Pergerakan Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Naik dan Ethereum Melonjak

Ilustrasi Bitcoin Naik dan Ethereum Melonjak (foto : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 27 Juli 2026 | 22:58:49 WIB

JAKARTA – Sebagian besar harga aset kripto teratas termasuk bitcoin (BTC) serta Ethereum (ETH) mengalami penguatan pada sesi perdagangan Senin pagi (27/7/2026). Namun, pergerakan nilai stablecoin seperti USDT dan USDC justru terpantau mengalami penurunan.

Berdasarkan data dari coinmarketcap.com per pukul 06.23 WIB, pergerakan bitcoin (BTC) mencatatkan kenaikan sebesar 1,49% dalam durasi 24 jam terakhir. Jika dihitung dalam sepekan terakhir, bitcoin berhasil tumbuh 1,04% hingga mencapai kisaran US$ 65.300 atau sebanding dengan Rp 1,17 miliar.

Tren positif ini turut dialami oleh Ethereum (ETH) yang harganya melonjak 4,39% dalam rentang 24 jam terakhir. Kenaikan nilai ETH ini menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan aset kripto lainnya, di mana selama seminggu terakhir nilainya bertambah 4,62% sehingga kini berada pada level US$ 1.953,78 atau sekitar Rp 35,08 juta.

Di sisi lain, pergerakan tether (USDT) terkoreksi 0,01% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Penurunan sebesar 0,01% juga terjadi selama sepekan terakhir, yang membuat harga tether berada di posisi US$ 0,9989.

Sementara itu, binance coin (BNB) mengalami peningkatan harga sebesar 1% dalam jangka waktu 24 jam terakhir. Secara mingguan, kenaikan BNB tercatat sebesar 0,66% yang menempatkan harganya di level US$ 574,45.

Nilai USDC menguat tipis 0,01% dalam 24 jam terakhir, meskipun kinerjanya dalam sepekan masih berada di zona merah. Saat ini, perdagangan USDC berada di angka US$ 0,9999.

Penguatan juga dicatatkan oleh XRP sebesar 1,12% dalam 24 jam terakhir. Dalam kurun waktu satu minggu, harga XRP bertambah 1,39% dan kini diperdagangkan pada level US$ 1,11.

Adapun solana (SOL) meroket 3,08% dalam kurun 24 jam terakhir. Saat ini harganya terangkat 0,62% sehingga bertengger di posisi US$ 76,64.

Selanjutnya, harga tron (TRX) menguat 0,13% dalam rentang 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir harganya melesat 1,42% hingga berada pada angka US$ 0,3316.

Pergerakan Hyperliquid (HYPE) melonjak tinggi sebesar 2,53% dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, harganya susut 2,36% dalam sepekan terakhir dan kini diperdagangkan di tingkat US$ 59,64.

Sementara dogecoin (DOGE) mengalami kenaikan 2% dalam durasi 24 jam terakhir. Dalam jangka waktu seminggu terakhir, DOGE mencatatkan pertumbuhan 1,35% ke level US$ 0,07313.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar aset kripto global menguat 1,81% hingga menyentuh US$ 2,24 triliun. Angka tersebut setara dengan nilai Rp 40.243 triliun.

Di tempat lain, Badan Investigasi Federal Pakistan atau Pakistan’s Federal Investigation Agency (FIA) telah mendirikan unit penyidikan baru yang berfokus menagani tindak kejahatan aset digital, termasuk penggunaan kripto di bawah struktur Pusat Komando dan Kontrol Nasional atau National Command and Control Centre.

"Unit itu akan menyelidiki pemakaian kripto dalam kejahatan seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme," kata Direktur FIA, Muhammad Athar Waheed sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Unit Investigasi Kripto ini bakal bekerja secara berdampingan dengan Otoritas Regulasi Aset Virtual Pakistan atau the Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA), yakni lembaga yang bertugas meregulasi ruang aset digital di tingkat lokal.

Muhammad Athar Waheed turut merekomendasikan agar Badan Investigasi Kejahatan Siber Nasional serta Satuan Anti-Narkotika membentuk divisi serupa demi menindak kejahatan siber dan perdagangan obat-obatan terlarang berbasis kripto.

Pakistan terpantau terus mengakselerasi rencana pengembangan aset digitalnya sejak tahun lalu. Pada Maret tahun ini, parlemen setempat mengesahkan Undang-Undang Aset Virtual yang menetapkan PVARA sebagai regulator permanen tingkat federal dengan kewenangan menerbitkan lisensi bagi bursa, kustodian, serta penerbit token.

Sejak regulasi tersebut berlaku, PVARA telah mengeluarkan izin bagi beberapa platform bursa utama seperti Binance dan HTX.

Chairman PVARA Bilal bin Saqib mengutarakan bahwa Pakistan berencana memproduksi stablecoin berdaulat. Pemerintah setempat sebelumnya juga mengumumkan rencana pembentukan cadangan bitcoin milik negara serta menyiapkan pasokan listrik sebesar 2.000 megawatt untuk operasional penambangan bitcoin dan pusat data kecerdasan buatan.

Reporter: Akbar