Bitcoin Jatuh ke 64.000 US Dolar, Analis Waspadai Koreksi

Ilustrasi Pelemahan Bitcoin dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS. (sumber gambar: NET)
Penulis: Ibtihal
Sabtu, 25 Juli 2026 | 22:04:37 WIB

JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) pada Sabtu (25/7/2026) pagi bertahan di kisaran 64.000 US dolar. Pelemahan dipicu kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi The Fed, sehingga menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Data CoinMarketCap menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global turun 0,85 persen menjadi 2,19 triliun US dolar dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin anjlok 1,13 persen ke 64.050,7 US dolar per koin atau sekitar Rp1,14 miliar (kurs Rp17.922 per dolar AS). Ethereum melemah 0,54 persen ke 1.855 US dolar, sedangkan Binance (BNB) turun 0,41 persen ke 564 US dolar.

Perusahaan investasi Mosaic Asset Company menilai: 

“Lonjakan yield obligasi AS menjadi faktor utama di balik pelemahan pasar kripto.” Mosaic menambahkan bahwa kenaikan yield terjadi meski data inflasi konsumen AS lebih rendah dari perkiraan. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun kini sekitar 4,31 persen, di atas kisaran target suku bunga The Fed.

Ekspektasi pasar menunjukkan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September masih terbuka. Mosaic menilai: “Ekspektasi tersebut tidak hanya membebani pasar kripto, tetapi juga memberikan tekanan terhadap indeks saham global.”

Sejumlah analis teknikal menyoroti level 64.000 US dolar sebagai area krusial. Trader kripto Killa menilai pola pergerakan Bitcoin mirip awal Juni. Ia menyoroti fenomena ‘plunge protection team’ di Binance, yakni munculnya antrean beli besar di bawah harga pasar untuk meredam penurunan.

Akun analis Wealthmanager memperingatkan: “Apabila Bitcoin menembus ke bawah 64.000 US dolar, struktur tren jangka pendek berpotensi berubah menjadi negatif.”

Analis kripto Rekt Capital menilai pergerakan Bitcoin menyerupai pola pasar bearish 2022. “Bitcoin kembali gagal menembus exponential moving average (EMA) 50 bulan di sekitar 65.950 US dolar. Hingga saat ini belum ada sinyal teknikal yang menunjukkan Bitcoin berhasil keluar dari pola pelemahan tersebut,” jelasnya.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan harga kripto, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Reporter: Ibtihal