Astronacci Buktikan Analisis Time & Price Tepat di IHSG
JAKARTA - Di tengah derasnya sentimen negatif sepanjang semester pertama 2026, Astronacci International justru memproyeksikan tren berbeda. Founder sekaligus CEO Astronacci, Asst. Prof. Dr Gema Goeyardi, menegaskan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah fase koreksi besar.
Sejak Mei 2026, Gema melalui acara Sucorfest dan kanal YouTube Astronacci menyampaikan bahwa berdasarkan metode Time & Price Analysis, Januari menjadi puncak, sementara Juli berpotensi menjadi periode pembentukan big bottom IHSG. “Apabila Januari menjadi peak, maka Juli 2026 berpotensi menjadi periode pembentukan big bottom IHSG, yang sekaligus membuka peluang dimulainya fase akumulasi dan pemulihan,” ungkapnya.
Proyeksi tersebut sejalan dengan prediksi sebelumnya sejak akhir 2025 bahwa IHSG masih memiliki ruang penguatan menuju area 9.150–9.250. Target tersebut tercapai pada 20 Januari 2026 ketika IHSG menyentuh 9.174 sebelum berbalik arah. Gema juga mengingatkan bahwa setelah target atas tercapai, IHSG berpotensi memasuki fase koreksi besar untuk menutup gap di area 6.000-an.
Pada 12 Januari 2026, Gema kembali menegaskan melalui kanal YouTube bahwa investor harus bersiap menghadapi fase bearish. Skenario tersebut berjalan sesuai proyeksi ketika IHSG melemah hingga akhir Juni dan menyentuh level terendah 5.594.
Memasuki Juni, fokus analisis bergeser ke identifikasi waktu bottom. Pada 4 Juni, Gema menyampaikan estimasi periode bottoming IHSG. “9 Juni 2026 berpotensi menjadi reversal bottom, dengan target penguatan hingga sekitar 15 Juni 2026,” jelasnya. Skenario ini terkonfirmasi ketika IHSG berbalik naik tepat pada 9 Juni dan menguat hingga 15 Juni.
Pada 17 Juni, Gema menilai pelemahan yang masih terjadi merupakan fase akhir siklus bearish dengan probabilitas 75 persen IHSG tidak akan turun lebih rendah dari bottom 9 Juni. Ketika tekanan jual muncul akhir Juni, ia kembali menegaskan pada 1 Juli bahwa IHSG memasuki fase akumulasi dengan target kenaikan menuju 6.400–6.700.
Hingga 22 Juli 2026, proyeksi tersebut terbukti tepat. IHSG telah menguat sekitar 13 persen sejak update 1 Juli, memperkuat proyeksi big bottom Juli 2026.
“Tentunya, ketika terjadi penurunan, IHSG akan menemukan kembali titik all time high-nya. Market merah ingat Astronacci. Investor yang tetap tenang dan tidak takut dengan ilmu yang telah kita bekali bisa selamat dari fase ini dan mendulang cuan,” ungkap Gema.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai analisis Astronacci terhadap IHSG, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.