Keberhasilan Mesir dalam Kompetisi Internasional Musabaqoh Alquran Port Said
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Mesir menegaskan kembali posisinya sebagai pusat unggulan Alquran internasional ketika tuan rumah berhasil dominan di ajang Musabaqoh Hafalan dan Ibtihal Alquran Internasional ke-9 di Port Said. Kompetisi yang menghadirkan qari dan mubtahil dari 30 negara ini tidak hanya menjadi arena lomba, tetapi juga refleksi kekayaan tradisi keilmuan Alquran yang terus dipelihara oleh masyarakat dan lembaga di Mesir. Momen ini sekaligus memperlihatkan bagaimana dedikasi dan kerja keras para peserta lokal berbuah prestasi di panggung global, di bawah suport penuh Pemerintah Provinsi Port Said dan tokoh agama setempat.
Dominasi Prestasi dalam Setiap Cabang Musabaqoh
Musabaqoh Hafalan Alquran dan Ibtihal Keagamaan Internasional Port Said ke-9, yang digelar di Masjid Abbasi Port Said, menyaksikan keunggulan kontestan Mesir dalam tiga cabang utama perlombaan. Di hadapan Gubernur Port Said Mayor General Moheb Habashi Khalil, pejabat pemerintahan, ulama, dan eksekutif senior, para juara diumumkan setelah serangkaian babak kompetitif yang berlangsung sejak 30 Januari.
Baca JugaHansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini
Dalam cabang tahfiz Alquran, prestasi Mesir benar-benar memukau dengan Ahmad Ali Youssef Saif meraih juara pertama di dua riwayat sekaligus. Di posisi kedua dan ketiga, masing-masing ditempati Ibrahim Idris Ibrahim (Libya) dan Jihad Miteb Al-Maliki (Arab Saudi) — menunjukkan kompetisi ini bukan sekadar pertunjukan lokal, melainkan medan bertarung para penghafal Alquran dari berbagai belahan dunia.
Hasil serupa juga terulang pada cabang suara indah (tilawah), di mana Khaled Nasser Sabah dari Mesir menjuarai lomba, mengalahkan peserta internasional lain seperti Murshed Salendabdari (Filipina) dan Falah Zalif (Irak) yang masing-masing berhasil meraih posisi kedua dan ketiga. Begitu pula pada kategori Ibtihal, cabang yang menilai kualitas adzan dan bacaan religius, Mohammed Yasser dari Mesir keluar sebagai juara pertama, diikuti oleh Hamza Al-Qasimi (Maroko) dan Majd Ghamdan (Yaman) sebagai juara kedua dan ketiga.
Wajah Internasional Kompetisi dan Partisipasi Global
Ajang Musabaqoh di Port Said tahun ini menjadi bukti nyata peningkatan daya tarik kompetisi Alquran di kancah dunia. Dengan total **42 peserta — baik hafiz maupun mubtahil — dari 30 negara, kegiatan ini tidak hanya sekadar lomba keagamaan, tetapi juga wahana silaturahmi dan dialog antar-budaya Islam. Para qari dan mubtahil membawa serta tradisi bacaan serta pendekatan religius dari beragam latar budaya, menciptakan sebuah persaingan yang adil sekaligus meriah.
Keikutsertaan peserta dari negara-negara seperti Libya, Arab Saudi, Filipina, Irak, Maroko, dan Yaman memperlihatkan bahwa minat belajar dan berkarya di ranah ilmu Alquran tidak mengenal batas geografis. Kompetisi seperti ini membuka ruang apresiasi terhadap seni baca Alquran (tilawah), penguasaan hafalan (tahfiz), dan kemampuan ibtihal — aspek-aspek yang telah lama dipertahankan dan dikembangkan di dunia Islam.
Peran Pemerintah dan Komunitas dalam Menopang Musabaqoh
Kesuksesan Musabaqoh Internasional di Port Said tidak terjadi secara kebetulan. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Port Said dan penyelenggara lokal menunjukkan bagaimana sebuah pemerintahan daerah dapat menjadi motor penggerak kegiatan keagamaan bertaraf internasional. Penyelenggaraan kompetisi ini ditujukan untuk mengangkat peran Qurani Mesir di panggung dunia, sekaligus memperkuat basis dakwah dan kajian Alquran di masyarakat luas.
Acara penutupan yang dihadiri oleh tokoh agama sekaligus pejabat pemerintahan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi individu, tetapi juga pada penguatan identitas dan tradisi keilmuan Alquran di Mesir. Banyak ulama setempat melihat kompetisi ini sebagai momen untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah antar peserta, serta memperkenalkan generasi baru qari dan mubtahil yang mampu bersaing di level tertinggi.
Warisan dan Tujuan Kompetisi
Musabaqoh ini dinamai untuk mengenang jasa Syekh Mahmoud Ali Al-Banna, seorang qari Alquran Mesir yang dikenal luas karena dedikasinya terhadap ilmu dan seni baca Alquran. Pemberian nama tersebut bukan sekadar simbol, tetapi juga penghormatan terhadap tradisi panjang pengembangan kompetensi Qurani di Mesir.
Dengan nama besar itu, panitia berharap kegiatan ini terus menjadi wadah inspirasi bagi generasi muda muslim di seluruh dunia. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi semata, tetapi juga menjadi platform pertukaran ilmu, apresiasi budaya, dan penguatan komitmen terhadap Alquran sebagai sumber nilai dan pedoman hidup.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Samsat Keliling Jadetabek Jumat Ini Layani Warga Empat Belas Wilayah
- Jumat, 06 Februari 2026
Insentif PPN 2026 Perkuat Permintaan Properti Hunian di Kawasan Industri Jawa Barat
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol
- Jumat, 06 Februari 2026
Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid
- Jumat, 06 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama
- Jumat, 06 Februari 2026
Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia
- Jumat, 06 Februari 2026
Terpopuler
1.
Simak 6 Rekomendasi Saham Pilihan Jumat 6 Februari 2026
- 06 Februari 2026
2.
Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp200 Juta Syarat dan Cara Mengajukan
- 06 Februari 2026
3.
BCA Syariah Tawarkan KPR KKB Emas Menarik di BCA Expoversary 2026
- 06 Februari 2026
4.
Beli Tiket TransJakarta Kini Bisa Langsung Lewat Aplikasi GoPay
- 06 Februari 2026












