ESDM Tegaskan Strategi Survival Hadapi Krisis Energi Global

Kementerian ESDM memastikan strategi 'survival mode' untuk antisipasi fluktuasi harga minyak global. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 27 Juli 2026 | 22:58:49 WIB

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival menghadapi fluktuasi harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik.

“Hingga saat ini, strategi kita masih sama, yaitu dalam kondisi ‘survival mode’. Artinya, kita selalu siap mengantisipasi gejolak atau dinamika perubahan yang cepat,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, Senin, 27 Juli 2026.

Kondisi ini berlangsung sejak krisis energi global Februari 2026. Pemerintah berharap situasi membaik, namun tidak ada jaminan konflik segera berakhir.

Langkah yang ditempuh ESDM adalah diversifikasi sumber impor minyak mentah, BBM, dan LPG. Pemerintah juga memperkuat stok energi untuk memastikan pasokan bagi masyarakat.

Anggia menambahkan, kenaikan harga minyak internasional juga memberi keuntungan bagi Indonesia yang menghasilkan 600 ribu barel per hari. “Secara APBN akan menaikkan pendapatan negara dari sisi PNBP penjualan minyak mentah,” katanya.

Pada Kamis, 23 Juli 2026, harga minyak WTI melonjak lebih dari 6 persen ke atas US$92 per barel, sementara Brent naik lebih dari 6 persen hingga menembus US$100 per barel, tertinggi sejak awal Juni 2026.

Mengutip Anadolu, tidak ada laporan serangan baru dari Amerika Serikat maupun Iran untuk malam kedua berturut-turut. Pakistan dan Qatar meningkatkan mediasi guna mendorong deeskalasi konflik.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut jeda terjadi setelah hampir dua pekan serangan AS terhadap infrastruktur militer Iran. Sumber pemerintah Pakistan menyatakan Islamabad dan Doha intensif bertukar pesan antara AS dan Iran.

Harga minyak dunia pun turun ke sekitar US$90 per barel untuk Brent dan sekitar US$84 per barel untuk WTI.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai kebijakan energi dan harga minyak, bukan ajakan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.

Reporter: Ibtihal