Tips Membuat Keripik Kangkung Renyah Tahan Lama Gurih Praktis Mudah di Rumah

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:32:59 WIB
Tips Membuat Keripik Kangkung Renyah Tahan Lama Gurih Praktis Mudah di Rumah

JAKARTA - Keripik sayur kini tak lagi dipandang sebagai camilan alternatif semata, tetapi sudah menjadi pilihan utama bagi banyak orang. 

Teksturnya yang ringan dan rasanya yang gurih membuat keripik sayur cocok dinikmati kapan saja. Salah satu yang paling diminati adalah keripik kangkung karena bahannya mudah didapat dan proses pengolahannya relatif sederhana.

Meski terlihat mudah, membuat keripik kangkung yang benar-benar renyah dan tahan lama membutuhkan perhatian khusus. Kesalahan kecil seperti daun yang masih basah atau suhu minyak yang kurang tepat bisa membuat hasilnya cepat melempem. Oleh karena itu, memahami tahapan pengolahan secara menyeluruh menjadi kunci utama keberhasilan.

Dengan teknik yang tepat, keripik kangkung bisa bertahan renyah hingga berhari-hari bahkan dua minggu. Selain cocok untuk stok camilan di rumah, hasilnya juga berpotensi dijadikan peluang usaha rumahan. Berikut cara membuat keripik kangkung renyah dan tahan lama.

Pemilihan Kangkung Menentukan Kualitas Keripik

Langkah pertama yang tidak boleh diabaikan adalah memilih kangkung yang tepat. Kangkung muda dengan usia sekitar 25–30 hari menjadi pilihan terbaik karena batangnya masih lunak dan daunnya belum terlalu lebar. Kondisi ini membuat kangkung lebih mudah kering saat digoreng.

Perhatikan pula warna dan teksturnya. Kangkung ideal memiliki warna hijau cerah, daun utuh tanpa lubang, serta batang yang tidak berlendir. Saat memetik, ambil bagian pucuk hingga tengah batang dan hindari bagian bawah yang cenderung berserat.

Bahan yang segar akan berpengaruh langsung pada rasa dan tekstur keripik. Kangkung yang terlalu tua atau kurang segar berisiko menghasilkan rasa pahit serta tekstur yang kurang renyah setelah digoreng.

Pelapisan Ringan Gunakan Putih Telur

Alih-alih memakai adonan basah yang tebal, putih telur menjadi solusi pelapis yang lebih ringan. Putih telur membantu tepung menempel secara tipis di permukaan daun tanpa membuat lapisan berat. Cara ini banyak digunakan untuk menghasilkan keripik yang kering dan tidak berminyak.

Putih telur cukup dikocok hingga berbuih ringan, tidak perlu sampai kaku. Kangkung kemudian dicelupkan dan diaduk perlahan agar seluruh permukaan terlapisi merata. Teknik ini menjaga rasa asli kangkung tetap dominan.

Selain itu, penggunaan putih telur membantu menciptakan tekstur garing alami. Keripik pun terasa lebih ringan saat dikunyah dan tidak meninggalkan rasa enek meski dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Tepung Tipis agar Air Mudah Menguap

Jenis dan jumlah tepung sangat memengaruhi hasil akhir keripik kangkung. Tepung maizena atau tapioka lebih disarankan karena menghasilkan tekstur ringan dan renyah. Gunakan tepung secukupnya dengan taburan tipis agar daun tetap terlihat.

Lapisan tepung yang terlalu tebal justru menghambat penguapan air dari daun kangkung. Akibatnya, keripik mudah lembek setelah dingin. Dengan lapisan tipis, proses pengeringan saat digoreng menjadi lebih optimal.

Teknik ini terbukti efektif dalam cara membuat keripik kangkung yang renyah dan tahan lama. Hasilnya lebih konsisten dan tidak mudah melempem meski disimpan beberapa hari.

Suhu Minyak dan Waktu Goreng yang Tepat

Minyak goreng harus benar-benar panas sebelum digunakan. Suhu ideal berada di kisaran 170–180 derajat Celsius. Tes sederhana bisa dilakukan dengan menjatuhkan sedikit adonan tepung ke minyak, jika langsung mengapung berarti suhu sudah sesuai.

Minyak yang kurang panas membuat kangkung menyerap minyak berlebihan. Hal ini menyebabkan keripik terasa berat dan cepat lembek setelah dingin. Sebaliknya, minyak yang terlalu panas bisa membuat keripik cepat gosong.

Waktu menggoreng juga perlu diperhatikan. Kangkung cukup digoreng selama 30–45 detik hingga lapisan terlihat kering dan warna hijau sedikit lebih gelap. Menggoreng terlalu lama justru merusak rasa dan warna.

Penirisan dan Bumbu Kering Jaga Kerenyahan

Setelah diangkat, keripik harus ditiriskan hingga benar-benar kering. Gunakan saringan atau kertas penyerap minyak dan biarkan uap panas hilang sepenuhnya sebelum dipindahkan. Sisa uap air bisa memicu kelembapan yang membuat keripik melempem.

Pemberian bumbu sebaiknya dilakukan setelah keripik dingin. Gunakan bumbu tabur kering seperti balado, keju, bawang putih, atau BBQ. Bumbu cair sebaiknya dihindari karena dapat merusak tekstur renyah.

Dengan bumbu kering, rasa keripik tetap gurih tanpa mengurangi masa simpannya. Aroma pun lebih tahan lama dan tidak cepat tengik saat disimpan.

Penyimpanan Kedap Udara dan Resep Praktis

Tahap akhir yang tak kalah penting adalah penyimpanan. Gunakan toples kaca atau plastik dengan penutup rapat dan pastikan keripik sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan. Simpan di tempat kering dan jauh dari sinar matahari langsung.

Dengan penyimpanan yang tepat, keripik kangkung bisa bertahan hingga dua minggu tanpa kehilangan kerenyahannya. Hal ini membuatnya cocok dijadikan stok camilan atau ide jualan rumahan.

Bahan yang dibutuhkan antara lain satu ikat kangkung muda, dua putih telur, empat sendok makan tepung maizena atau tapioka, setengah sendok teh garam, minyak goreng, dan bumbu tabur kering sesuai selera. Langkah pembuatannya mengikuti teknik di atas agar hasil keripik tetap ringan, renyah, dan tahan lama.

Terkini