JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam mendukung program perumahan nasional.
Memasuki tahun 2026, bank pelat merah ini memasang target ambisius untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi hingga 60.000 unit. Langkah ini diambil sebagai bentuk akselerasi nyata BRI dalam memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa lonjakan target ini merupakan kelanjutan dari tren positif yang berhasil dicatatkan perseroan pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus BRI tidak hanya tertuju pada pertumbuhan angka, tetapi juga pada optimalisasi penugasan pemerintah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Lonjakan Target dan Realisasi Pembiayaan Rumah Subsidi BRI
Peningkatan target yang dicanangkan BRI tergolong sangat signifikan. Jika pada tahun 2025 BRI berhasil merealisasikan penyaluran sekitar 36.000 unit, maka di tahun 2026 ini jumlah tersebut dibidik meroket hampir dua kali lipat.
"KPR subsidi tadi kami sudah sampaikan, sudah dikasih target baru, tahun lalu kita menyalurkan sekitar 36.000, tahun ini mungkin 60.000 ya, naik ke 60.000," ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat ditemui di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026.
Optimisme ini didasari oleh performa gemilang pada Desember 2025, di mana realisasi pembiayaan melonjak 100 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya berada di kisaran 16.000 unit. "Kami bersyukur bahwa di tahun 2025 yang lalu, Desember, peningkatannya adalah 100 persen. Dan kita sudah menyalurkan lebih dari Rp16 triliun pembiayaan rumah bersubsidi. Dan harapannya dari tahun ini target dari Pak Menteri (PKP) sudah mencapai target lagi 100 persen lagi naik," kata Hery.
Misi Sosial sebagai Bank Rakyat untuk Masyarakat Bawah
Bagi BRI, penyaluran KPR subsidi bukan sekadar transaksi komersial, melainkan perwujudan identitas sebagai bank yang melayani rakyat kecil. Hery Gunardi menekankan bahwa peran perseroan dalam sektor perumahan sejajar dengan komitmen mereka pada program lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"BRI adalah bank rakyat Indonesia. Jadi bank rakyat yang memang banyak menjalankan bisnis terkait dengan seperti misalnya KUR yang bersubsidi, kemudian terkait juga dengan rumah untuk masyarakat berhasil yang rendah," ujarnya.
Target nasional penyaluran rumah subsidi melalui FLPP sendiri ditetapkan tetap konsisten di angka 350.000 unit untuk tahun 2026. Dengan membidik 60.000 unit, BRI berupaya mengambil porsi yang lebih besar dalam membantu pemerintah mencapai target tersebut, sekaligus memastikan inklusi keuangan menyentuh sektor papan.
Apresiasi Pemerintah atas Pertumbuhan Penyaluran KPR BRI
Kinerja apik BRI mendapat sorotan positif langsung dari pemerintah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi atas kontribusi BRI yang dinilai mencatatkan persentase pertumbuhan tertinggi di antara perbankan nasional lainnya dalam hal penyaluran rumah subsidi bagi MBR.
Maruarar mencatat transformasi signifikan di mana pada tahun 2024 BRI membiayai 16.000 unit, kemudian meningkat menjadi sekitar 32.000 hingga 36.000 unit pada 2025. "Karena BRI itu konstribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 itu ada 16.000 (unit rumah) yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32.000 (unit rumah). Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar. Pak Dirut, saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya," kata Maruarar.
Memperluas Akses Hunian Layak untuk Sektor Informal
Dukungan pembiayaan dari BRI diharapkan mampu merangkul lebih banyak lapisan masyarakat yang selama ini sulit mengakses perbankan. Maruarar menambahkan bahwa realisasi puluhan ribu unit rumah ini menjadi jembatan bagi berbagai profesi untuk mendapatkan kepastian tempat tinggal.
Capaian tersebut membuka akses hunian layak bagi berbagai kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, mulai dari petani, nelayan, buruh, hingga pekerja sektor informal. Dengan dukungan pembiayaan yang kuat dari perbankan seperti BRI, impian kelompok masyarakat ini untuk memiliki rumah sendiri kini menjadi lebih realistis dan dapat dijangkau.