Risiko Energi Membatasi Pemulihan Euro Terhadap Dolar AS

Ilustrasi Dolar AS (foto : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 27 Juli 2026 | 23:04:12 WIB

JAKARTA – Pasangan mata uang EUR/USD mencatatkan penguatan ke atas level 1,1400 seiring dengan melandainya harga minyak dunia. Kendati demikian, pemulihan ini dinilai terlalu optimistis karena belum ada sinyal de-eskalasi geopolitik yang pasti.

Selain itu, lonjakan harga gas Eropa turut memberikan tekanan pada terms of trade mata uang Euro. Di sisi lain, rilis data ekonomi Zona Euro diprediksi belum cukup kuat guna membendung dorongan safe haven terhadap Dolar AS serta ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga Gas dan Geopolitik Membebani Euro

"EUR/USD telah memantul kembali di atas 1,140 seiring harga minyak turun tajam hari ini. Namun, pergerakan itu tampak agak optimistis mengingat tidak adanya jalur de-eskalasi yang jelas. Setiap serangan militer baru dapat dengan cepat mendorong Brent kembali ke $100/barel dan EUR/USD di bawah 1,1380," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Harga gas adalah alasan lain kami tetap berhati-hati terhadap EUR/USD kecuali ketegangan mereda dengan cepat. Bahkan setelah penurunan hari ini, TTF diperdagangkan di €58/MWh, lebih dari 30% di atas level pada awal Juli dan mendekati tertinggi Maret," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Jadi, sementara Brent sama sekali tidak mendekati puncaknya, gas justru iya. Mengingat pentingnya gas dalam impor energi Zona Euro, terms of trade euro – secara statistik penggerak jangka menengah paling penting bagi valuasi EUR – juga masih berada di dekat level terendah Maret dan pada level yang sebanding dengan 2023," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Potensi pembelian USD secara pencegahan menjelang FOMC juga dapat membebani pasangan mata uang ini hingga hari Rabu," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Pada Jumat, IHK (CPI) Zona Euro diprakirakan naik di atas 3,0%. Namun, dengan inflasi inti masih berada di sekitar 2,5%, kami menilai hal tersebut tidak akan memicu penyesualian ekspektasi yang jauh lebih hawkish," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Pasar saat ini memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 42 basis poin oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) hingga akhir tahun, tetapi prospek tersebut kemungkinan akan tetap sangat sensitif terhadap volatilitas harga minyak yang masih berlangsung," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar