Harga Bitcoin Naik, Michael Saylor Beri Sinyal Tambah Kepemilikan
JAKARTA – Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan signifikan pada Senin (8/6/2026) pagi, seiring dengan sentimen pasar aset kripto global yang mulai membaik. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan indikasi dari Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, mengenai potensi rencana perusahaan untuk menambah kepemilikan Bitcoin menjelang pemungutan suara pemegang saham terkait kebijakan dividen saham preferen.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global tercatat terkoreksi 3,86% menjadi US$ 2,18 triliun. Di saat yang sama, harga Bitcoin (BTC) melonjak 3,75% menuju level US$ 63.158 per koin atau setara Rp 1,13 miliar (kurs Rp 18.036 per dolar AS).
Kinerja aset kripto lainnya juga terpantau positif, di mana Indeks CoinDesk 20 naik 4,25%. Ethereum melesat 7,57% ke level US$ 1.687, Binance (BNB) naik 5,06% menjadi US$ 603, XRP meningkat 5,62% ke level US$ 1,15, Solana (SOL) tumbuh 6,87% menjadi US$ 66,45, dan Dogecoin (DOGE) naik 5,33% ke US$ 0,09.
Dikutip dari CoinTelegraph, Michael Saylor kembali memberikan isyarat mengenai potensi pembelian Bitcoin melalui unggahan di media sosial, di tengah tingginya perhatian pelaku pasar terhadap rencana perubahan kebijakan dividen saham preferen perusahaan.
Melalui unggahan di platform X pada Minggu (8/6/2026), Saylor menampilkan grafik akumulasi Bitcoin perusahaan dengan keterangan ‘A good time to add more dots’, sebuah pesan yang sering digunakan saat perusahaan hendak melakukan pembelian aset kripto.
CEO Strategy, Phong Le, mempertegas sinyal tersebut dengan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kepemilikan Bitcoin, baik secara absolut maupun per saham. “Strategi korporasi kami adalah meningkatkan net Bitcoin dan Bitcoin per share dari waktu ke waktu. Rumor selain itu hanyalah rumor,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Strategy, yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, saat ini memiliki total 843.706 Bitcoin dengan rata-rata harga beli US$ 75.701 per koin. Sementara itu, dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin sempat melemah 16,6% ke level US$ 62.153.
Sinyal dari Saylor muncul di tengah agenda pemungutan suara pemegang saham mengenai usulan perubahan jadwal dividen saham preferen STRC dari yang semula bulanan menjadi dua kali dalam sebulan. Langkah ini diyakini perusahaan mampu meningkatkan efisiensi likuiditas, mempercepat siklus reinvestasi, serta meredam volatilitas.
“Pembayaran dividen dua kali sebulan akan mengurangi jeda reinvestasi dan meningkatkan efisiensi pasar. Ini juga dapat menurunkan volatilitas secara signifikan dan meningkatkan Sharpe ratio,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa jika proposal tersebut disetujui, kebijakan ini akan mulai diterapkan pada periode Juni–Juli 2026. Namun, kebijakan ini membutuhkan persetujuan minimal 50% dari total 85 juta saham beredar. Keputusan final dijadwalkan akan ditentukan dalam rapat pemegang saham Strategy pada awal pekan ini.
Sebelumnya, Strategy sempat melakukan aksi pembelian kembali utang korporasi, yang memunculkan spekulasi pasar mengenai potensi melambatnya akumulasi Bitcoin atau risiko likuidasi aset untuk mendanai aksi korporasi tersebut.
Di sisi lain, tingkat partisipasi investor ritel dalam proses pemungutan suara pemegang saham dinilai masih minim. Data dari Harvard Law School Forum on Corporate Governance menunjukkan bahwa partisipasi voting investor ritel hanya sebesar 29%, jauh tertinggal dibandingkan investor institusi yang mencapai 77%.