Jumat, 06 Februari 2026

China Saingi Elon Musk Membangun Pusat Data AI di Luar Angkasa, Ini Kisahnya

China Saingi Elon Musk Membangun Pusat Data AI di Luar Angkasa, Ini Kisahnya

JAKARTA - Seiring pergulatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin intensif dalam kebutuhan energi dan kapasitas komputasi, persaingan tidak lagi berada di daratan — melainkan merambat hingga ke luar angkasa. Kini, dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat dan China, sama-sama mengumumkan ambisi untuk membangun pusat data AI di orbit bumi. Langkah ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga representasi persaingan strategis antara dua kekuatan ekonomi global dalam menentukan arah masa depan komputasi dan eksplorasi luar angkasa.

Ambisi SpaceX dan Elon Musk di Orbit
Di pihak AS, Elon Musk melalui perusahaannya SpaceX dan startup AI yang baru saja diakuisisi, xAI, menunjukkan visi yang sangat ambisius: memindahkan pusat data AI tradisional yang memerlukan energi listrik dan pendinginan besar ke luar angkasa. SpaceX tengah merencanakan peluncuran konstelasi satelit bertenaga surya yang akan menjelma menjadi infrastruktur komputasi. Musk berpendapat bahwa luar angkasa menawarkan sumber energi matahari yang jauh lebih melimpah dan efisiensi pendinginan yang lebih baik dibandingkan fasilitas fisik di Bumi.

Dalam memo yang dipublikasikan di situs resmi, Musk menyatakan bahwa permintaan listrik global untuk AI tidak bisa dipenuhi oleh pusat data berbasis darat dalam jangka waktu dekat tanpa menimbulkan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat. Oleh karenanya, solusi orbital dipandang bisa menjadi jawabannya, sekaligus memberi peluang finansial jangka panjang bagi SpaceX.

Baca Juga

Hansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini

Selain itu, Musk optimistis bahwa teknologi roket Starship — yang dirancang untuk membawa muatan besar secara sering ke orbit rendah — akan menjadi tulang punggung peluncuran massal satelit pusat data ini. Rencana ini juga terkait dengan upaya SpaceX untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang mungkin akan terjadi pada tahun ini.

Blueprint China: Gigawatt-Class Digital Intelligence di Luar Angkasa
Sementara itu, China tak tinggal diam. Menurut laporan media pemerintah yang dipublikasikan melalui kantor berita internasional, China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) — kontraktor antariksa utama negara itu — telah memasukkan pembangunan pusat data AI berbasis orbit ke dalam rencana lima tahun mereka. China berencana untuk meluncurkan pusat data AI di luar angkasa dalam lima tahun ke depan, sekaligus menciptakan infrastruktur digital cerdas berskala gigawatt yang dapat memproses data langsung di orbit, tanpa harus kembali ke Bumi untuk pemrosesan awal.

Menurut rencana tersebut, fasilitas orbit ini tidak hanya menangani komputasi dan penyimpanan data, tetapi juga integrasi penuh antara cloud, edge, dan transmisi bandwidth, sehingga memperkuat kemampuan pemrosesan secara langsung di luar angkasa. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari ambisi China untuk memposisikan dirinya sebagai kekuatan utama dalam domain teknologi luar angkasa dan AI.

Energi Matahari sebagai Kunci Infrastruktur Komputasi
Baik di AS maupun China, energi matahari yang berlimpah di luar angkasa menjadi kunci utama dari strategi pusat data di orbit. Elon Musk menekankan bahwa energi matahari di luar angkasa dapat menghasilkan lebih banyak daya dibandingkan panel surya di darat, bahkan hingga lima kali lipat menurut perkiraannya, yang coba dimanfaatkan melalui satelit bertenaga solar.

Di pihak China, strategi serupa diproyeksikan melalui integrasi energi surya dengan komputasi orbit untuk membentuk apa yang disebut “Space Cloud”, suatu jaringan komputasi yang mampu mendukung beban kerja AI besar tanpa bergantung pada infrastruktur di daratan.

Tantangan Besar di Balik Ambisi Besar
Membangun pusat data AI di luar angkasa tentu bukan tanpa tantangan. Keduanya harus menghadapi masalah radiasi kosmik, pengendalian panas dalam ruang hampa udara, hingga risiko tumbukan dengan puing antariksa. Tantangan teknis seperti ini menjadi hambatan utama yang harus diatasi sebelum infrastruktur semacam itu dapat dioperasikan secara penuh. Belum lagi biaya peluncuran yang masih sangat tinggi dibandingkan teknologi di Bumi.

Namun, sementara beberapa ahli melihat konsep pusat data di orbit sebagai sesuatu yang masih jauh dari realisasi, baik Musk maupun Beijing tampaknya tetap berkomitmen pada tujuan jangka panjang mereka. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan dalam domain inovasi teknologi tinggi — terutama di persimpangan antara AI dan eksplorasi luar angkasa — semakin sengit.

Arti Strategis dan Masa Depan yang Lebih Besar
Ambisi membangun pusat data AI di luar angkasa lebih dari sekadar soal teknologi; ini juga mencerminkan bagaimana negara dan perusahaan besar ingin mengendalikan masa depan jaringan komputasi global. Infrastruktur semacam ini berpotensi mengubah paradigma komputasi, dari ketergantungan pada fasilitas fisik di daratan menjadi sistem global yang terdistribusi di orbit, serta membuka peluang baru dalam ekonomi luar angkasa.

Jika berhasil, proyek ini tidak hanya menjanjikan efisiensi energi dan peningkatan skalabilitas AI, tetapi juga dampak geopolitik yang signifikan — menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di era AI dan eksplorasi luar angkasa berikutnya.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol

Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol

Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid

Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid

Persib Bandung Hadapi Malut United dalam Duel Krusial Papan Atas

Persib Bandung Hadapi Malut United dalam Duel Krusial Papan Atas

Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama

Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama

Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia

Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia