JAKARTA – Sinetron "Lorong Waktu" kembali menjadi sorotan ketika membangkitkan nostalgia di layar kaca selama bulan Ramadan. Pertunjukan yang pertama kali tayang pada akhir 1990-an ini telah menyajikan perpaduan menarik antara fiksi ilmiah dan pesan-pesan religi, membuatnya menjadi favorit menjelang waktu berbuka puasa.
"Lorong Waktu" mengikuti kisah petualangan antartemporal yang menegangkan dengan sentuhan nilai-nilai Islami. Sinetron ini mengisahkan perjalanan Ustaz Addin dan anak didiknya, Zidan, yang berpetualang melintasi waktu dengan bantuan teknologi canggih yang ditemukan oleh Haji Husin. Alur cerita berfokus pada berbagai periode sejarah dan peristiwa kehidupan yang penuh hikmah, memberikan pemirsa perspektif baru dalam memahami ajaran Islam.
Haji Husin, karakter bijak dalam serial ini, menciptakan sebuah mesin waktu yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan menuju berbagai peristiwa di masa lalu dan masa depan. Teknologi fantastis ini dihadirkan dengan cara menghibur namun sarat makna, mengajak penonton untuk merenungkan banyak aspek kehidupan sehari-hari serta pentingnya nilai-nilai Islami.
Merangkul Nilai Religi dalam Setiap Episode
Setiap episode dari "Lorong Waktu" mengambil tema berbeda yang menyiratkan pesan moral dan etika. Ustaz Addin, sebagai tokoh yang digambarkan bijak dan sabar, berusaha mengajarkan Zidan arti penting nilai-nilai agama melalui tantangan yang dihadapi selama petualangan mereka. Konsep ini mendapatkan respons positif dari masyarakat muslim Indonesia yang merasa teredukasi dan terhibur dalam waktu bersamaan.
Anna Zulkarnain, salah satu pemeran dalam sinetron tersebut, pernah mengungkapkan perasaannya mengenai pengaruh "Lorong Waktu" dalam sebuah wawancara. "Sinetron ini membuka mata banyak orang akan pentingnya mempelajari sejarah dan mengambil ibrah dari kejadian masa lalu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa jalan cerita dan penyampaian yang ringan namun bermakna membuat penonton tertarik untuk mengikuti setiap episodenya.
Kombinasi Teknologi dan Religi yang Unik
Keberhasilan "Lorong Waktu" tidak lepas dari kemampuannya memadukan kecanggihan teknologi dengan tradisi dan religiusitas. Menggunakan mesin waktu sebagai sarana, cerita ini menyajikan perjalanan lintas waktu yang menggugah daya imajinasi tanpa mengabaikan pesan moral yang ingin disampaikan. Penulis skenario berfokus pada bagaimana setiap jalinan peristiwa dalam sejarah bisa memberikan pengajaran yang mendalam.
Dr. Rendra Kusumah, pengamat sinetron dan budaya, menyatakan bahwa "Lorong Waktu" memberi warna baru pada dunia pertelevisian Indonesia saat itu. "Kombinasi elemen fiksi ilmiah dengan pesan keagamaan adalah hal yang langka, dan 'Lorong Waktu' melakukannya dengan sangat baik," jelasnya dalam sebuah sesi diskusi tentang media dan budaya.
Antusiasme Penonton dan Pengaruh Sosial
"Lorong Waktu" tidak hanya mendapatkan tempat di hati penonton dewasa, tapi juga berhasil menarik perhatian generasi muda. Cerita yang disajikan tidak hanya menghibur tetapi juga edukatif, menjadikannya sebagai media yang tepat untuk menyampaikan ajaran agama dengan cara yang tidak monoton. Format cerita yang ringan dan inovatif memungkinkan orang tua menjadikannya sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak mereka tentang sejarah Islam.
Salah seorang penggemar yang setia mengikuti "Lorong Waktu", Andri Fadilah, menyatakan bahwa sinetron ini menjadi tontonan wajib di keluarganya setiap bulan Ramadan. "Anak-anak saya belajar banyak dari setiap episodnya. Mereka jadi lebih memahami nilai-nilai yang diajarkan agama lewat cara yang mereka anggap menyenangkan," ungkap Andri.
Tantangan dan Pengembangan Masa Depan
Di tengah gelombang perubahan dalam industri pertelevisian yang semakin didominasi platform digital, "Lorong Waktu" menghadapi tantangan untuk tetap relevan di era modern. Namun, dengan mengemas ulang cerita dan mungkin melakukan remastering atau bahkan adaptasi baru, sinetron ini memiliki potensi besar untuk kembali memikat generasi milenial dan generasi Z.
Menghadirkan sinetron klasik dengan pendekatan modern dapat menjadi langkah strategis dalam mempertahankan dan memperluas basis penonton. Walau tantangannya besar, tetapi dengan adaptasi yang tepat, "Lorong Waktu" bisa terus menyampaikan pesan-pesan murni Islami yang tak lekang oleh waktu, menjadi jembatan penghubung nilai-nilai luhur dengan generasi masa kini.
Herman
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Berlaku Untuk Semua Golongan Pelanggan PLN
- Jumat, 06 Februari 2026
Endrick Bersinar Di Prancis, Peluang Kembali Perkuat Timnas Brasil Kian Terbuka
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Siap Mainkan Trent Alexander Arnold Lawan Valencia Akhir Pekan Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
LKP Prasetya Putri: Mencetak Perias Profesional dan Kemandirian Ekonomi Wanita
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
China Saingi Elon Musk Membangun Pusat Data AI di Luar Angkasa, Ini Kisahnya
- Jumat, 06 Februari 2026
Keberhasilan Mesir dalam Kompetisi Internasional Musabaqoh Alquran Port Said
- Jumat, 06 Februari 2026
Inovasi AI UGM untuk Pertanian Cerdas dan Sensor Deteksi Keamanan Laut
- Jumat, 06 Februari 2026
Wuling Tampilkan Eksion: SUV 7 Penumpang Elektrifikasi Ganda di IIMS 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
TCL Makin Gencar di Segmen Smartphone: K70 & K70 Power Resmi Mengaspal
- Jumat, 06 Februari 2026




.jpg)








