Jelang IPO SpaceX, Investor Wall Street Waspadai Euforia Pasar
JAKARTA – Penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) SpaceX akan menjadi agenda utama bagi pasar saham Amerika Serikat (AS) pada minggu depan. Walaupun demikian, para investor turut mencermati kemungkinan terjadinya euforia yang berlebihan.
Indeks saham mengalami pelemahan pada hari Jumat, yang dipicu oleh data ketenagakerjaan yang kuat sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai kebijakan moneter hawkish, ditambah dengan penurunan saham sektor semikonduktor pasca lonjakan tajam. Indeks acuan S&P 500 (.SPX) mencatatkan penurunan mingguan setelah sebelumnya menguat selama sembilan minggu berturut-turut.
Walaupun demikian, S&P 500 masih mencatatkan kenaikan sekitar 8 persen sepanjang tahun 2026, termasuk pemulihan sebesar 16 persen dari titik terendah pada akhir Maret tahun ini.
Memasuki pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data terbaru mengenai harga konsumen dan produsen, setelah laporan ketenagakerjaan memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan lebih berfokus pada upaya menekan inflasi, yang berisiko menyebabkan kenaikan suku bunga.
Pekan mendatang juga akan menyajikan laporan kinerja dari perusahaan-perusahaan utama di sektor teknologi, yang selama ini menjadi penggerak lonjakan pasar meski sempat menutup pekan dengan hasil kurang memuaskan.
Sejumlah investor sudah bersiap mengantisipasi adanya jeda setelah reli tajam terjadi. Berbagai risiko yang ada meliputi konflik AS-Iran serta potensi lonjakan kembali harga energi apabila ketegangan di kawasan Timur Tengah memanas.
SpaceX milik Elon Musk menargetkan perolehan dana sebesar USD75 miliar (sekitar Rp1.352 triliun). Apabila target tersebut terealisasi, IPO SpaceX akan tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah.
SpaceX juga diproyeksikan memiliki valuasi mencapai USD1,75 triliun (atau sekitar Rp31,553 triliun), yang akan menjadikannya salah satu perusahaan publik dengan nilai tertinggi di dunia.
Perusahaan telah memulai rangkaian roadshow investor pada Kamis (4/6/2026), dengan penentuan harga yang dijadwalkan pada 11 Juni. Perdagangan saham akan resmi dimulai di Bursa Nasdaq pada keesokan harinya.
Perusahaan ini memiliki portofolio bisnis yang beragam dan tidak biasa, mencakup sektor roket, komunikasi satelit, hingga komputasi AI. Mengingat keterlibatan Musk, yang merupakan pemimpin Tesla dan orang terkaya di dunia, valuasi SpaceX sulit ditentukan dan, menurut beberapa indikator, telah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Perusahaan mencatatkan kerugian bersih sebesar USD 4,94 miliar pada 2025, meskipun pendapatan tercatat meningkat 33 persen menjadi USD 18,67 miliar.