Bursa Eropa Terkoreksi, Harga Minyak Tembus 100 US Dolar
JAKARTA - Bursa ekuitas Eropa merosot pada Kamis (23/7/2026) setelah investor merespons laporan keuangan mengecewakan, komentar hawkish Bank Sentral Eropa (ECB), serta lonjakan harga minyak mentah akibat ketegangan di Timur Tengah. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 1,18 persen atau 7,66 poin ke 639,27, penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua pekan.
Indeks utama regional juga terkoreksi. DAX Jerman turun 1,56 persen ke 24.763,12, FTSE 100 Inggris melemah 0,73 persen ke 10.639,17, dan CAC Prancis merosot 1,64 persen ke 8.299,09. Meski ECB mempertahankan suku bunga, pernyataan Presiden Christine Lagarde mengindikasikan kemungkinan kenaikan pada September.
Kepala Ekonom Zona Euro Pantheon Macroeconomics, Claus Vistesen, menilai arah kebijakan moneter sangat bergantung pada harga minyak dan perkembangan geopolitik. Harga Brent menembus 100 US dolar per barel, sementara WTI di atas 92 US dolar per barel, setelah kelompok Houthi menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah.
Sektor energi Eropa naik 1,54 persen, didorong reli TotalEnergies yang melompat 2,5 persen. Sebaliknya, sektor makanan dan minuman tertekan setelah saham Nestle anjlok hampir 8 persen, penurunan harian terbesar sejak 1989. Nestle meningkatkan proyeksi penjualan organik, namun rencana menjual sebagian bisnis air minum dan minuman premium ke Platinum Equity memicu respons negatif.
Sektor teknologi juga melemah 2,9 persen. Saham STMicroelectronics ambles 17,7 persen setelah proyeksi pendapatan kuartal ketiga di bawah ekspektasi. BE Semiconductor turun 7,3 persen, sementara Soitec justru melesat 22 persen berkat pendapatan kuartalan di atas perkiraan.
Manajer Portofolio Allspring Global Investments, Rushabh Amin, menilai investor semakin kritis terhadap sumber pertumbuhan pendapatan masa depan perusahaan teknologi.
“Investor mulai mempertanyakan dari mana pertumbuhan pendapatan akan berasal. Kini giliran sektor semikonduktor yang menghadapi tekanan,” katanya.
Di luar sektor teknologi, saham easyJet naik 2,7 persen meski laba kuartal ketiga turun 70 persen. Grup kehutanan Finlandia Stora Enso tertekan setelah laba operasional di bawah ekspektasi, Sahamnya turun 8,5 persen.