisasi kecil serta menengah yang memiliki likuiditas rendah, serta tidak terburu-buru melakukan averaging down secara agresif sebelum ada konfirmasi stabilitas nilai tukar rupiah dan sinyal pembentukan dasar yang nyata dari pergerakan harga saham.

Bagi investor jangka menengah, Hari menyarankan agar memanfaatkan kondisi pasar saat ini dengan memantau secara selektif saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), utamanya di sektor perbankan dan consumer staples yang valuasinya telah berada pada level menarik menurut catatan sejarah. Dia juga mengimbau agar akumulasi dilakukan secara bertahap dalam porsi terbatas sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter Bank Indonesia.

"Secara fundamental, IHSG masih berada dalam tekanan yang cukup berat memasuki pekan 8–12 Juni 2026, di mana kombinasi inflasi Mei yang melampaui ekspektasi (3,08% yoy), Rupiah yang telah menembus Rp18.000, dan total net foreign sell year to date yang telah mencapai Rp60,8 triliun mencerminkan erosi kepercayaan investor yang sistemik," tulis Hari dalam risetnya, Senin (8/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hari turut memaparkan bahwa terdapat sejumlah katalis domestik yang harus dicermati dengan saksama, mulai dari rilis data cadangan devisa Mei 2026 pada Senin (8/6), consumer confidence Mei pada Rabu (10/6), hingga retail sales April pada Kamis (11/6).

Rilis data ini akan menjadi tolok ukur awal kondisi daya beli serta ketahanan eksternal Indonesia, di mana angka cadangan devisa yang melemah berpotensi memperburuk kekhawatiran pasar terhadap kemampuan Bank Indonesia dalam menstabilkan rupiah yang sudah menembus Rp18.000.

Berikut rekomendasi saham pilihan dari IPOT:

PT Timah Tbk (TINS)

Rekomendasi: Buy

Entry: Rp 3.150

Target harga: Rp 3.340

Stop loss: Rp 3.050

Analisa: Emiten PT Timah Tbk (TINS) bertahan di atas level support 2900 dan berhasil bertahan di atas EMA5 sehingga layak ditradingkan pekan ini.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

Rekomendasi: Buy

Entry: Rp 675

Target harga: Rp 715

Stop loss: Rp 655

Analisa: Emiten PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berpotensi reversal di level EMA5 dan berpotensi juga membentuk pola uptrend sehingga layak ditradingkan pada pekan ini.

PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR)

Rekomendasi: Buy

Entry: Rp 560

Target harga: Rp 600

Stop loss: Rp 540

Analisa: Emiten PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) memperlihatkan pola uptrend dan dalam sepekan terakhir bergerak volatile di antara EMA5 hingga EMA50 sehingga layak ditradingkan pekan ini.

Reporter: Akbar